Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Bab 48


__ADS_3

"Aku Rindu"


Dua kata itu membuat jantung Jasmine berdetak tak karuan. Sangat jelas di indra pendengarannya dan begitu terasa hangatnya saat Rangga memeluknya.


Jasmine terdiam, meresapi semua rasa yang ada


"Kenapa diam saja?" tanya Rangga tanpa melepas pelukan nya pada Jasmine.


"Aku,,, aku harus jawab apa kak?" jawab Jasmine dengan terbata menahan debaran jantungnya yang tak normal


Kemudian Rangga melepas pelukannya dan membalik Jasmine agar berhadapan dengannya. Kini Rangga dapat melihat wajah cantik itu bersemu merah.


"Harusnya kamu katakan juga kalau kamu rindu denganku" ucap Rangga menatap Jasmine dengan tatapan penuh cinta. Anggap saja Rangga sudah tergila gila pada gadis cantik itu, tapi memang begitu kenyataannya


"Untuk apa mengatakan itu kak? sedang kita bertemu setiap hari" jawab Jasmine dengan wajah polosnya. Gadis itu memang tidak mengerti bagaimana harus bersikap, sedang dirinya tidak pernah bersikap lebih pada siapapun apalagi pada lelaki


Rangga menghela nafas berat, memang sedikit susah menularkan virus cinta pada gadis polos seperti Jasmine, lebih enak mengajaknya bicara soal matematika daripada pada soal cinta, gadis itu benar benar harus di ajarkan lebih banyak agar tau bagaimana memperlakukan orang yang dia cinta nanti, lalu Rangga melepaskan tangannya dari bahu Jasmine


"Ini untukmu" Rangga menyodorkan kotak berbentuk hati berwarna merah untuk Jasmine


"Ini,, apa kak? aku tidak sedang ulang tahun" jawab Jasmine. Sungguh Jasmine bukan seperti gadis kebanyakan yang menyukai Rangga, Jika gadis lain sudah pasti bersorak gembira saat di beri hadiah oleh Rangga, tapi Jasmine malah terlihat bingung. Malah sikapnya yang begini, bisa membuat hati Rangga bergetar


"Buka lah, ini hadiah dariku atas keberhasilan mu" ucap Rangga


Jasmine berkerut kening, menatap Rangga dengan tatapan yang sulit di mengerti


"Bukannya kakak yang lebih baik prestasinya?" Ucap Jasmine sambil membuka kotak merah itu, dan begitu terkejutnya Jasmine saat melihat isi di dalam nya adalah kalung bintang yang terlihat sangat cantik


__ADS_1


"Tapi itu untukmu, apa kamu suka?" tanya Rangga


"Sangat cantik, aku suka kak" jawab Jasmine dengan masih menatap kalung cantik itu.


Rangga sudah menduganya, karena dia tau jika Jasmine sangat menyukai bintang.


"Boleh kakak pakaikan?" tanya Rangga dan Jasmine mengangguk


Lalu Rangga mengambil kalung itu, sedang Jasmine menyibakkan Rambutnya yang panjang agar mempermudah Rangga memasangkan kalung untuknya. Jasmine melihat kalung cantik itu sudah melingkar di lehernya, begitu cantik dan dia sangat menyukainya.


"Kalung ini jangan kamu lepas ya,, kemana pun, kapanpun, dan dimanapun kamu harus terus memakainya, jangan sampai hilang" ucap Rangga setelah berhasil memasangkan kalung itu di leher Jasmine.


"Iya, Terima kasih kak" ucap Jasmine masih menatap kalung itu.


Jasmine terlihat begitu senang saat mendapatkan hadiah cantik dari Rangga. Rangga pun tersenyum ketika melihat wajah cantik itu memancarkan senyuman bahagia.


"Tapi,, aku tidak memiliki apa apa sebagai hadiah untuk kakak" ucap Jasmine lalu menatap Rangga dengan tatapan sendu,


Apa kak Rangga akan mencium ku ?. Jasmine membatin, Jantungnya semakin deg deg an saat Jarak wajah mereka sangat dekat, bahkan Rangga sudah memiringkan wajah nya.


"Please,,"


ucapan itu terdengar begitu lembuttt, sebuah permohonan Rangga kepada Jasmine.


Jasmine tidak mengangguk atau menggeleng, gadis itu sudah seperti patung yang tidak bisa bergerak, menolak saja dia tak mampu. Sungguh hati nya langsung bergetar saat merasakan bibirnya di sesap pelan dengan penuh perasaan. Mata keduanya terpejam dan keduanya hanyut semakin dalam...


"Kalung ini sangat cocok untukmu, kamu terlihat semakin cantik" ucap Rangga saat menyentuh kalung yang di pakai Jasmine


Deg!

__ADS_1


Jasmine yang memejamkan mata saat itu langsung membuka matanya cepat, dan sungguh dia merasa sangat malu, karena ternyata Rangga tidak menciumnya, dan itu hanya halusinasinya saja


Aaaaaaaaaaa! . Jasmine langsung berhambur memeluk Rangga dengan begitu erat, menenggelamkan wajahnya di dadaa bidang pemuda itu, gadis itu merasa sangat malu, benar benar malu karena bisa bisa nya berfikir mesyum. Rasanya dia tidak akan berani untuk menatap Rangga lagi.


Sedangkan Rangga tegak mematung dengan rasa bingung, karena tiba tiba Jasmine memeluknya dengan sangat erat, bahkan terasa sesak.


"Kamu,, kenapa?" tanya Rangga dan Jasmine hanya mampu menggeleng gelengkan kepala dengan terus menyembunyikan wajahnya,


"Hem,, boleh peluk peluk aku, tapi jangan kenceng kenceng Jasmine,,, agak engep!" ucap Rangga lalu membalas pelukan Jasmine


Jasmine tidak menjawab, gadis itu masih diam dan meredam perasaannya sendiri. Dia tidak akan sanggup menatap Rangga sekarang, karena sudah pasti wajahnya akan terlihat sangat merah. Memalukan! bisa bisanya aku berfikir mesyum begitu!


Beberapa saat setelah perasaan Jasmine kembali normal, perlahan Jasmine melepaskan pelukannya dan Rangga juga begitu. Rangga masih menatap Jasmine sedang gadis itu hanya menunduk.


"Belum mau cerita? tadi kamu kenapa tiba tiba peluk aku?" tanya Rangga, memberi jarak dengan Jasmine untuk menatap gadis itu


Jasmine menggeleng, namun raut wajahnya langsung memerah


Cup!


Jasmine langsung mendongak kaget saat pipinya di kecup dengan cepat.


.


.


.


.

__ADS_1


Wess lama lama kamu bisa jantungan Jas kalau di modusin terus sama Rangga! 😒 lama lama aku gereget juga, wes tak mikir jahat dulu biar kalian gak bikin jomblo ngiri terus! 🤔


__ADS_2