Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Bab 43


__ADS_3

Deg


Deg


Deg


Debaran jantung Rangga sudah tidak bisa normal sekarang. Bagaimana tidak begitu jika sekarang dia sedang duduk dan berhadapan dengan Opa, Oma, Mama, Papa dan Om nya. Sedang sang pengadu sudah di amankan oleh mamanya ke kamar.


Menelan salivah saja terasa begitu susah..


"Anak kecil tidak akan pernah berbohong saat berucap" Rizal lebih dulu angkat bicara, dia jadi merasa kelakuan cio sudah mirip dengan Rangga di waktu kecil yang sering mengadu pada keluarga dan sering membuatnya jantungan ketika di hadapkan dengan ocehan bocah itu di waktu kecil.


Rangga hanya mampu menghela nafas berat sekarang.


"Aku,, bisa menjelaskan semuanya,,," ucap Rangga dengan bergetar.


"Harus! Jelaskan semuanya pada kami!" ucap Angga dengan nada terdengar begitu tegas. Dia tidak akan mentolerir kesalahan jika memang benar anaknya bersalah.


"Tidak ada orang di rumah ini yang mengajarimu mesuum seperti itu nak,," ucap Zara sudah akan menangis.


Rangga menelan salivah sebentar, menatap mamanya yang berkaca kaca membuat hatinya sakit.


"Kejadian itu tidak ada unsur kesengajaan, ini hanya kecelakaan, pa,, ma,, beneran,, Jadi tadi di mall, Aku dan Jasmine menemani cio main di tempat mandi bola,, kami bermain lempar lempar bola, dan Rangga jatuh karena terpeleset menginjak bola, saat jatuh gak sengaja narik Jasmine , dia ikut jatuh dan,,, kami gak sengaja berciuman. Beneran gak sengaja,, " ucap Rangga menatap papa dan mamanya bergantian.


"Cio liat pas kami jatuh, dan kami langsung duduk kok, gk ngapa ngapain. Beneran!" ucap Rangga berusaha meyakinkan orang tuanya.


Terlihat Angga dan Zara menghela nafas kasar, begitu juga Rizal dan opa dan oma. Ternyata kejadiaannya tidak separah yang mereka pikirkan. Semua orang dewasa sudah berfikir terlalu jauh hal yang terjadi pada Rangga dan Jasmine.


"Terus Jasmine gimana?" tanya Oma Marisaa


"Jasmine,, diemin Rangga oma, kelihat ngehindar gitu setelah kejadian itu. Dia malah milih ngajakin Cio terus, dan gak mau dideketin" jawab Rangga


"Mungkin Jasmine malu, kamu sudah minta maaf belum?" tanya Zara dengan sudah jauh lebih tenang sekarang


"Sudah ma, tapi ya gitu, Jasmine ngehindar" jawab Rangga


"Rangga bukan lagi anak kecil, kamu harus belajar menyelesaikan masalah kamu sendiri. Kamu boleh suka pada Jasmine, tapi ingat, jangan pernah berbuat macam macam pada gadis itu" ucap Zara


"Iya ma,, Rangga paham,," jawab Rangga dengan menunduk

__ADS_1


"Kalau sampai kamu macem macem, papa kirim kamu ke luar Negeri!" ucap Angga penuh ancaman


"Gak mau pa, Rangga mau di sini" jawab Rangga


Selesai menyidang Rangga, Pemuda itu masuk kedalam kamar. Dihepaskan tubuhnya di atas tempat tidur, dan di pandangi langit langit kamarnya. Bayangan Rangga kembali pada Jasmine. Rangga jadi senyum senyum sendiri saat mengingat bagaimana manisnya rasa fist kiss nya bersama Jasmine


"Manisnya seperti buah Cerry"


Rangga mengambil bantal dan menutup wajahnya sendiri


..........


Hari berikutnya,,,,,


Rangga sudah bersiap pagi pagi sekali untuk menjemput Jasmine ke sekolah. Rangga ingin meminta maaf, dan memperbaiki hubungan mereka berdua. Setelah sarapan, Rangga buru buru pergi agar tidak terlambat menjemput Jasmine.


Sampainya di rumah Ayah Dika, Rangga melihat orang orang dirumah itu sudah keluar dari rumah, termasuk juga Jasmine. Lalu Rangga menghampiri mereka dan menyapa Dika dan Dinda. Sedang wajah Jasmine langsung bersemu merah


"Kamu kenapa dek?!" tanya Abyan saat melihat wajah adiknya bersemu merah


"Gak kak!" Jawab jasmine merasa salah tingkah sendiri


"Hah, kalian salah lihat!" Jasmine buru buru pergi, menarik Rangga dan menarik pemuda itu pergi, bahkan Jasmine sampai lupa berpamitan pada Ayah dan bundanya


"Loh gak pamitan dulu kamu?" tanya Dinda pada putrinya


"Oh iya lupa!" Jasmine kembali berlari menghampiri ayah dan ibunya, lalu mencium tangan keduanya bergantian.


"Assalamualaikum" Ucap Jasmine lalu pergi lagi


"Wa'alaikumsalam" Jawab semua keluarga menatap Jasmine sedikit aneh. Tidak biasanya Jasmine seperti itu


"Dia kenapa sih?" tanya Dinda


"Ntahlah,,, mendadak aneh anak itu" sahut Dika


Rangga dan Jasmine langsung pergi, sedang keluarga nya masih mematung di depan rumah.


Rangga diam diam mengamati Jasmine dari spion motornya. Saat tatapan nya bertemu Jasmine, Rangga memutuskan tatapan mereka.

__ADS_1


"Jasmine,,," panggil Rangga


"Apa?" jawab Jasmine, Jantung gadis itu berasa konser padahal Rangga hanya memanggilnya


"Maaf ya,, soal kemarin" ucap Rangga


"Iya,, jangan di bahas lagi" jawab Jasmine.


"Tapi jangan di lupain ya,, karena aku gak akan pernah lupa" ucap Rangga dengan tersenyum, terlihat dari kaca spion motornya


"He'em" Jasmine mengulum senyum, refleks gadis itu memeluk Rangga dengan sangat erat karena merasa, ntahlah merasa apa...


Eh!


Rangga membatin, langsung menunduk dan melihat tangan Jasmine sangat erat memeluk pinggangnya. Demi apa? Jasmine meluk aku duluan ini?! mah, pah, ini bukan aku loh yang mesuum duluan, tapi Jasmine!!! . Rangga tersenyum kegirangan, ntah Jasmine sadar atau tidak dia tidak peduli, yang jelas sekarang Jasmine yang memeluknya.


Duhhh senangnyaaaaaaaaa. Rasanya Rangga ingin jingkrak jingkrak sekarang!


Hingga sampainya di sekolah, Jasmine baru sadar dengan apa yang dia lakukan. Gadis itu cepat cepat turun, dia sangat malu dan jadi salah tingkah


"Makasih kak!" ucap Jasmine sudah akan kabur saja


"Eh helemnya?!" ucap Rangga sambil terkekeh


Jasmine memejamkan mata, benar benar memalukan! Jasmine membatin


Lalu Jasmine melepas helmnya dan perlahan berbalik untuk mengembalikan helm Rangga


"Gemesinnn banget sih!" kekeh Rangga melihat Jasmine berwajah merah menahan malunya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Malu banget pasti yak 🤣 astaga jasmineeeeeee 🤣


__ADS_2