
Saat jam makan siang di rumah sakit John memilih untuk tidak pergi keluar. Ia merasa perutnya tidak begitu lapar. John menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya. Dan mengambil ponsel yang sudah berdering karena ada sebuah pesan.
John langsung membuka siapa yang menghubunginya, dan saat ia membuka pesan itu ternyata dari Grace. Di dalam pesan singkat yang dikirim oleh Grace, wanita itu meminta untuk John bersedia pergi makan malam bersamanya. Karena merasa tidak enak untuk menolak, John pun membalas pesan itu dan menyetujui untuk bertemu Grace nanti malam.
Bayangan wanita cantik, rambut panjang berwarna hitam dan tubuhnya yang terlihat sangat indah terbesit dalam pikiran John. Ia merasa sangat bahagia karena semalam tidur bersama Laura, apakah John sudah benar-benar jatuh cinta terhadap Laura?
John menghela nafasnya, "Kenapa akhir-akhir ini aku lebih sering memikirkan Laura? Apa dia merasakan hal yang sama denganku?" Ucap John pada dirinya sendiri sambil tersenyum saat membayangkan wajah cantik milik Laura.
John selalu membulatkan niatnya untuk tidak sampai jatuh cinta kepada Laura. Namun semakin ia dekat dan sering bertemu dengan Laura perasaan itu tidak dapat di hindari, kini John merasa jatuh cinta pada wanita yang menjadi kekasih pura-puranya itu. Namun sampai saat ini ia masih belum berani untuk mengatakannya pada Laura.
***
__ADS_1
John sedang bersiap dengan beberapa pilihan baju di lemari besar yang berada dikamarnya. Ia berpikir harus selalu terlihat tampan saat pergi kemana pun, dan begitu pun saat ia akan menemui Grace, pasien yang beberapa waktu lalu pernah ia periksa.
Wajah tampan John terlihat dengan sangat jelas melalui pantulan cermin besar. John kali ini mengenakan pakaian yang lebih santai dan tidak formal karena yang ia temui hanyalah pasien yang kini ia anggap sebagai teman. John tersenyum dan merasa puas dengan penampilannya malam ini.
Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya John sudah sampai di sebuah cafe yang dipilih oleh Grace untuk mereka bertemu dan makan malam bersama. John sudah melihat Grace dan segera menghampiri wanita itu karena khawatir sudah menunggu lama.
"Sudah lama kau menungguku?" Tanya John sambil menarik kursi dan duduk didepan Gracia.
John terdiam karena merasa sangat tidak nyaman dengan Gracia yang selalu memperhatikan setiap gerak-gerik John. Ia pun menjadi bertanya-tanya apa alasan Gracia memintanya untum makan malam bersama?
"Dokter John, apakah aku boleh mencintaimu?" Tanya Gracia sambil menatap John dengan penuh harap, Gracia selalu percaya diri kalau John jatuh cinta padanya.
__ADS_1
John tertawa dengan sangat keras mendengar ucapan Gracia, apa ia tidak salah mendengar barusan? Tapi hal yang seperti itu sudah biasa terjadi pada John, banyak pasien yang ia periksa mengucapkan sama dengan apa yang di ucapkan oleh Gracia.
"Kenapa kau tertawa? Harusnya kau menjawab pertanyaanku tadi," Ucap Gracia sambil menatap John dengan sangat tajam, ia merasa sangat kesal karena John hanya menertawakannya.
John menatap serius wajah Gracia, seakan sedang mencari sesuatu didalam sana. John kini merasa sangat tidak nyaman dengan situasi yang seperti ini, ia takut menyakiti hati Gracia dan juga ia takut kalau Gracia akan semakin menjadi saat John mengizinkan Gracia jatuh cinta padanya.
"Aku sudah mempunyai seorang kekasih," Lirih John dengan suara yang penuh dengan kelembutan.
Deg! Hati Gracia merasa sangat hancur saat mendengarĀ bahwa John sudah mempunyai seorang kekasih. Hilang harapannya untuk mendapatkan cinta dari pria itu.
"Aku harus mendapatkannya!" Ucap Gracia dari dalam hati.
__ADS_1