Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Bab 53


__ADS_3

Jasmine sudah terbaring dengan mata terus terpejam di ranjang pasien. Gadis cantik itu juga sudah mendapat penangan medis dari dokter Zara. Sementara itu Dika dan Dinda berlarian dari parkiran rumah sakit menuju ke ruang rawat putrinya begitu mendapat kabar jika Jasmine masuk rumah sakit padahal tadi di sekolah terlihat baik baik saja.


"Dokter ini hasil nya" suster memberikan laporan kepada Zara


"Hah?! jadi benar dugaanku!" ucap Zara saat membaca hasil lab Jasmine, gadis itu telah meminum obat laknat.


Ceklek


Zara melihat ke arah pintu saat pintu itu terbuka ada Dinda dan Dika masuk kedalam


"Jasmine" Ucap Dinda sambil berlari masuk dan melihat kondisi Jasmine.


Karena sudah banyak orang di dalam ruangan itu, suster kemudian pamit keluar.


"Jasmine kenapa Ra?" Tanya Dinda pada Zara


"Pak Dika, lebih baik bapak sekarang pergi ke ruangan Kak Angga, dia sudah menunggu bapak disana" ucap Zara


"Oke"


Kemudian Dika keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju ke ruangan direktur rumah sakit. Lalu Zara mengajak Dinda untuk duduk bersama.


"Kak,, Kakak baca hasil lab ini" ucap Zara sambil menyodorkan hasil lab Jasmine


Dinda membaca dengan seksama dan sesaat kemudian ibu 3 anak itu menganga dengan wajah sangat terkejut


"Jasmine minum obat begini Ra?!" tanya Dinda


"Iya kak, dan papanya Rangga sudah menyuruh orang untuk mengusut tuntas masalah ini. Em,,,, tapi ada yang ingin aku ceritakan sama kak Dinda,,,"


"Apa Ra, ceritain semuanya" ucap Dinda merasa sangat penasaran

__ADS_1


"Tapi janji ya, kakak harus tetap berkepala dingin setelah mendengarnya" ucap Zara, dan setelah itu Zara menceritakan semua yang dia lihat kepada Dinda.


Sementara itu, Rangga ketar ketir saat berada di ruangan Angga dan menunggu Dika sampai di rumah sakit. Sedangkan kini Angga terlihat sangat sibuk menelfon


"Pokoknya cari tau siapa pelakunya! tangkap hidup ataupun mati! jika kalian gagal, maka kalian yang akan menanggung akibatnya!"


Rangga hanya mendengar papanya menelfon sejak tadi, menghubungi orang sana sini sedang Dika tak kunjung datang, membuat Rangga semakin gelisah.


Ceklek


Dika langsung membuka pintu karena begitu ingin tau kenapa putrinya sampai masuk rumah sakit. Sontak saja Angga dan Rangga melihat ke arah pintu


deg!


Rangga langsung tegang saat melihat wajah Dika yang kini terlihat sangat menyeramkan, tak kalah seram dengan papanya.


"Pak Dika, silahkan masuk pak" ucap Angga lalu mematikan sambungan telfonnya.


"Ada apa ini Ngga?" tanya Dika pada Angga


Angga menatap tajam Rangga, sedang Rangga terlihat langsung mendunduk.


"Om,, Rangga,, ingin menceritakan sesuatu pada Om,, soal Jasmine" ucap Rangga dengan suara bergetar.


Dihadapkan dengan dosen yang terkenal killer di kampus Kusuma Bangsa membuat Rangga seperti sedang di sidang.


"Cerita apa?" tanya Dika menatap serius pada Rangga


Rangga meneguk salivah nya dengan susah payah setelah itu dia mulai menceritakan semuanya dari awal kepada Angga dan Dika. Mendengar cerita Rangga, membuat darah Angga dan Dika seperti mendidih


"Aku sudah berusaha menolak Om, bahkan aku beberapa kali menghentikan mobil karena tidak fokus menyetir, tangan Jasmine kemana mana, dan saat aku melihat ada apotik, aku berhenti lalu membeli obat tapi reaksinya tidak langsung... "

__ADS_1


Dika mengepal kuat, Jantungnya seolah berhenti berdetak saat mendengar cerita Rangga. Tidak ingin rasanya dia mempercayai semua, Rangga terkejut saat tiba tiba Dika menarik baju batiknya hingga dapat terlihat jelas bekas hisapan Jasmine pada tubuh pemuda itu.


"Jadi apa yang kalian lakukan di mobil Hah?!" terlihat kilat amarah dari sorot mata Dika. Sedang Angga juga ingin sekali marah, tapi setelah mendengar cerita Rangga, kesalahan itu bukan sepenuhnya salahnya, dan Angga yakin jika Rangga tidak mungkin memperawani Jasmine di dalam mobil, mengingat putranya itu sangat menyukai gadis itu bahkan rela menjaganya.


glek!


Rangga menelan salivah nya lagi dengan susah payah, rasanya seperti sedang di kulit, tapi dia sudah berjanji akan menghadapi semuanya, jadilah pemuda itu memberanikan diri untuk menjawab


"Ciuman om,,," jawab Rangga terpotong


"Hanya itu?!" Rahang Dika semakin mengeras, amarahnya ingin sekali meledak sekarang


"Ber,, cumbuu,, sampai di situ saja Om, Aku tidak menyentuh area terlarang Jasmine! aku berani bersumpah!" ucap Rangga dengan bergetar.


Dika melemah, lalu mendorong Rangga hingga kembali duduk. Dika sangat khawatir dan takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada putrinya dan akan menghancurkan masa depannya.


"Aku, minta maaf om,,,"


.


.


.


.


.


Dimaafin gak Pak Dosen? 😐


Nih calon mantu mu 😌

__ADS_1



__ADS_2