
Laura membaringkan tubuhnya dan kembali teringat pada ucapan John tadi. Apakah dengan ia menikah dengan John akan membuat Agatha bahagia? Tapi Laura berpikir kembali, apakah nantinya pernikahan ia dan John akan berjalan dengan baik, dan John bisa membahagiakannya? Sepertinya Laura tidak yakin kalau John bisa membuatnya bahagia.
Lamunan Laura buyar dengan seketika saat mendengar ponsel miliknya berbunyi yang menandakan ada sebuah notifikasi pesan masuk. Dengan cepat Laura langsung meraih ponselnya dan segera membaca siapa yang mengirimnya pesan larut malam seperti ini.
Deg! Pesan yang ia terima ternyata dari John, Laura terkejut karena didalam pesan singkat yang dikirimkan oleh John. Karena pria itu mengatakan bahwa Agatha dan Robert sudah mengetahui semua sandiwara yang telah dilakukan oleh dirinya dan juga oleh John.
"Sudah ku duga akan terjadi seperti ini. Tapi dari siapa mereka mengetahui tentang kebohonganku dan juga John?" Lirih Laura sambil terlihat seperti orang yang kebingungan.
Dalam hati Laura merasa sangat sedih, karena ia sangat yakin jika Agatha dan robert akan membencinya atau bahkan tidak pernah ingin untuk bertemu dengannya lagi. Andai saja John mendengarkannya dari awal pasti semuanya tidak akan terjadi seperti ini. Namun begitulah sikap John yang selalu saja keras untuk di beritahu hal yang baik, pikir Laura tentang John.
__ADS_1
Laura dengan cepat membalas pesan dari John yang memintanya untuk bertemu besok malam di cafe yang biasa mereka bertemu. Dan Laura menyetujui permintaan John tersebut, karena sebenarnya Laura pun sangat penasaran bagaimana bisa Agatha bisa mengetahui sedangkan dirinya dan John belum memberitahunya secara langsung pada mereka.
***
Besok paginya, John mencoba untuk menghampiri Agatha yang sedang sibuk di meja makan sambil menyiapkan sarapan untuk para penghuni di rumah mewah itu. Namun Agatha sama sekali tidak melirik dan bahkan tidak peduli dengan kehadiran John di dekatnya, dan itu berhasil membuat John merasa sedih.
Agatha menggelengkan kepalanya, "Gracia! Kau tahu wanira yang bernama Gracia itu? Aku sangat kecewa padamu dan juga Laura! Kalian tega membohongiku seperti ini. Sedangkan kau tahu John, kalau aku sangat menyukai dan menyayangi Laura seperti aku menyayangi cucuku sendiri!" Ucap Agatha menatap tajam wajah John dan langsung melangkahkan kakinya meninggalkan John yang masih diam mematung di depan meja makan.
Hati John bagai tertusuk oleh banyak duri, sebelumnya ia tidak pernah melihat Agatha marah besar seperti ini. Andai saja John tidak melakukan permainan bodoh seperti itu pasti ia tidak akan pernah melihat kemarahan Agatha dan juga raut wajah Agatha yang terlihat sangat kecewa.
__ADS_1
"Maafkan aku nek, aku menyesal karena berbohong padamu" Lirih John dengan raut wajah yang penuh dengan penyesalan.
John mengacak rambutnya dengan kasar
"Apa yang harus ku lakukan sekarang?" Tanya John pada dirinya sendiri.
John kembali teringat pada ucapan Agatha tadi tentang siapa yang memberi tahu kebohongannya kepada Agatha. John merasa sangat marah ketika mendengan nama Gracia, karena dengan lancang wanita itu mencampuri urusannya. John mengepalkan tangannya, kali ini ia merasa sangat kesal dan berniat untuk segera mendatangi Gracia dan menanyakan apa maksud wanita itu mencampuri urusannya.
"Kau berurusan dengan ku Gracia!"
__ADS_1