
Bukan nya senang tapi Rangga malah merasa heran mendengar permintaan Jasmine. Terlihat aneh ketika gadis polos seperti Jasmine berbicara seperti itu, dan dari sorot mata nya terlihat lain. Rangga terdiam, sedang berfikir cukup keras, sebenarnya apa yang terjadi pada Jasmine.
Tapi Pikiran Rangga langsung buyar saat pemuda itu merasa bibir nya di sesap dengan cukup kuat. Pemuda itu sangat terkejut saat Jasmine mengalungkan tangannya di sepanjang lehernya dengan kuat dan terus menyesap bibir atas dan bawahnya bergantian. Gerakannya sangat kaku sedang Rangga yang tidak membalas mencoba mendorong Jasmine saat dia merasakan hawa panas keluar dari mulut gadis itu, pemuda itu langsung terpikir jika Jasmine pasti sedang dalam pengaruh obat. Rangga baru ingat, beberapa waktu lalu dia pernah membaca artikel obaat terlarang itu.
Jasmine terdorong kebelakang hingga tubuhnya terbentur namun tidak cukup keras.
"Kamu diam disitu!" Ucap Rangga menatap Jasmine dengan tatapan tajam. Gadis itu sudah berwajah merah, ada sesuatu yang mendesak ingin keluar.
Kemudian Rangga kembali menjalankan mobilnya dengan sesekali melihat Jasmine yang sedang menatapnya dengan penuh damba. Aku harus tahan! . Rangga akan membawa Jasmine kerumah sakit untuk mendapat pertolongan.
"Uhh,, panass kak,,,"
Rangga di kagetkan saat dadaanya di usap lembut dengan tangan Jasmine. Jantungnya langsung berdegub dengan begitu cepat, pikirannya jadi tidak fokus menyetir. Rangga sudah berusaha menyingkirkan tangan Jasmine yang nakaal tapi gadis itu seolah tuli. Jika terus begini, mereka tidak akan sampai di rumah sakit, kemudian Rangga melihat Ada apotik di pinggir jalan, lalu Rangga segera belok dan memarkirkan mobil opanya.
"Kamu jangan kemana mana! tetap disini!" ucap Rangga menatap Jasmine dengan tatapan tajam. Jasmine yang sudah merasa frustasi hanya bisa mengangguk dna membiarkan Rangga keluar.
__ADS_1
Kemudian Rangga berlari ke apotik untuk membeli obat penawar jika tidak begitu, mereka tidak akan sampai di rumah sakit karena Jasmine akan terus mengganggu konsentrasinya saat menyetir.
Tidak lama Rangga di apotik, lalu pemuda itu bergegas masuk kedalam mobil. Saat Rangga masuk kedalam, betapa terkejutnya pemuda itu saat melihat Jasmine yang sudah melepas baju seragam batik sekolahnya dan kini gadis itu sedang berusaha melepas thank top putih yang dia kenakan.
"Jasmine!"
Dug!
Kepala Rangga sampai kejeduk atap mobil karena ingin menahan tangan Jasmine yang sudah akan berhasil melepas thank top miliknya.
"Apa apan sih kamu ini !" sarkas Rangga, kemudian pemuda itu membernarkan pakaian mini itu untuk kembali turun. Sumpah demi apa, Rasanya meneguk salivah nya saja sangat susah saat melihat Jasmine saat ini. Rangga melihat kemolekan gadis itu benar benar nyata di depan matanya.
"Diam!" ucap Rangga semakin kesal, dia bukan kesal pada Jasmine, tapi dia kesal pada dirinya sendiri. Karena bisa bisanya ikut terpancing dan sekarang dia harus benar benar ekstra menahan dan tetap berfikir waras.
Jasmine langsung diam, saat Rangga menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
Setelah melihat Jasmine sedikit tenang, Rangga bergerak ingin mengambil seragam batik Jasmine yang dia buang di bawah kursi penumpang. Melihat Rangga tidak waspada, Jasmine kembali merayapi tubuh pemuda itu. Rangga mengerang saat Jasmine menyerang lehernya.
Sementara itu, Mobil Angga melintas di depan apotik tempat Rangga menghentikan mobilnya, Zara yang sedang melihat jalanan samping, ibu 3 anak itu melihat mobil mertuanya parkir di apotik. Dia mengingat plat mobil itu dan dia tau mobil itu di kendarai putranya tadi pagi. Angga dan Zara baru akan pulang setelah tadi ke rumah sakit dulu setelah menghadiri acara di sekolah.
"Kak, itu bukannya mobil papa? kok parkir di apotik itu?" ucap Zara. Angga menoleh dan memelankan laju mobilnya
"Iya, itu mobil papa yang di pake Rangga. Siapa yang sakit?" ucap Angga lalu memilih untuk mampir dan ingin tau kenapa mobil papanya ada di sana.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Wah2 bakal di kawinin bener kalian berdua nanti 😰