
Pukul 15.50 waktu setempat,,,,,
Mama Zara dan Bunda Dinda tampak sudah berpakaian sangat rapi. Kedua besan itu tampak tersenyum sambil berbincang, ntah apa yang mereka bincangkan, sepertinya sangat seru sekali. Kedua besan itu saat ini sedang berjalan menuju ke kamar pengantin untuk melihat persiapan kedua anak mereka yang akan melangsungkan acara resepsi pernikahan mereka.
Tapi senyum mereka tiba tiba luntur saat melihat pihak WO pada berdiri dan juga ada yang duduk di depan kamar pengantin.
"Loh, kenapa kalian semua ada di luar?" tanya Zara dengan cepat saat menghampiri mereka
"Nyonya, sejak tadi ponsel tuan muda tidak bisa kami hubungi, kami juga sudah menekan bel berkali kali tapi,,, pintunya tidak di buka" jawab seorang wanita
"Apa?" Zara dan Dinda kaget mendengar penuturan pihak WO
Lalu Zara menekan bel kamar Rangga dan Jasmine berkali kali, tapi tidak ada pergerakan dari pintu itu sama sekali. Bagaimana mau membuka, jika keduanya kini sedang tertidur pulas karena kelelahan bermain bersama. Rangga dan Jasmine yang baru tau rasanya se enak itu pun ingin mengulangnya lagi dan lagi hingga keduanya lemas tak bertenaga dan akhirnya tertidur setelah membersihkan tubuh mereka.
Tak lama lewatlah petugas cleaning room, lalu Dinda meminjam akses cadangan kepada petugas itu
"Kalian tunggu disini ya, kami yang akan masuk dulu" ucap Zara memberi perintah kepada pihak WO.
"Baik Nyonya" jawab mereka.
"Ayo kak" ucap Zara mengajak Dinda untuk masuk kedalam.
Saat pintu terbuka, kedua pasang mata Zara dan Dinda di buat melebar melihat kondisi kamar yang berantakan. Pakaian yang di kenakan Rangga dan Jasmine tadi bertebaran kemana mana dan kedua tersangkanya kini terlihat begitu nyenyak tidur sambil berpelukan. Bahkan terlihat keduanya seperti tidak mengenakan apapun.
"Rangggaaaa!"
Teriakan sang mama membuat Rangga dan Jasmine sontak terkejut. Lalu dengan cepat keduanya membuka mata dan segera duduk
"Ada apa kak? ada kebakaran ya?" tanya Jasmine sambil mengucek mata
"Mama?" Ucap Rangga kaget saat melihat mama dan bunda Dinda berdiri di depan ranjang, kedua wanita itu melipat kedua tangannya dengan tatapan sangat tajam.
Jasmine baru tersadar dan sontak menaikan selimut hingga menutupi pundaknya. Gadis itu sangat malu, karena tubuhnya banyak sekali bekas hisapan Rangga yang tertinggal
__ADS_1
"Sudah jam berapa ini?! kan mama sudah bilang, jam 4 kalian harus sudah siap semua!" Zara yang tidak tahan untuk tidak mengomel langsung menghampiri Rangga dan menjewer telingannya
"Ampunn ma,, ampunn,, kami ketiduran!" jawab Rangga
Jasmine meringis saat melihat kemarahan ibu mertuanya. Sedangkan Dinda hanya menggeleng geleng kepala melihat Zara memarahi Rangga.
"Sudah sudah, gak ada waktu lagi buat berdebat, sekarang biarkan mereka berdua mandi, kasihan pihak WO di luar sudah menunggu" ucap Bunda Dinda
Zara melepaskan telinga Rangga tapi tatapan tajamnya seolah tidak pernah luntur
"10 menit untuk mandi dan bersih bersih! setelah itu kalian berdua ganti baju yang sudah di siapkan!" ucap Zara
"Iya maa" Jawab Rangga
Kemudian Dinda mengajak Zara untuk pergi,
"Anak itu bandel banget kak! udah dibilang tahan dulu kek! ini masih ada pesta! udah di wanti wanti jangan buat kekacauan malah gini kan!" Zara terus mengomel
"Nama nya juga darah muda,, apa kita akan segera menjadi nenek?" tanya Dinda dengan terkekeh
Sementara itu, Rangga bangun dari tempat tidurnya, Jasmine memalingkan wajah, saat melihat Rangga tanpa memakai apapun.
"Ck! bisa gak sih pake celana dulu!" cetus Jasmine dengan wajah sudah memerah. sumpah demi apa, dia jadi teringat kenakalaan mereka beberapa jam lalu sebelum terkapar
"Apa sih?! udah ngerasain juga!" ucap Rangga dengan santainya mengambil celana lalu memakainya di depan istrinya
"Malu kak!" ucap Jasmine lalu menutup wajahnya dengan selimut
Rangga terkekeh lalu menghampiri Jasmine menarik selimut lalu menggendong istrinya itu.
"Kakak!" teriak Jasmine saat begitu kaget dengan gerakan kilat Rangga
"Gak ada waktu buat protes! yang ada nanti kita di omelin lagi" ucap Rangga lalu membawa Jasmine ke kamar mandi
__ADS_1
"Tapi,, aku masih bisa jalan" jawab Jasmine
"Jalan pinguin?!"
Mulut Jasmine langsung mencibik
"Itu juga gara gara kak Rangga!" jawabnya
Setelah beberapa menit membersihkan diri, Jasmine dan Rangga langsung di tangani oleh pihak WO yang sudah menunggu mereka sejak 1 jam lalu. Jasmine merasa sangat malu, karena ternyata tanda cinta yang di tinggalkan Rangga sangat banyak. Sedang pelakunya terlihat santai saja, bahkan terkesan sangat bangga karena sudah meninggalkan banyak jejak pada dirinya.
Malam sudah menyapa,,
Semua keluarga, kolega, pihak sekolah yang di undang dan juga ada Gerry bersama Ayu sudah berkumpul di taman resort yang sudah di persiapkan untuk pesta malam itu.
Bagai Raja dan Ratu semalam, Rangga dan Jasmine masuk bersama, tapi bukan dengan bergandengan tangan, melainkan Rangga menggendong Jasmine dengan raut wajah bahagia. Meski Jasmine menolak, tapi Rangga tidak mau di tolak, pemuda itu tau, jika istrinya masih merasakan sakit karena dirinya.
Kemudian Rangga Mendudukkan Jasmine di kursi pelaminan yang sudah di siapkan untuk mereka
"Kamu kenapa gendong gendong Jasmine gitu?! memang kaki Jasmine sakit? " tanya Ayah Dika
Rangga sedikit gelagepan, dan tiba tiba wajahnya memerah
"Maaf yah, tadi,, agak kebablasan, jadi anak ayah sampai gak bisa jalan" bisik Rangga pada Dika. Sontak Dika membulat matanya begitu mendengar jawaban mantunya
Jelas dia sangat tau maksud ucapan Rangga.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Lanjut ntar malem kalau gak ketiduran 🤣