
Laura kini berdiri sambil memperhatikan dirinya melalui pantulan cermin yang berada dikamarnya itu. Ia tersenyum saat melihat dirinya yang terlihat sangat cantik dengan menggunakan dress berwarna kuning pastel dengan rambut yang ia biarkan tergerai dengan sangat indah. Tidak lupa ia pun memoleskan sedikit make up di wajahnya agar terlihat lebih sempurna.
Laura kini terlihat sangat senang, dari wajahnya yang selalu berbinar. Laura merasa sangat bahagia karena hari ini ia akan kembali menemui Agatha, nenek dari John yang selalu memperlakukannya dengan sangat baik dan penuh dengan kelembutan.
Pertemuannya dengan Agatha bagaikan sebuah anugerah yang telah dikirimkan oleh tuhan untuk Laura, karena disaat ia merasa tidak ada satu orang pun yang menyayanginya tapi Agatha selalu bersikap seolah wanita paruh baya itu sangat menyayangi Laura. Dan Laura merasa sangat bahagia karena kembali merasakan kasih sayang yang selama ini telah hilang dari hidupnya, meskipun ia mempunyai seorang kakak namun kakaknya itu hanya sibuk dengan hidupnya sendiri.
Tatapan Laura kini tertuju pada kakaknya yang masih saja sibuk dengan laptop yang berada di hadapannya. Seperti itulah kakaknya, selalu saja sibuk dengan urusan pekerjaannya tanpa pernah sedikit pun menanyakan soal kehidupan Laura.
"Aku pergi," Ucap Laura dan pergi keluar meninggalkan kakaknya yang sama sekali tidak memberikan jawaban. Dan itu menjadi hal yang biasa untuk Laura, kakaknya seolah tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh Laura. Dan oleh sebab itu Laura selalu merasa kesepian saat berada di apartment miliknya.
***
Kini Laura sudah berada di dalam mobil mewah milik John, suasana di mobil kini tidak secanggung saat pertama kali mereka bertemu. John selalu meminta Laura untuk bersikap seolah mereka adalah seorang teman yang tidak canggung saat mereka sedang bersama, dan tentunya Laura tidak akan pernah menolak jika John membayarnya dengan harga yang tinggi.
Laura sibuk membenarkan posisi duduknya yang terasa kurang nyaman, "Nenekmu meminta untuk bertemu denganku lagi?" Tanya Laura sambil menatap wajah John dengan sangat serius, dan membuat pria yang sedang sibuk dengan setir itu pun merasa salah tingkah saat ditatap oleh Laura.
__ADS_1
John melirik sekilas kearah Laura dan kembali fokus pada jalanan didepan, "Ya, mungkin rencana kita sudah berhasil sehingga membuat nenekku sangat menyukaimu," Ucap John yang terdengar sangat singkat dan juga dengan ekspresi yang sangat dingin.
Laura pun hanya tersenyum saat mendengarkan ucapan dari kekasih pura-puranya itu. Walaupun sebenarnya banyak sekali yang terlintas dalam pikiran Laura tentang Agatha. Mungkinkah rencana mereka berhasil? Atau malah sebaliknya yang akan menjadi bumerang untuk John? Bagaimana jika Agatha meminta dirinya untuk segera menikah dengan John? Laura pun menepis pikirannya itu, John lah yang harus mengurus itu semua, tugas Laura hanyalah menjadi kekasih pura-pura pria bernama John itu.
Mobil milik John kini sudah terpakir sangat rapih di garasi yang berada di rumah mewah itu, Laura terkejut saat melihat banyak sekali mobil mewah yang terparkir rapih di garasi itu. Laura semakin yakin bahwa John bukanlah orang yang sembarangan, sudah dipastikan bahwa pria itu sangatlah kaya.
Tatapan Laura kini tertuju pada rumah yang berwarna serba putih dengan kemewahan yang sangat luar biasa, Laura pun mulai berpikir licik untuk mendapatkan uang yang lebih banyak dari pria itu. Laura memang sangat pintar dalam memanfaatkan situasi yang ada, dan Laura sangat yakin jika John pun mengerti Laura.
"Kenapa? Kau jangan terlihat seperti orang yang tidak pernah merasakan kemewahan. Berprilaku lah layaknya kau juga orang yang kaya," Ucap John yang terkesan sangat sombong dan membuat Laura memutarkan kedua bola matanya dengan malas.
Langkah Laura dan John pun semakin mendekat ke pintu utama rumah mewah itu, dan kini tatapan Laura tertuju pada Agatha yang sudah menyambutnya dari dalam dan Laura pun tersenyum sambil berjalan mendekati Agatha dan memeluk wanita paruh baya itu.
Agatha melepaskan pelukannya dari Laura, "Masuklah, aku sudah membuatkanmu makanan yang sangat spesial," Ucap Agatha sambil berjalan merangkul Laura, Agatha terlihat sangat menyayangi Laura dan menganggapnya sebagai cucu sendiri.
John yang melihat kedekatan antara Laura dan Agatha pun hanya tersenyum, ia merasa sangat bahagia karena rencananya sudah sangat berhasil. Terbukti kini Agatha sangat memperlakukaK Laura dengan sangat baik, dan John berpikir semoga saja Agatha tidak meminta dirinya menikah dalam waktu yang dekat dengan Laura.
__ADS_1
Laura tersenyum saat seorang anak perempuan datang menghampirinya dengan sangat lucu, Laura sejak dulu sangat menyukai anak kecil. Terlihat kini ia sangat menyambut hangat anak perempuan yang terlihat masih dibawah umur 5 tahun itu.
"Aunty senang bertemu denganmu," Ucap Chloe sambil memeluk Laura dan membuat Laura tersenyum membalas pelukan anak wanita itu.
Laura menatap anak perempuan itu dengan sangat gemas, "Kau sangat cantik sekali. Senang juga bertemu denganmu," Ucap Laura kembali memeluk anak kecil itu.
***
Setelah acara makan malam selesai Laura diajak untuk berkumpul di taman belakang blersama dengan Angel dan juga keluarga John yang lain. Kakak perempuan John terlihat sangat menyukai Laura dan menyambut Laura dengan sangat hangat terlihat dari sikapnya yang selalu ingin dekat bersama Laura.
Angel menatap wajah Laura dengan penuh kagum, "Kau sangat cantik sekali Laura," Ucap Angel sambil memeluk Laura dengan penuh kehangatan sambil tersenyum dan membuat Laura yang b7erada di samping John pun ikut tersenyum. Laura merasa sangat bersyukur karena diperkenalkan dengan keluarga John yang terlihat sangat ramah bahkan menyambutnya dengan penuh kehangatan.
"Kalau begitu kapan kalian menikah?" Tanya Angel yang membuat John dan juga Laura langsung saling menatap dengan sekilas. Pertanyaan dari Angel membuat perasaan Laura menjadi sangat tidak enak, apalagi melihat wajah John yang seperti tidak nyaman dengan pertanyaan seperti itu.
"2 atau 3 tahun lagi. Aku tidak ingin terlalu cepat, aku khawatir akan sepertimu. Jadi aku dan Laura memilih untuk menikmati dulu masa pacaran kita," Ucap John sambil tertawa sangat keras dan berhasil membuat kakaknya itu terlihat sangat kesal.
__ADS_1
Laura merasa sangat bahagia bisa berkumpul dengan keluarga John meskipun ada beberapa yang tidak bisa ikut berkumpul malam ini, tapi Laura sudah merasa cukup ditambah ia semakin dekat dengan Angel, kakak perempuan dari John yang mungkin kedepannya bisa saling bertukar pikiran.