
Bab 16
Laura sama sekali tidak menjawab tentang John yang memintanya untuk menjadi kekasih sungguhan pria itu. Laura tidak ingin jika pernikahannya nanti dengan John hanya akan membuatnya menderita bukannya bahagia.
Tatapan Laura kini masih tertuju pada John yang masih saja terlihat berharap jika Laura akan menyetujui apa yang telah ia pikirkan sebelumnya. Laura menatap wajah pria itu dengan serius, dan berpikir mana mungkin ia akan menikah dengan pria yang suka berbohong hanya untuk kepentingan dirinya sendiri.
"Kau jangan gila John. Aku sudah menduga jika suatu saat nenekmu akan meminta kita untuk menikah, dan ternyata apa yang aku pikirkan menjadi kenyataan. Kalau pun nenekmu menjodohkanmu dengan wanita pilihannya, itu artinya dia ingin yang terbaik untukmu. Jadi lebih baik kau mengatakan yang sejujurnya pada nenek," Ucap Laura dengan menatap serius wajah tampan milik John.
John hanya terdiam mendengar ucapan Laura dan mencoba untuk membaringkan tubuhnya diatas sofa dan mulai memejamkan matanya tanpa menghiraukan keberadaan Laura. Laura yang melihat John seperti itu langsung kesal dan memukul pelan tubuh pria itu namun sama sekali tidak berhasil untuk membangunkannya.
Sudah satu jam lebih John tertidur disofa milik Laura, namun pria itu masih saja terlihat nyaman dengan mimpinya tanpa berniat sedikit pun untuk bangun. Laura sudah beberapa kali mencoba membangunkan pria itu namun hasilnya nihil, John sangat sulit untuk dibangunkan.
Laura terlihat sangat kesal dan juga frustasi dengan John, ia takut jika kakaknya akan pulang dan melihat seorang pria di dalam apartment ini. Laura sudah sangat yakin jika dirinya akan habis ditangan kakaknya sendiri.
"Bangunlah cepat! Aku tidak ingin saat kakakku pulang dan melihat ada kau disini!" Ucap Laura sambil menggoyangkan tubuh pria yang masih saja tertidur pulas itu.
Laura berteriak memanggil nama John dan menarik paksa tubuh John yang dengan cepat langsung membuka matanya dengan wajah yang terlihat sangat kesal karena Laura mengganggunya saat ia tertidur dengan sangat nyenyak.
"Kau ini wanita yang kasar!" Ucap John dengan suara yang berat dan terdengar sedikit kesal karena Laura menariknya dengan paksa.
__ADS_1
"Lagi pula kau tidur sangat lama. Bagaimana jika kakakku melihatmu disini? Habislah kita!" Ucap Laura yang semakin gemas dengan John yang seolah tidak peduli dengan ketakutan yang dirasakan oleh Laura.
John sama sekali tidak menjawab ucapan Laura, ia hanya menatap wanita itu dengan matanya yang terlihat sedikit sayu.
"Aku ingin tidur disini malam ini bersamamu Laura. Aku mohon sekali ini saja," Ucap John terlihat sangat memohon pada Laura, dan lagi-lagi membuat wanita itu kesal dan akhirnya pasrah.
Laura menunjuk sebuah pintu ruangan yang tak lain adalah kamar miliknya pada John. Ia tidak ingin kakaknya melihat John tertidur disofa, oleh sebab itu Laura meminta untuk John tidur dikamarnya agar ia pun aman dari kakaknya.
Dikamar Laura, John langsung membaringkan tubuhnya diatas ranjang empuk dan mencoba untuk kembali memejamkan matanya.
"Siapa suruh kau tidur dikasurku? Kau harusnya tidur disofa John!" Ucap Laura yang mulai menaikkan nada suaranya, namun sama sekali tidak dihiraukan oleh John.
"Tidurlah disini denganku. Dan aku berjanji untuk tidak melakukan apa-apa padamu," Ucap John sambil menatap wajah cantik Laura dengan penuh kelembutan. John terlihat seperti sedang membujuk kekasihnya untuk tidur bersama.
Laura mendengus kesal dan akhirnya pasrah menuruti permintaan John. Ia langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur yang sama dengan John namun diberikan guling diantara mereka. Laura tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
Laura meraih ponselnya dan membuka sebuah pesan yang dikirim oleh kakaknya. Laura tersenyum saat membalas pesan itu dan ia merasa aman jika John tidak akan ketahuan oleh kakaknya itu. Kakaknya itu menyampaikan pesan bahwa ia tidak akan pulang ke tempat mereka tinggal karena ada urusan yang sangat penting yang mengharuskannya untuk pergi ke luar kota.
"Kakakku menghubungiku kalau dia tidak akan pulang malam ini. Jadi lebih baik aku tidur dikamar kakaku saja," Ucap Laura sambil menyingkirkan selimut tebal dari tubuhnya.
__ADS_1
"Tidak. kau tidur disini bersamaku," Ucap John yang terdengar sangat manja pada Laura.
Akhirnya Laura pasrah menyimpan ponselnya dan mencoba untuk memejamkan matanya yang sebenarnya Laura masih belum merasakan ngantuk. Laura sudah tidak mendengar lagi suara John, dan dilihatnya pria itu sudah terlelap. Laura memandangi wajah John, pria itu tetap terlihat sangat tampan meskipun sedang tertidur seperti saat ini. Tanpa disadari Laura langsung tersenyum melihat kedamaian yang terpancar dari wajah John, tidak lama kemudian ia pun memilih untuk memejamkan matanya berharap dapat tidur dengan tenang disamping John.
***
Besok paginya Laura terbangun karena sinar matahari yang sudah berhasil menembus jendela kamarnya. Dan ia segera melihat kesamping dan ternyata John sudah tidak ada dikamar itu. Laura mendegus kesal karena John pergi tanpa meninggalkan sepatah kata pun kepada Laura.
Tatapan Laura kini tertuju pada selembar kertas putih yang berada diatas meja cokelat disamping tempat tidurnya. Dan dengan cepat Laura meraih dan mulai membaca kertas putih tersebut.
Dasar pemalas kau seorang wanita tapi tidak bisa untuk bangun pagi. Terima kasih untuk waktu yang telah kau berikan untukku dan mengizinkanku untuk tidur disini. Aku pergi karena sudah banyak pasien yang menungguku dirumah sakit. ~Jhon
Laura tertawa kecil membaca surat yang ditulis oleh John, menurut Laura semakin lama John terlihat ssmakin menyenangkan dibandingkan awal ia bertemu dengan pria itu. Membayangkan wajah John saja kali ini membuat Laura menjadi salah tingkah, apalagi jika harus bertemu dengan pria itu.
"Kenapa aku sering memikirkan dia akhir-akhir ini?" Tanya laura dengan suara yang terdengar sedikit pelan, ia mencoba untuk menyadarkan dirinya untuk tidak terlalu mengharapkan John, meskipun John memintanya untuk bersedia menikah dengan pria itu.
Laura berpikir bahwa John hanya mementingkan dirinya sendiri. Bagaimana jika nanti Laura menikah dengan John sedangkan pria itu sama sekali tidak mencintainya? Laura sama sekali tidak ingin hal itu terjadi, kalaupun ia harus menikah dengan John setidaknya mereka sudah saling jatuh cinta agar bisa hidup bahagia dalam pernikahan mereka kedepannya.
Laura menatap dirinya melalui pantulan cermin di kamarnya itu, ia tersenyum melihat dirinya yang selalu terlihat sempurna meskipun baru saja sembuh dari sakit. Laura berniat untuk pergi berbelanja untuk menghilangkan pikirannya tentang John dan juga tentang pernikahan yang diminta oleh Agatha.
__ADS_1