Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Ending


__ADS_3

Ending


Laura berdiri di depan cermin besar dengan balutan gaun pengantin berwarna putih yang melekat dengan sangat indah di tubuh Laura. Rambutnya yang disanggul dengan menggunakan hiasan berupa mahkota diatasnya membuat Laura terlihat semakin cantik dan juga sempurna. Ia tersenyum melihat dirinya melalui pantulan cermin dihadapannya, ia merasa sangat bahagia karena hari ini adalah hari yang paling ia nantikan dimana ia akan melangsungkan acara pernikahannya bersama dengan John.


Laura merasa sangat bahagia karena John menuruti permintaannya yang ingin pernikahan mereka hanya dihadiri oleh keluarga mereka saja. Laura tidak ingin pernikahan yang terlalu mewah karena bagi Laura itu terlalu berlebihan. Perasaan Laura kini tengah bercampur aduk, jantungnya berdebar dengan sangat cepat dan membuat kakaknya hanya tersenyum melihat Laura yang sedang menahan rasa gugup.


Perasaan bahagia pun dapat di rasakan oleh Laura saat kakaknya bersedia untuk menghadiri acara pernikahannya dengan John. Laura masih merasa sangat tidak percaya karena kakaknya ternyata masih peduli dengan hidupnya, ia tersenyum dan memeluk satu-satunya keluarga yang ia miliki saat ini.


"Terima kasih kak kau bersedia menemaniku di acara pernikahanku dan juga John," Ucap Laura sambil memeluk kakak laki-lakinya itu yang selalu terlihat cuek, namun kali ini Marc terlihat sangat bersedih dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Karena tidak akan lama lagi adik perempuan satu-satunya yang ia miliki akan segera menikah.

__ADS_1


"Walaupun aku selalu terlihat cuek padamu, tapi percayalah bahwa aku sangat menyayangimu Laura. Dan aku berharap kau akan selalu bahagia bersama dengan suamimu nanti," Ucap Marc meraih tubuh mungil Laura dan memeluknya dengan sangat erat. Hal seperti ini sudah sangat jarang Laura dapatkan, dan kali ini Marc kembali memeluknya dengan penuh kehangatan dan berhasil membuat Laura menangis dalam dekapan sang kakak.


Laura berjalan menyusuri anak tangga yang berada di rumah mewah milik John yang menjadi tempat ia melangsungkan acara pernikahannya bersama dengan John. Laura yang tidak pernah lepas dari genggaman sang kakak. Laura berjalan dengan sangat anggun dan terlihat sangat cantik sempurna, sehingga membuat semua orang yang tak lain adalah keluarga dari John menatap Laura dengan penuh kagum. Laura semakin mengeratkan genggamannya pada Marc karena merasa sangat gugup.


"Kau terlihat sangat cantik Laura. Tenangkan dirimu karena ada aku disampingmu kini," Ucap Marc sambil menatap wajah cantik Laura dengan sangat serius.


John tersenyum dan seperti menahan sesuatu yang akan turun dari matanya, pria itu menyambut tangan Laura dengan penuh kelembutan. Pria itu tidak masih terlihat tidak percaya karena kini ia menikah dengan wanita yang sangat ia cintai, wanita yang hadir tanpa di sengaja dan mampu meluluhkan hatinya yang telah lama membeku. Ditatapnya wajah cantik milik Laura, tatapan yang diberikan oleh John seperti penuh makna.


Setelah selesai acara pemberkatan dan saling mengucapkan janji suci pernikahan mereka, John meraih tubuh Laurq untuk mendekat dengan dirinya. John mengecup kening Laura lalu kemudian mencium bibir Laura dengan penuh kelembutan. Wanita yang kini menjadi istrinya seperti terhanyut dalam kelembutan yang telah diciptakan oleh John, Laura langsung memeluk tubuh John dengan sangat erat.

__ADS_1


Terdengar suara gemuruh tepuk tangan dari Agatha, Robert dan juga ketiga kakak John yang menghadiri acara pernikahan mereka. Mereka terlihat sangat bahagia menyaksikan kemesraan yang dilakukan oleh John dan juga Laura disana.


"Selamat John, Laura. Aku harap kalian akan selalu bahagia," Ucap Agatha dengan cepat memeluk John dan juga Laura.


Dan keluarganya pun saling bergantian untuk memberikan ucapan selamat kepada pasangan muda yang baru saja menikah itu. Kini di dalam rumah mewah itu terdengar suara gelak tawa yang menunjukkan betapa bahagianya mereka saat ini.


"Aku akan selalu menjagamu dan mencintaimu sampai akhir hayatku," Ucap John sambil memeluk Laura dengan sangat erat.


"Aku pun sangat mencintaimu John,"

__ADS_1


__ADS_2