Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Bab 52


__ADS_3

Setelah keluar dari dalam mobil, Angga berjalan ke apotik, sedang Zara masih berdiri di dekat mobil untuk melihat apa Rangga di dalam atau tidak.


Sementara itu didalam mobil , Rangga tidak dapat beranjak dari tempat duduk nya sekarang karena Jasmine sudah berpindah duduk di pangkuan pemuda itu dengan menghadap arahnya sambil terus menyerang dan mencari pelampiasan. Pakaian Rangga pun sudah sangat berantakan, kemeja batiknya sudah tercabut dari tempatnya dan kancingnya juga tinggal kancing terakhir.


Rangga terus berusaha menolak sentuhan Jasmine yang sudah membuatnya pusing sampai ke ubun ubun, gesekan aset kembar Jasmine membuatnya kalang kabut, mana thank top mini itu sudah terlepas dari tempatnya. Jasmine terlihat sangat bergaiirah saat itu


Ya Allah,tolong kirimkan bantuan. Rangga berdoa didalam hati di tengah tengah sadar dan tidak sadar karena pemuda itu mati matian menahan diri untuk tidak membalas, Rangga sangat berharap ada yang menolong mereka sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, Dia tidak akan mau memperawani Jasmine dalam kondisi seperti ini.


Jasmine terus menyesap bibir Rangga bergantian, sedang tangannya tengah berperang dengan Rangga untuk melepas celana pemuda itu. Rangga merutuki, kenapa obat yang di minum Jasmine belum menunjukkan tanda tanda bereaksi pada Gadis itu, bahkan sekarang Jasmine bertambah ganas. Dengan tanpa sadar gadis itu sudah meninggalkan banyak tanda merah keunguan di tempat yang bisa dia jangkau.


Saat Jasmine sedang menyerang lehernya, Rangga melihat mamanya yang berdiri di dekat mobil


"Mama?!"


Rangga semakin menajamkan penglihatannya dan ternyata benar itu mama Zara. Lalu Rangga berusaha mengetuk kaca mobil


dug


dug


dug


Jasmine mencengkram kuat dadaa Rangga dan kemudian Jasmine ambruk di pelukan Rangga. Rangga kelimpungan karena melihat mamanya seperti akan membuka pintu mobil, sedang kondisi Jasmine saat ini setengah berbusana.

__ADS_1


Zara yang mendengar suara ketukan dari dalam mobil, lalu Ibu 3 anak itu membuka pintu mobil. Mulutnya langsung menganga saat melihat Rangga dan Jasmine dalam kondisi sangat berantakan.


"RA,,,,,"


"Ma, please tolong aku!" ucap Rangga memotong ucapan mamanya yang pasti akan teriak dan menggemparkan seluruh dunia.


"Apa yang kalian lakukan hah?!" Sarkas Zara dengan jantung yang berdegup dengan begitu cepat. Melihat kelakuan putranya begitu, membuat Zara pusing kepala, Sejak kapan Rangga jadi nakal begitu?!


"Aku bisa jelaskan ma! tapi tolong ma bantu aku pakaikan baju Jasmine! dia harus segera di bawa kerumah sakit!" ucap Rangga dengan cemas dan juga sedikit lega karena dikirimkan penolong dan ternyata itu mamanya bukan papanya. Jika Angga yang datang, sudah pasti dia akan habis. Tidak tau saja dia jika saat ini Angga sedang berada di apotik menanyai apa ada anaknya yang mampir ke sana, sedang mobilnya ada di parkiran tempat itu.


Dengan cepat Zara masuk kedalam mobil dan memunguti pakaian Jasmine yang berserakan di belakang, dengan hati yang terasa panas dan sesak, Zara ingin sekali menghajar putranya itu. Pikirannya sudah sangat jauh, dia sangat takut jika kejadian dirinya dan Angga terulang lagi. Tapi, kemarahan Zara sedikit mereda saat mengingat Rangga masih memakai celananya, meski pakaian atasnya sudah tak karuan bentuknya.


Setelah mengambil pakaian Jasmine, Zara membantu gadis itu memakai pakaian nya kembali


Rangga langsung memejamkan mata tanpa membantah, Aku juga sudah lihat ma, megang juga , dan,,, aaahhh Rasanya sulit sekali dihilangkan dari otakku!. Rangga hanya mampu berteriak didalam hati.


"Cepat pindahkan Jasmine! itu papamu datang" Sarkas Zara saat melihat Angga mulai mendekat.


Buru buru Rangga mengangkat Jasmine dan memindahkan gadis itu ke samping sebelum papanya sampai menghampiri mereka


"Sayang, kata pegawai apotik itu,,,," ucapan Angga menggantung saat melihat didalam mobil ada Rangga dan Jasmine. Anehnya Jasmine dalam posisi tidur di samping.


"Rangga?!" Mata Angga semakin menyipit tajam saat melihat di leher Rangga terdapat banyak bekas merah, sudah dapat di pastikan itu adalah bekas sesapan. Melihat papanya sudah berwajah merah, Rangga langsung berucap dengan cepat

__ADS_1


"Pa, kita harus segera bawa Jasmine kerumah sakit! please jangan marah dulu, aku bisa jelaskan ini semua!" ucap Rangga


Duaarrr!


Pintu mobil pak Dermawan di banting dengan begitu keras oleh Angga, dan Rangga dibuat hampir jantungan karena kemarahan papanya.


Angga dan Zara masuk kedalam mobil mereka, lalu menjalankan mobil lebih dulu, kemudian diikuti Rangga. Rangga berkaca dan melihat betapa mengenaskan tubuhnya di penuhi bekas kemerahan yang di buat oleh Jasmine. Lalu Rangga menoleh dan melihat Jasmine yang sudah tenang


"Apapun yang akan terjadi nanti, aku akan hadapi semuanya"


Rangga mengusap dahi Jasmine yang berkeringat, tubuhnya juga sudah berangsur normal tidak sepanas tadi.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Aku masih menunggu, kamu mau di apain setelah ini 😌 apa kamu langsung di lempar ke LN atau kamu akan di kawinin beneran sama Jasmine! 😀


__ADS_2