
Rangga dan Jasmine masuk kedalam kelas, disana sudah ramai siswa siswi yang sudah lebih dulu sampai. Ayu juga sudah datang, gadis itu langsung memanggil Jasmine saat melihat Jasmine masuk ke kelas bersama Rangga
"Jasmine"
"Hai yu, sudah datang kamu, tumben" ucap Jasmine
"Iya tadi aku naik ojek gara gara ban mobil ku bocor, kalian bawa apaan?" jawab Ayu
"Hai teman teman, mohon perhatiannya sebentar yah,," ucap Rangga saat berdiri di depan kelas. Semua orang teralihkan dan mendengarkan apa yang akan di sampaikan Rangga
"Hari ini, Aku dan Jasmine jualan bubur sehat, tapi ini masih tes pasar sih, dan gak banyak. Ini bakal kami bagiin gratis untuk icip icip jadi kalian harus berbagi karena bukan kelas ini aja yang bakal dapet, tapi kelas lain juga. Kalau kalian suka, kalian bisa order dan besok kami bawakan ke sekolah.." ucap Rangga
"Harganya berapa?" tanya Ayu
"Untuk harga beda beda yah, jadi ini buburnya nanti akan ada pilihan toping dan harganya sesuai dengan toping yang kalian pilih. kalau bubur ayam biasa 1 porsinya cuma 15 ribu. Ini bubur sehat gak pake penyedap, kuah santan, ataupun bahan pengawet" jawab Jasmine
"Jadi ini bubur buatan kalian?" tanya Ayu penuh selidik
"Yang masak kak Rangga, aku mah bantu jualan aja hehe" jawab Jasmine
"Oohhh,,,"
"Aku mau coba dong!" Ucap Gerry saat baru saja masuk kedalam kelas
"Aku juga!" sahut Vandy
"Ini yang baru di buat toping ayam, telur, untuk pilihan menu toping nanti daftar menunya kami share, maklum belum sempat cetak, baru hari ini masuk ke percetakan!" ucap Rangga
"Ini dikelas ini cuma 2 aja ya kak?" tanya Jasmine
"Iya, hanya tester rasa, kalau kalian suka langsung order lewat Jasmine " ucap Rangga
Kemudian teman teman di kelas bergantian mencicip bubur ayam itu, untung Rangga membawa banyak sendok plastik.
"Enak Rasanya!" ucap Ayu setelah mencoba bubur ayam Raja
__ADS_1
"Ini beneran kamu yang buat Ngga?!" tanya Vandy
"Beneran lah! kamu pikir siapa yang buat?!" sungut Rangga
"Yahh siapa tau kan, pelayan di rumah mu kan banyakkkkk!" ledek Gerry
"Enak aja! jasmine saksinya, kemarin dia yang pertama cobain bubur buatanku ini! iya kan Jasmine?" tanya Rangga, hampir saja mulutnya keceplosan ingin memanggil sayang
"I,,iya kemarin aku udah coba duluan. Dan rasanya emang enak, beda dari bubur ayam yang di jual di pasaran" jawab Jasmine
"Jasmine, besok aku mau ya 1 porsi, kalau ada topingnya ayam, telur ceplok, sama ati, kalau ada" ucap Flow
"Boleh, ayo teman teman lain yang mau list order bubur ayam nya boleh sama aku yah,,," dengan antusias Jasmine mengeluarkan buku dan pena untuk mencatat pesanan teman temannya. Rangga jadi semakin semangat saat melihat antusias teman temannya
"Aku ke kelas sebelah dulu ya, mumpung belum bel masuk" ucap Rangga kepada Jasmine dan gadis itu mengangguk.
Kini Jasmine di keroyok teman teman di kelas yang ingin juga membeli bubur ayam mereka, sedangkan Rangga kini menawarkan bubur ayam nya ke kelas yang lain, dan ada beberapa juga yang dia berikan kepada guru guru. Jasmine terlihat kewalahan saat di serbu teman teman dari kelas lainnya
"Hey, kalian,,, sini bisa order di aku, biar cepet!" ucap Ayu kemudian membantu Jasmine untuk melist orderan bubur teman temannya.
Suasana kelas jadi riuh, karena banyak berdatangan para siswa lain yang tertarik ingin membeli bubur itu setelah mencicipinya sedikit ternyata bikin nagih.
Semuanya bubar dan bersiap siap untuk mengikuti pelajaran yang pertama pagi itu.
"Ini ada 25 porsi yang order di aku Jasmine" ucap Ayu memberikan selembar kertas catatan orderan kepada Jasmine
"Makasih yu sudah bantu, alhamdulilah ini udah 50 porsi, hem,, kira kira kak Rangga kewalahan gak yah? aku kok jadi merasa kasihan. Dia kan juga harus belajar bukan cuma jualan,,," ucap Jasmine kemudian menoleh ke belakang dan melihat Rangga yang baru saja duduk kemudian mengusap keningnya yang berkeringat karena berlarian dari ruang guru ke kelas mereka ketika mendengar bel sekolah berbunyi.
"Ya bantuin lah kalau kasihan!" cetus Ayu dengan terkekeh
Jasmine diam saja, tapi gadis itu terus menatap suaminya. Dia berfikir, bagaimana caranya agar Rangga tidak terlalu lelah untuk mengurusi jualan itu.
Sementara itu,,
Dika sudah sampai di warung mie ayamnya. Sengaja dia letakkan 5 porsi bubur ayam di depan meja kasir kemudian para pegawai disana mulai bertanya tanya kepada Dika
__ADS_1
"Itu apa pak?" tanya Santo
"Ini bubur ayam buatan anak anakku San, mereka ingin belajar jualan jadi bapak ingin membantu mereka. Ini enak loh, bapak sudah mencobanya. Seporsi ini 15ribu kalau ada yang tanya yah" ucap Dika
"Wah,, kalau gitu saya mau coba pak, saya beli 1 ya pak" ucap Santo
Sebagian bubur itu Dika bawa ke kampus sebagi tester untuk para dosen di fakultas ke dokteran. Mudah saja Dika memasarkan bubur ayam anak dan mantunya itu karena Dika bukan sekedar dosen tetap saja tapi Dika sudah menjabat sebagai wakil dekan II di kampus itu .
Di perusahaan Abdi Jaya Grup, Angga baru sampai dan tadi dia sudah memerintahkan asisten nya untuk menyiapkan rapat dadakan, Angga memiliki kuasa atas perusahaan itu karena saat papa Chika menjual sahamnya akibat anjlok, Angga yang membeli saham itu hingga saat ini Angga memiliki saham 75% dari saham perusahaan Abdi Jaya Grup.
"Selamat pagi tuan" Frans memberi salam hormat saat Angga menginjakkan kakinya di perusahaan itu
"Pagi, apa semuanya sudah siap?" tanya angga
"Sudah, semuanya sudah menunggu di ruang rapat" jawab Frans
"Apa ada tuan Andra?" tanya Angga
"Ada tuan, dan sejak tadi dia sangat penasaran siapa yang membeli saham perusahaannya. Dia ingin bertemu dengan tuan Dika Mahardika" ucap Frans
Angga tersenyum miring,
"Pasti dia akan terkejut melihat aku yang datang!" Jawab Angga
Kemudian mereka masuk kedalam lift menuju ke ruang rapat.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Wkwkwwkwkwk awas papa chika siap siap kena serangan jantungš¤£