Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Bab 31


__ADS_3

Agatha menatap kosong langkah Gracia yang semakin menjauh dari rumah mewahnya. Tubuhnya serasa sangat lemah dan hatinya begitu hancur. Air matanya kini sudah tidak bisa dibendung lagi, Agatha menangis dengan memegang dadanya yang terasa sangat sakit. Ia masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh John, cucu kesayangannya yang dengan tega membohonginya seperti ini.


Agatha melihat Robert yang kini menghampirinya, dengan cepat Agatha langsung memeluk anak satu-satunya itu. Mungkin saat ini yang dapat memberi ketenangan untuk Agatha hanyalah Robert.


"Ada apa mom? Kenapa kau menangis seperti ini?" Tanya Robert melepaskan pelukannya dan terlihat sangat khawatir dengan kondisi ibunya. Karena sebelumnya ia tidak pernah melihat Agatha menangis seperti ini.

__ADS_1


Agatha menghela nafasnya dan mencoba menenangkan pikirannya terlebih dahulu sebelum mengatakan apa yang telah dilakukan John yang dengan tega membohongi mereka.


"John tega membohongi kita Robert," Ucap Agatha yang kembali menangis mengingat apa yang telah dikatakan oleh Gracia tadi tentang cucunya itu.


Robert menatap Agatha dengan penuh tanya, Robert sangat tidak mengerti dengan kebohongan apa yang telah dilakukan oleh anak bungsunya itu. "Kebohongan apa mom? Aku tidak percaya jika John tega berbohong, sejak kecil aku selalu mendidiknya dengan sangat baik. Dan apa yang kau katakan aku sangat tidak percaya," Ucap Robert yang merasa bahwa dirinya selalu mendidik keempat anaknya dengan sangat baik, dan Robert berpikir tidak akan ada satu pun diantara keempat anaknya itu yang berani berbohong apalagi sampai menyakiti dirinya dan juga Agatha.

__ADS_1


Robert dengan refleks memukul pintu mewah berwarna putih itu dengan sangat keras. Sama halnya dengan Agatha, Robert merasa sangat kecewa dengan apa yang telah dilakukan oleh John dan juga Laura. Disaat ia sudah sangat yakin jika Laura adalah wanita yang tepat untuk anak terakhirnya itu, namun kenyataan yang ia dapat sangatlah pahit.


"Kurang ajar! Siapa yang mengajarkan anak itu untuk berbohong!" Ucap Robert yang terlihat sangat marah, emosinya kali ini sudah tidak dapat lagi ia tahan. Susah payah ia mendidik John dan memperjuangkan anak itu untuk menjadi seorang dokter ternama di London, tapi ternyata hanya rasa sakit lah yang kini ia terima dari anak terakhirnya yang bernama John itu.


Agatha yang melihat kemarahan Robert hanya bisa terdiam dan menangis. Ia sudah tidak mengerti lagi apa yang harus ia lakukan. Hanya pasrah lah yang saat ini dapat ia lakukan, karena marah pun terasa sangat percuma. Ia tidak ingin menyakiti dirinya sendiri karena itu akan membuat kondisinya semakin memburuk.

__ADS_1


"Maafkan anakku mom, maafkan aku yang tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk John. Kau tak perlu khawatir mom, ketika anak itu pulang aku pasti akan memberinya pelajaran," Ucap Robert sambil memegang erat tangan ibunya itu.


Agatha sudah tidak bisa lagi berada di situasi ini karena ia hanya akan menangis. Agatha pun memilih untuk pergi meninggalkan Robert dan berniat pergi menuju kamarnya untuk menenangkan hati dan pikirannya. Karena rasa sakit yang ia rasakan kali ini seperti tidak akan dapat terobati dengan apapun.


__ADS_2