Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Bab 13


__ADS_3

Sesekali John melirik Laura yang masih saja sibuk dengan ponselnya, dan John tidak berani untuk memulai percakapan terlebih dahulu. Mungkin karena John masih terkesima dengan kecantikan yang terpancar dari wajah Laura.


"Baju ini dan semua biaya tadi ditanggung olehmu, aku tidak ingin ada sedikit pun potongan harga dari bayaran yang sudah kita sepakati kemarin," Ucap Laura yang sibuk dengan cermin kecil yang sedang ia pegang itu.


John hanya tertawa kecil saat mendengar ucapan yang terlontar dari Laura, wanita ini sangat pintar bernegoisasi. Dan membuat John berpikir jika Laura bukan wanita biasa, dan juga John berpikir jika Laura memang sangat pintar memanfaatkan keadaan. Namun itu semua bukanlah suatu masalah yang besar bagi John, pria itu hanya mengangguk seolah memberi tanda jika ia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Laura barusan.


Laura yang melihat John mengangguk dan menyetujui permintaannya langsung tersenyum dan terlihat senang. Karena sejak awal ia bertemu dengan John, pria itu sama sekali tidak pernah menolak permintaannya. Dan itu sangat menguntungkan bagi Laura.

__ADS_1


"Kau wanita yang pintar memanfaatkan keadaan rupanya," Lirih John sambil tertawa kecil menatap Laura.


"Kita harus mencari keuntungan, dan kau seharusnya berterima kasih padaku karena aku sudah bersedia membantumu untuk menjadi kekasih pura-puramu dihadapan nenek dan juga ayahmu!" Ucap Laura sambil memutarkan bola matanya dan lagi-lagi membuat John hanya tertawa kecil mendengarnya.


Kini John sudah mulai terbiasa dengan sikap dari Laura yang selalu mencari keuntungan dalam setiap hal, apapun akan John berikan tapi yang terpenting Laura dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai kekasih pura-pura John, dan tidak membuat Agatha curiga sedikit pun.


John mengulurkan tangannya pada Laura dan membuat wanita itu terdiam sejenak sambil menatap arah tangan John yang mulai mendekat dengan tubuh Laura. John bermaksud memberikan tangannya supaya Laura menggandengnya layaknya pasangan kekasih sesungguhnya. Karena sebenarnya John sudah tahu bahwa kini Agatha dan juga Robert yang sudah berada di dalam sedang memperhatikannya dan juga Laura.

__ADS_1


"Aku sudah tahu dan aku akan membayarmu karena kau telah bersedia untung bergandengan denganku," Ucap John sambil menatap serius wajah Laura yang kini tersenyum dengan sangat lebar.


"Pria yang sangat pintar. Selalu mengerti apa yang diinginkan oleh kekasih pura-puranya ini," Ucap Laura mulai menggandeng tangan kekar milik John dengan manja.


John merasa jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya, karena baru pertama kali ia bersentuhan dengan wanita. Ia pun menghela nafasnya dengan kasar dan mulai mengontrol lagi detak jantungnya agar Laura tidak mengetahui bahwa kini ia tengah gugup karena harus berdekatan dan bergandengan tangan dengan wanita cantik seperti Laura.


John mulai melangkahkan kakinya untuk segera masuk ke dalam cafe itu, karena ia tidak mau membuat Agatha dan juga Robert menunggu lebih lama lagi. Dan John juga sudah sangat tidak sabar untuk memperkenalkan Laura pada nenek dan juga ayahnya itu. John berpikir bahwa kedatangan Laura akan menghentikan neneknya untuk mencarikan ia seorang wanita yang akan dijadikan istrinya nanti.

__ADS_1


"Kau siap?" Tanya John memastikan jika Laura sudah siap dengan rencana yang telah mereka buat.


"Ya," Lirih Laura dengan suara yang terdengar sangat pelan namun terdengar sangat lembut di telinga John.


__ADS_2