
Jasmine dan Rangga sudah masuk kedalam apartemen mereka. Kemudian keduanya melepas sepatu dan meletakkan di rak sepatu.
"Kak,," ucap Jasmine dan Rangga menoleh
"Apa sayang?" jawab Rangga lalu melemparkan tasnya ke sofa, sudah gatal tangan pemuda itu sejak tadi ingin memeluk istrinya
Di tariknya tangan Jasmine perlahan hingga kini gadis itu sudah dalam pelukan. Jasmine tidak diam saja, nyatanya di peluk Rangga itu bikin ketagihan.
"Mau ngomong apa?" tanya Rangga
"Aku,, kasihan sama kakak. Aku,, gak mau kakak kecapekan karena jualan ini. Nanti pikiran kakak gak fokus buat ujian yang sebentar lagi" ucap Jasmine
Rangga mengendurkan pelukannya dan keduanya saling menatap
"Gimana kalau kita cari orang buat bantu bantu kak?" tanya Jasmine
Rangga tersenyum lalu mengangguk pelan
"Boleh, tapi gak bisa cepet, kita harus benar benar menyeleksi orangnya.. sementara itu kita minta bantu orang rumah. nanti biar dikirimkan sebagian pelayan dari rumah opa" jawab Rangga kemudian membelai wajah Jasmine dengan sangat lembut
"Iyah,,, yang penting kakak gak kecapekan" jawab Jasmine
"Perhatian banget sih,," dicubitnya pipi Jasmine dengan rasa gemas
"Ya percuma kalau banyak uang tapi badan sakit, ujungnya ujungnya nanti masuk rumah sakit" jawab Jasmine dengan bibir mencibik sambil memukul dadaa Rangga
"Lah, rumah sakit punya opa, gratis" ucap Rangga
"Tapi kan kalau bisa jangan sakit kaaak!" jawab Jasmine
"Iya iya sayangkuuuuu!"
__ADS_1
Cup
Cup
Cup
Kecupan bertubi tubi di layangkan Rangga di seluruh wajah Jasmine tanpa celah, terakhir Rangga melahap Cherry manis kesukaannya dengan begitu lembut. Kalau sudah begini, Jasmine sudah pasti pasrah
Rangga mendudukkan Jasmine di pangkuannya saat pemuda itu sudah berhasil mendaratkan dirinya diatas sofa yang empuk, tanpa melepas sesapannya kini beralih tangannya yang tidak bisa diam sudah berkelana kemana mana.
ught!
Ntah sejak kapan Rangga sudah kembali menjadi bayi besar, Jasmine tidak bisa berkata kata, otaknya seperti kembali tidak waras hingga yang bisa dia lakukan adalah menjambak rambut Rangga saat merasa itu terlalu kuat tapi nikmat
Ting tung
Jasmine tersadar lalu mendorong kelapa Rangga hingga tubuhnya menabrak sandaran sofa.
"Gak tau, kamu kedalam gih ganti baju" ucap Rangga lalu menurunkan Jasmine dari pangkuannya
"Iya" Jawab Jasmine
Gadis itu menunduk sedikit dan melihat tubuhnya sudah seperti macan tutul, putih dengan corak totol totol
"Udah jangan dilihatin terus! cepet masuk" ucap Rangga yang sudah berdiri di depan pintu dan siap membuka pintu, sedang jasmine masih bergeming di tempatnya tadi sambil melihat tubuhnya sendiri.
"Iya" jawab Jasmine lalu berlari ke kamar mereka.
Setelah memastikan Jasmine masuk, barulah Rangga membuka pintu apartemennya.
Klik
__ADS_1
Rangga terkejut saat melihat ada Ayu dan Gerry berdiri di depan pintu
"Ayu? Gerry?!" ucap Rangga dengan wajah terkejut
"Assalamualaikum" ucap Gerry
"Wa'alaikumsalam, ada apa kalian kemari?" tanya Rangga sedikit tegang,
"Kami datang ingin membantu kamu jualan,, siapa tau kamu kewalahan" jawab Gerry
"Jasmine mana?!" tanya Ayu penuh selidik, pasalnya tadi Jasmine pulang bersama Rangga dan sekarang, penampilan Rangga tidak serapi saat tadi di sekolah. Rambutnya sedikit berantakan dan bajunya juga terlihat kusut kalau dari wajahnya tidak ada yang mencurigakan.
"Siapa kak?!"
Deg!
Jasmine yang baru saja selesai ganti baju dan keluar dari kamar begitu kaget saat melihat Ayu dan Gerry di depan pintu, bukan hanya Jasmine yang kaget, Gerry dan Ayu juga ikut kaget saat melihat Jasmine keluar dari kamar dan sudah berganti pakaian.
"Kalian berdua ngapain berduaan disini hah?!"
.
.
.
.
.
Jawab lu bedua 🤣
__ADS_1