Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Bab 57


__ADS_3

Wajah Jasmine langsung pias, jantungnya seakan berhenti berdetak saat itu.


"Aku sangat terkejut saat Tya mengirim foto ini kedalam grup beberapa wakt lalu. Apa kalian tidak melihat grup sekolah?" tanya Ayu


Rangga mengambil ponsel dan melihat tulisan kertas yang terpasang di mading sekolah. Jasmine dan Rangga belum melihat itu karena keduanya berada di perjalanan menuju ke sekolah


"Tapi kertas itu sudah langsung di buang oleh Ibu Desy" ucap Ayu


Tubuh Jasmine bergetar, gadis itu sedang menahan gemuruh didalam dadanya. Harga dirinya terasa diinjak injak sekarang, gadis itu percaya dan sangat yakin apa yang dikatakan Rangga kepadanya itu benar, Mereka tidak sampai menyatu dan dia masih perawan, meski dia sadar jika dia dan Rangga melakukan lebih dari sekedar ciuman, dan semua itu di luar kendali dirinya.


"Ini bener bener gak bisa di biarin! Ini fitnah namanya!" ucap Rangga


"Itu gak bener kan Jas? aku yakin itu kerjaan chika! siapa sih di sekolah ini yang gak seneng sama kamu?!" ucap Ayu


Rangga melihat tulisan di foto mading itu lagi, dari goresan spidol itu seperti tidak asing tulisan siapa. Rangga langsung teringat dulu Chika pernah menulis surat cinta untuknya tapi Rangga tidak pernah membalas perasaan gadis itu.


"Kamu benar! ini tulisan Chika!" Rangga benar benar yakin jika itu benar tulisan Chika,


Jasmine berdiri dari tempat nya dengan menggenggam erat kedua tangannya dengan wajah merah menahan emosi


"Dia benar benar keterlaluan!" ucap Jasmine merasa sangat kesal dan kali ini Chika benar benar keterlaluan. Lalu Jasmine beranjak dari tempat duduknya begitu juga Rangga dan Ayu


"Aku akan buat perhitungan dengannya!" ucap Jasmine lalu berjalan menuju ke kelas Chika. Rangga dan Ayu pun mengikuti langkah Jasmine di belakangnya.


Jasmine tidak peduli semua siswa dan siswi menatap berbeda kepadanya, gadis itu tidak akan takut lagi menghadapi Chika karena Rangga akan selalu mendukungnya


"CHIKA!"


Jasmine masuk dan langsung memanggil Chika yang saat itu, chika sedang mendengarkan musik menggunakan earphone nya. Chika melihat Jasmine dan Rangga, tapi gadis itu pura pura tidak melihat.


Banyak siswa dan siswi melihat Jasmine, Rangga dan Ayu masuk kedalam kelas, semua tampak berbisik bisik dan melihat apa yang akan di lakukan Jasmine.


"Jangan pura pura gak denger kamu!" Sungut Ayu melihat Chika santai saja


Chika melihat Jasmine, Rangga dan Ayu berdiri di depan mejanya


"Kenapa kalian kesini? aku tidak ada urusan dengan kalian" ucap Chika berusaha menyembunyikan rasa takutnya saat melihat Rangga menatapnya sangat dingin


"Jangan pura pura bodooh kamu! kamu kan yang buat tulisan di mading sekolah?!" sarkas Jasmine menatap Chika dengan sangat tajam


"Jangan asal nuduh kamu! apa kamu punya bukti??" sungut Chika lalu berdiri dan menatap Jasmine tanpa rasa takut


"Aku tau itu tulisan mu !" ucap Rangga


"Kalian menuduhku tanpa bukti! kalau kamu marah begini, berarti benar dong apa yang sedang di beritakan! KAMU GAK PERAWAN LAGI!"


Plaaaakkkkkk

__ADS_1


Tamparan keras Jasmine langsung mengenai wajah putih mulus Chika dan berbekas merah.


Chika terperangah saat mendapatkan tamparan keras itu, bahkan semua orang juga menganga mulutnya saat melihat Jasmine yang biasanya diam, kalem dan lemah lembut itu bisa sampai menampar orang dengan begitu keras.


Chika meremat tangannya sendiri dengan begitu kuat, gadis itu terpancing oleh apa yang di lakukan Jasmine kepadanya. SIALAN!


Chika menatap tajam Jasmine dengan muka sangat merah. Tangannya terangkat dengan cepat dan akan memukul Jasmine balik namun dengan cepat Jasmine menahan tangan Chika dengan sangat kuat!


Keduanya saling beradu tatap dengan sorot mata penuh kebencian


"SELAMA INI AKU DIAM! TAPI KALI INI KAMU BENER BENER KETERLALUAN CHIKA!" ucap Jasmine dengan begitu berani, ntah keberanian dari mana gadis itu


"Gak usah munafik kamu! memang benar kan kamu itu sudah GAK PERAWAN!" ucap Chika dengan penuh penekanan.


Jasmine membanting tangan Chika dan menunjuk wajah gadis itu


"JAGA UCAPANMU!" ucapnya dengan mata tajam


"Aku mengatakan FAKTA! Kemarin kamu pergi dari acara bersama Rakha saat dalam pengaruh obat! Apa lagi yang akan kalian lakukan selain menuntaskan hassrat didalam tubuhmu itu!" ucap Chika dengan sinis, tanpa dia sadari saat ini dia sedang menggali kuburnya sendiri.


Deg!


Jasmine dan Rangga berfikir sama, berarti yang memberi obat kepada Jasmine adalah Chika


"Kenapa diam?! Gak bisa jawab kan?! DASAR MUNAFIK!" Ucap Chika


Tapi sayang, Jasmine malah tersenyum getir merasa miris melihat Chika sekarang yang sedang memperolok dirinya


"Kamu tau apa?! kamu yakin aku pulang sama Rakha?!" tanya Jasmine dan Chika menatap tajam Jasmine


"YA, Aku yakin! karena aku melihatnya sendiri!" jawab Chika dengan lantang


"Tapi kamu salah Chika! AKU PULANG BERSAMA KAK RANGGA!" Ucap Jasmine dengan tersenyum mengejek lawan nya sekarang.


"BOHONG!" ucap nya dengan cepat


"Bohong?!"


"Kak, katakan apa kemarin kita pulang bersama?" tanya Jasmine saat menatap calon suaminya, eh Rangga


"Ya, kita pulang bersama dan aku membawamu kerumah sakit" Jawab Rangga dengan masih menatap Jasmine


"Kamu dengar? Aku pulang bersama kak Rangga, buka Rakha! dan aku semakin yakin, obat yang aku minum kemarin itu kamu yang mencampurkan kedalam minumanku!" Ucap Jasmine dengan menunjuk wajah Chika


Chika menampik tangan Jasmine dan menatap Jasmine dengan rasa kebencian semakin besar


"Jangan asal Nuduh kamu! atau aku akan,,,"

__ADS_1


"Akan apa?! kamu mau mengancam ku lagi?! iya?! Sorry chika, sekarang aku gak takut! aku punya orang orang yang akan melindungi aku! coba lihat kamu sekarang?! kamu sendirian! gak punya teman! itu karena kamu terlalu jahat ! "


Rangga terkagum kagum saat melihat Jasmine sudah berani melawan Chika. Awalnya Rangga ingin membalas perbuatan chika, tapi melihat Jasmine bertindak sendiri, maka Rangga hanya akan berdiri di belakang gadis itu dan melihat apa yang dia akan lakukan.


Chika mengambil tas ny dan berniat untuk pergi, namun dengan cepat Ayu mencekal kedua tangan Chika


"Mau kemana kamu hah?!" Sarkas Ayu


"LEPASIN!" teriak Chika meronta ronta tapi Ayu tidak mau melepaskan Chika


"Enak saja kamu mau kabur setelah membuat kekacauan! kamu harus mempertanggung jawabkan apa yang kamu lakukan pada Jasmine!" Ucap Ayu dengan lantang. Gadis yang pandai bela diri itu semakin mengeratkan cekalan nya dan membuat Chika tidak berkutik, setelah itu Ayu melepas dasi dan mengikat kedua tangan Chika ke belakang dengan kuat.


Chika terus meronta tapi sungguh sangat kuat sekali ikatan ayu


"Sakit bodooh!" sarkas Chika


"DIAM LU!" sarkas Ayu


"Kita bawa kemana dia sekarang?! ke gudang kosong yang banyak tikusnya atau kita ceburin ke got aja?!" ucap Ayu


"Bawa ke kepala sekolah saja, biar dia di keluarkan dari sekolah! gadis jahat begitu tidak pantas sekolah disini!" cetus seorang teman di kelas saat mendengar ucapan ayu


"Iya, bawa aja ke kepala sekolah biar di adili!" sahut yang lainnya


"JALAN!" ayu mendorong Chika dan membawa gadis itu keluar dari kelas, melihat Ayu garang begitu, membuat jantung Gerry semakin berdebar


Gilaa! keren banget ayu!. Gerry membatin


"Teman teman semua, saya ingin mengklarifikasi atas berita yang di sebarkan Chika itu gak benar ya, kemarin aku di bawa kak Rangga ke rumah sakit dan mendapat penangan dari dokter" ucap Jasmine memberi penjelasan kepada teman temannya


"Iya Jasmine, kami percaya sama kamu" ucap teman teman yang lain


"Terima kasih ya kak,," ucap Jasmine dan Rangga mengangguk dengan tersenyum


Dibalik senyum nya, banyak makna yang tersirat!


.


.


.


.


Menang banyak lu Ngga! 🤣


Maaf ya, 2 hari gak update, 2 bocilku lagi pada demen dan bapil jadi gak bisa nulis 🙏🥺

__ADS_1


__ADS_2