
Laura merasa sangat kesal pada John, karena pria itu masih saja terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. John seakan tidak ingin memberitahu Agatha tentang hubungan mereka yang berpura-pura hanya untuk membuat Agatha berhenti menjodohkan John dengan wanita pilihannya. Laura menatap serius wajah John, mencoba mencari tahu apa alasan yang membuat John menolak sarannya itu.
Laura mengikat rambut panjangnya, ia masih tidak mengerti apa yang sebenarnya John inginkan. "Ayolah John, kau harus katakan pada nenekmu itu. Apa kau tidak kasihan padanya? Dia orang yang sangat baik dan tentunya sangat menyayangimu," Ucap Laura yang kembali memohon karena John masih saja tidak mempedulikan semua ucapannya.
"Kalau aku mengatakan yang sebenarnya pada nenek, aku sangat yakin kalau dia akan kembali menjodohkanku dengan wanita pilihannya. Dan aku tidak ingin itu terjadi kembali," Ucap John menatap manik mata indah Laura.
Laura menghela nafasnya dengan cukup panjang, percuma ia banyak bicara karena John sama sekali tidak mendengarkannya dan hanya memikirkan kepentingannya sendiri tanpa mempedulikan orang lain. Laura semakin yakin bahwa John adalah pria yang sangat keras kepala dan begitu sulit untuk diberikan sebuah saran.
"Dia melakukan itu karena mungkin itu yang terbaik untukmu John," Lirih Laura dengan suara yang terdengar sedikit lebih pelan dibandingkan sebelumnya.
"Bagaimana kalau kita menikah saja? Jadi kita tidak perlu bersandiwara lagi didepan nenek dan juga keluargaku," Ucap John dengan penuh antusias terlihat seperti seorang anak kecil yang bahagia karena mendapatkan apa yang ia inginkan.
__ADS_1
Laura terdiam dan seakan tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh John tadi. Pria itu dengan mudah memintanya untuk menikah, bagaimana jadinya kalau pernikahan yang tidak didasari dengan cinta? John pasti hanya akan memikirkan hidupnya saja, sudah terlihat sangat jelas saat ini bahwa pria itu sangat egois. Pikir Laura.
"Bagaimana?" Tanya John dengan wajah yang terlihat penuh harap agar Laura menyetujui pendapat yang ia ucapkan tadi.
Laura tidak menjawab ucapan John, ia hanya tertawa dengan sangat keras dan membuat John menatap Laura dengan penuh tanda tanya. "Kau begitu mudah mengatakan kalau lebih baik kita menikah saja? Pernikahan bukan hal yang bisa dipermainkan John, pernikahan hanya boleh dilakukan saat keduanya saling mencintai dan saling mengerti. Bukan hanya memikirkam keinginan salah satunya saja," Ucap Laura sambil menatap John dengan serius. Ia harus memberitahu John agar pria itu berpikir lebih baik bukan hanya memikirkan keinginannya saja.
"Baiklah, kabari aku kalau kau sudah siap untuk mengatakan pada nenekmu tentang hubungan kita. Aku pamit pulang karena masih banyak urusan penting yang harus aku lakukan," Ucap Laura beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan John yang masih saja terdiam di kursi itu sambil menatap langkah Laura yang semakin menjauh.
John masih saja terdiam dan coba mencari jalan keluar, apa yang seharusnya ia lakukan? Apakah John harus mengakhiri sandiwaranya atau tetap mempertahankan sansdiwaranya agar dia masih bisa bersama Laura? John terlihat sangat tertekan dan frustasi, ia harus terjebak dengan permainan yang telah ia buat. Laura, wanita yang ia bayar untuk menjadi kekasih pura-puranya kini menjadi wanita yang mampu membuatnya jatuh cinta.
Tatapan John kini tertuju pada pintu ruangannya yang terbuka dan terlihatlah seorang pria tampan dengan badan yang terlihat sangat besar dan kekar. Pria itu tersenyum dan menghampirinya. John tidak bisa berkata-kata karena ia merasa sangat bahagia dapat bertemu kembali dengan William, kakaknya yang sudah sangat lama tidak ia temui.
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu John?" Tanya William sambil menepuk bahu John.
"Seperti yang kau lihat. Aku selalu baik-baik saja, harusnya aku yang bertanya padamu. Apa kau baik-baik saja? Atau ada sesuatu hal yang terjadi dan kau datang kesini untuk menceritakannya padaku?" Tanya John yang sudah sangat yakin jika kedatangan William menemuinya hanya akan menceritakan masalah rumah tangganya. Seperti itulah ketiga kakaknya hanya datang dan menceritakan semua masalah mereka tanpa memikirkan bahwa kali ini John pun sedang dihadapkan dengan sebuah masalah.
William hanya tertawa mendengar ucapan yang keluar dari mulut John. "Kau tahu saja," Ucap William sambil tertawa. "Aku sudah resmi bercerai dengan istriku John," Ucap William dengan suara yang terdengar sangat pelan, mungkin William merasa sangat hati dengan mantan istrinya itu.
"Aku ikut sedih mendengar kabar burukmu itu kak," Ucap John sambil memeluk William dengan sekilas dan kembali duduk di kursinya.
William terlihat menghela nafas, "Sejak awal aku sudah merasa tidak cocok dengan pilihan nenek. Dan terbuktilah sekarang, pernikahan kami hanyalah seumur jagung," Ucap William sambil menatap wajah adiknya itu.
John merasa semakin tertekan dan kembali teringat ancaman Agatha, jika dalam waktu tiga bulan ia masih belum menikah dengan Laura maka Agatha akan kembali menjodohkan John dengan wanita pilihannya. Dan John tidak ingin semua itu terjadi.
__ADS_1