
John memarkirkan mobil mewahnya dengan rapih, ia turun dari mobil itu dan segera bergegas untuk masuk ke dalam restoran itu karena Laura menghubunginya jika wanita itu sudah sampai sejak sepuluh menit yang lalu. Dan karena merasa tidak enak sudah membuat Laura menunggu lama ia pun berlari kecil memasuki restoran tersebut.
Tatapan John kini tertuju pada seorang wanita yang sedang duduk di salah satu meja, dengan balutan dress berwarna hitam dengan memperlihatkan punggung indah wanita itu membuat John menelan salivanya dengan susah payah. John sangat mengakui dilihat dari belakang saja Laura memang sangatlah sempurna. Dan ia sangat yakin jika banyak diluar sana pria yang berebut untuk menjadi kekasihnya.
"Apa kau sudah lama menungguku?" Tanya John sambil duduk dihadapan Laura.
"Menurutmu? Kau sudah membuang waktu ku selama 10 menit, dan kau harus membayarnya!" Jawab Laura masih fokus dengan makanan didepannya.
John tertawa kecil saat mendengar ucapan yang terlontar dari bibir Laura, John berpikir bahwa wanita yang akan menjadi kekasih pura-puranya ini bukanlah wanita sembarangan. Laura adalah tipe wanita yang pintar memanfaatkan situasi. Namun bukan masalah yang besar bagi John jika hanya membayar waktu Laura yang terbuang karena menunggunya, yang terpenting bagi John adalah rencananya berjalan dengan lancar dan Agatha berhenti untuk menjodohkan dirinya dengan wanita yang tidak ia kenal.
__ADS_1
"Baiklah aku akan membayar waktumu yang telah terbuang sia-sia karena menungguku," Ucap John sambil tersenyum pada Laura dan membuat Laura berhenti menyantap makanan yang berada dihadapannya itu.
"Baguslah kalau kau mengerti. Jadi apa tujuanmu untuk mengajakku makan siang bersama? Pasti ada maksud lain kan?" Tanya Laura dengan matanya yang menatap serius wajah John.
Tidak ada jawaban yang terucap dari John, pria itu malah mengeluarkan ponselnya dari dalam jas dan membuka fitur kamera lalu mengarahkan pada dirinya dan juga Laura. Wanita itu hanya terdiam karena tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh John. Tiba-tiba John menyuruh Laura untuk berpose kearah kamera, dan John dengan cepat langsung menekan tombol kamera pada ponsel itu.
"Kau ini," Lirih Laura sambil memukul pelan bahu kekar milik John.
John hanya tertawa dengan suara yang cukup keras karena melihat Laura yang kini mengerucutkan bibirnya dan terlihat sangat kesal pada John. John jadi merasa sangat gemas saat melihat Laura seperti itu, namun John langsung membuang pikirannya itu dan kembali ke tujuannya mendekati Laura itu untuk menjadikan wanita itu sebagai kekasih pura-puranya.
__ADS_1
Setelah kurang lebih satu jam John menghabiskan waktu untuk makan siang bersama Laura, akhirnya John sudah kembali ke rumah sakit dan kembali melanjutkan tugasnya untuk memeriksa beberapa pasien yang sudah menunggunya sejak tadi.
***
John kini tengah duduk di sebuah sofa yang berada di ruang keluarga, Agatha duduk tepat disampingnya. Dan wanita paruh baya itu masih saja fokus dengan layar besar didepannya dan menyaksikan film kesukaannya. Sesekali Agatha melirik kearah John seakan penasaran dengan apa yang dilakukan oleh cucunya itu.
John membuka fotonya bersama Laura tadi siang karena ia merasa jika neneknya kini tengah memperhatikannya. Ia sengaja membuka foto-foto itu supaya Agatha melihat dan semakin percaya jika dirinya memang sudah mempunyai kekasih. Dan rencananya itu berjalan dengan lancar, Agatha mempercayainya dan berlalu pergi meninggalkan John sendiri disana.
"Siapa yang memiliki ide membuat apkikasi bodoh seperti itu? Tapi cukup membantuku," Lirih John saat melihat neneknya sudah masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1