Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Bab 56


__ADS_3

Semua orang tua duduk di sofa sambil membahas rencana akad nikah Rangga dan Jasmine. Acara itu nanti hanya akan di adakan secara tertutup, keluarga terdekat saja yang di undang. Sementara itu Rangga sedang duduk menemani Jasmine yang sejak tadi memalingkan wajahnya, gadis itu sangat malu, dan sedih, karena sebenarnya dia belum siap untuk menikah muda, tapi karena kejadian ini dia tidak memiliki pilihan lain


"Jasmine,,, kok lihat ke samping terus? kenapa gak mau lihat kakak?" tanya Rangga dengan pelan


"Malu,," jawab Jasmine lalu menunduk


"Kamu gak salah, ini semua terjadi diluar kendali kamu. Berhenti menyalahkan diri sendiri" ucap Rangga


"Tapi, semuanya karena aku kak,," ucap Jasmine lalu menatap Rangga.


Melihat ke arah Rangga membuat Jasmine kembali teringat kejadian saat di dalam mobil. Gadis itu bisa melihat dengan jelas bekas hisapan di leher Rangga, dia saja ngeri sendiri melihatnya


"Lihat apa?" tanya Rangga saat mengikuti arah pandang calon istrinya


"Lihat ini?" tanya Rangga lagi sambil menunjuk bekas hisapan Jasmine.


Wajah Jasmine memerah, dia merasa tidak yakin itu perbuatannya. Dia masih sangat polos, tidak mungkin bisa membuat seperti itu. Tapi gadis itu mengangguk lalu memalingkan wajahnya ke samping karena sangking malunya.


"Ini hasil karya kamu, sebagai bukti jelas dan kamu tidak akan bisa mengelak karena ini kamu yang buat" Rangga menahan kekehan nya saat melihat Jasmine sedang menyembunyikan wajahnya


"Ya, aku tau!" jawabnya tanpa melihat Rangga. Ingin rasanya gadis itu menghilang saja dari planet ini.


Saat sedang berbicara, ponsel Angga berdering. Lalu Angga melihat ternyata orang suruhannya yang menelfon. Kemudian Angga segera mengangkat telfonnya


"Maaf boss, acara sudah bubar, penyedia catering juga sudah pulang, di sekolah sudah sepi dan parahnya CCTV di matikan sejak acara itu di mulai. Saat ini kami sedang menuju ke penyedia catering, karena itu satu satunya jalan untuk menangkap orang itu,"


"Terus kejar orang itu sampai dapat!"


Setelah memutuskan sambungan telfonnya, Angga di hujani banyak pertanyaa nya


"Bagaimana kak? apa yang mereka katakan?" tanya zara


"Apa orangnya sudah di tangkap?" tanya Dinda


"Acara sudah bubar, CCTV di gedung itu sejak acara di mulai sudah di matikan oleh pelakunya dan kini orang suruhanku sedang menuju ke tempat penyedia catering " jawab Angga


"Ya Allah, semoga orang itu segera di tangkap!" ucap Dinda merasa tidak tenang karena bisa saja orang itu masih akan mencelakai putrinya.


Karena kondisi Jasmine sudah kembali stabil, gadis itu tidak perlu menginap di rumah sakit. Sore itu Jasmine langsung di bawa pulang ayah dan bundanya, sedang Rangga pulang kerumah bersama papa dan mamanya. Saat sampai di rumah, Rangga langsung di hadang Opa, oma, Om dan Aunty nya. Mereka semua sangat kaget dengan apa yang menimpa Jasmine dan Rangga. Kemudian mereka semua mengadakan rapat keluarga.

__ADS_1


"Jadi kapan Rangga dan Jasmine akan dinikahkan kak?" tanya Liora


"Hari jumat nanti di rumah pak Dika" Jawab Angga


"Meski hanya akad nikah saja, tapi tetap kita harus menyiapkan seserahan sebagaimana mestinya" ucap Ibu Marissa


"Iya ma, Zara juga setuju. Masih ada waktu untuk menyiapkan semuanya besok" jawab Zara


"Kamu ya, kecil kecil jadi manten!" ucap Liora dengan menepuk bahu keponakannya


"Namanya juga kecelakaan ly" jawab Zara.


Rangga diam saja, dia hanya mendengar obrolan keluarganya saat membahas acara akad nikahnya nanti. Saat ini dia sedang berfikir, setelah menikah nanti apa yang akan dia lakukan, sebagai kepala rumah tangga, dia harus memiliki rencana yang matang. Menjadi suami yang baik untuk Jasmine dam bekerja keras untuk keluarga kecilnya. Rangga kepikiran untuk membeli rumah sendiri untuk mereka berdua nanti.


"Ma,, pa,, apa boleh aku membeli rumah sendiri? aku ingin setelah menikah nanti, kami belajar hidup mandiri. Aku akan bekerja keras" ucap Rangga dan semua orang menatap serius ke padanya


"Serius kamu? kenapa tidak tinggal disini saja?" tanya Ibu Marissa


"Aku serius oma, aku ingin bertanggung jawab dengan pernikahanku, aku ingin menjadi kepala keluarga,," jawab Rangga


"Tinggal saja di apartemen papa" ucap Angga


"Awas, jangan bikinkan papa mu cucu dulu, tunggu sampai kalian berdua dewasa!" kekeh Liora


Angga langsung mendelik matanya saat menatap adiknya.


Rangga awalnya juga kepikiran ingin tinggal di apartemen papanya, tapi itu kan milik papanya bukan miliknya. Tapi mungkin itu lebih baik untuk sekarang, tentu membeli rumah juga harus mendapat persetujuan dari Jasmine karena mereka berdua yang akan tinggal disana. Rangga setuju dengan usulan papa dan mama nya untuk tinggal di apartemen setelah menikah dengan Jasmine nanti.


...............


Hari berikutnya,,,,


Rangga dan Jasmine baru saja sampai di sekolah. Keduanya terlihat sedikit canggung, meski sejak tadi berboncengan. Rasanya sangat berbeda dari biasanya, jantung keduanya bisa 2x lipat berdetak tak karuan, setelah tau besok keduanya akan menikah dadakan. Tidak ingin bolos sekolah, keduanya tetap berangkat ke sekolah karena sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional jadi tidak boleh banyak bolos sekolah, dan tentunya tidak ada acara pingit pingitan..


"Ayo,," ucap Rangga dengan rona merah di pipi yang tidak bisa dia sembunyikan. Hanya bekas hisapan Jasmine yang dia bisa tutupi dengan foundation mamanya. Lalu Jasmine mengangguk dan berjalan bersama dengan Rangga menuju ke sekolah.


Saat melewati jalanan sekolah, Jasmine melihat tatapan siswa dan siswi lain terlihat berbeda kepadanya. Seperti sedang mencibir, menatap sinis dan sedang mengolok olok dirinya. Bahkan terdengar mereka sedang bisik bisik


"Kak, kenapa mereka menatapku berbeda ya kak?" tanya Jasmine kepada Rangga

__ADS_1


"Beda? apa iya?" ucap Rangga, yang tidak memperhatikan tatapan siswa lain, fokusnya hanya menatap Jasmine dengan perasaan bahagia, pada akhirnya dia tidak di tolak lagi saat mereka di jodohkan. Lalu Rangga melihat siswa siswi tapi mereka tampak biasa saja.


"Jasmine!"


Terlihat Ayu berlarian menuju ke arahnya


"Ada apa yu?" tanya Jasmine


"Aku,, mau ngomong sama kamu! ayo,, ikut aku!" ucap Ayu lalu menarik Jasmine untuk ikut.


"Hey, aku ikut!" ucap Rangga lalu mengikuti Jasmine dan Ayu


Ketiganya menuju ke taman belakang sekolah, lalu ketiganya duduk dan Ayu mengatur nafasnya sebentar sebelum bicara


"Ada apa yu?" tanya Jasmine


"Apa kamu tidak tau berita yang beredar di sekolah?" tanya Ayu


"Berita? berita apa?" tanya Jasmine terlihat bingung, sedang Rangga juga yang sepertinya tidak tau, cukup jadi pendengar lebih dulu


"Beneran gak tau?" tanya Ayu meyakinkan


"Beneran!" jawab Jasmine


"Apa benar , kamu sudah gak perawan lagi?!" tanya Ayu


Deg!


.


.


.


.


.


Wealah beritanya ngawur 🥴

__ADS_1


__ADS_2