Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Bab 69


__ADS_3

Setelah bubur di masukkan kedalam wadah , hari pertama jualan Rangga dan Jasmine menghasilkan 40 porsi bubur ayam sehat yang sudah siap di jual. Keduanya juga sudah siap untuk berangkat ke sekolah, lalu Jasmine dan Rangga membawa bubur bubur mereka ke mobil


"Rangga, Jasmine"


Rangga dan Jasmine menoleh saat mendengar suara Dika


"Ayah" ucap Jasmine lalu gadis itu menyalami ayahnya dan bunda nya yang baru saja sampai bergantian dengan Rangga yang baru saja selesai menyusun bubur di dalam mobil


"Hari ini bawa berapa porsi bubur?" tanya Dinda kepada Jasmine


"Dapet 40 bun,," jawab Jasmine


"Ooh gitu, kami bawa 10 untuk ayah bawa ke kedai yang dekat kampus. kalau progressnya bagus kan lumayan bisa bantu penjualan kalian" ucap Dinda


"Boleh banget bunda" jawab Jasmine terlihat begitu senang


"Bukan kami bermaksud tidak percaya kepada kalian, tapi kami ingin membantu pemasaran kalian" ucap Dika dengan menepuk bahu Rangga


"Iya yah, kami sangat berterima kasih sama Ayah dan bunda" ucap Rangga


Lalu Jasmine mengambil 10 porsi bubur yang akan di kenalkan pada customer di warung mie ayam Dika yang ada di dekat kampus kedokteran dan juga di pasarkan kepada para dosen dosen di fakultas kedokteran.


Kemudian baru datang mobil Liora dan Angga di parkiran apartemen.


"Assalamualaikum" ucap Angga saat mereka sudah keluar dari mobil masing masing


"Wa'alaikumsalam" jawab Rangga, Jasmine, Dinda dan Dika


"Ada apa pa?" tanya Rangga kepada papanya


"Kami mau membantu kalian memasarkan bubur kalian di rumah sakit, iya kan ma?" ucap Zara


"Iya benar, mama, papa, Omty juga akan membantu kalian untuk memasarkan bubur kalian. Kami hanya ingin membantu membuka jalan siapa tau kan, banyak yang suka dan selain memberi keuntungan juga bisa membantu banyak orang untuk makan makanan yang sehat" ucap Zara


"Iya betul, apa lagi di rumah sakit cabang juga tidak ada yang jualan bubur ayam dengan konsep bubur sehat seperti ini" ucap Liora

__ADS_1


Senyum Rangga mengembang, pemuda itu langsung berfikir jauh. Dia tidak memikirkan untungnya dlu, tapi memperluas jaringan dan dengan begitu akan mempermudah pemasarannya nanti. Rangga langsung terpikir untuk menambahkan merk bubur sehatnya nanti.


"Baik ma, Aunty, karena ini tinggal 30 jadi mama bawa 10, aunty 10 dan sisanya kami yang akan membawanya ke sekolah" ucap Rangga


"Boleh"


"Terima kasih semuanya" ucap Rangga dan Jasmine bersamaan


Lalu Rangga mengambil masing masing bubur yang akan di bawa papa, mama dan Omtynya. Setelah itu mereka semua berpisah menuju ke tempat tujuan masing masing.


"Nanti jadi kak mau ke perusahaan Papa Chika?" tanya Zara


"Tentu, dia perlu tau siapa yang mengakuisisi perusahaannya sekarang!" jawab Angga


"Nanti di antar sampai ke rumah sakit saja yah" ucap Angga dengan bergelayut manja pada istrinya


"Iyahh" jawab Zara


Cup!


Rangga terus berfikir bagaimana usahanya kedepan nanti, apa apa yang harus dia persiapkan selain menjaga rasa dan kualitas bubur sehatnya agar tetap di kenal dan di nikmati banyak orang. Jualan bukan hanya sekedar jualan, benar sekali kata mama Zara


"Sayang, aku kepikiran,, gimana kalau bubur kita itu kita kasih merk, jadi mudah diingat orang" ucap Rangga kepada Jasmine


"Aku setuju kak, dengan begitu promosinya juga lebih mudah, jadi kita bisa buat media sosial khusus jualan. Terus kita juga perlu mengurus sertifikasi halal food nya. Bagusnya namanya apa ya kak?" tanya Jasmine


"Emm,, kalau kakak kepikiran 'Bubur Sehat Raja' dengan tagline Rajanya bubur sehat. Jadi Raja itu gabungan dari nama depan kita. Gimana?" kekeh Rangga


Jasmine manggut manggut,


"Bagus juga namanya, tagline nya juga bagus. Nanti baru kita pikirkan yah design logo dan lain lainnya" ucap Jasmine


"Iya, itu nanti kita pikirkan selanjutnya. Sekarang yang terpenting adalah, kita mengenalkan bubur ayam sehat ini dulu, kita tes pasar dulu" ucap Rangga


"Jasmine setuju kak!" jawab Jasmine dengan antusias.

__ADS_1


Sampai di sekolah Keduanya lalu turun dari mobil, Tidak ada yang menaruh curiga saat Jasmine dan Rangga datang dengan mobil yang sama, toh setiap hari juga mereka seperti itu tapi bedanya naik motor, hari ini naik mobil.


Lalu Rangga membuka bagasi belakang dan mengambil bubur nya.


"Pagi mas Rangga" pak Rudi scurity sekolah baru saja kembali dari toilet.


"Pagi pak, sudah sarapan pak?" tanya Rangga, Rangga tau kadang pak Rudi jarang sarapan karena di rumah dia hanya sendiri, sedang istri nya sudah tiada dan anak anaknya merantau di luar kota tidak ada yang memasakkan pak Rudi yang sudah berusia paruh baya


"Hehe belum mas, nanti kalau sudah pada masuk, mau ke kantin beli gorengan buat ganjel perut" jawab pak Rudi.


Lalu Rangga mengambil satu porsi bubur ayam nya dan di berikan pada pak Rudi


"Ini buat pak Rudi, bapak harus cicipi bubur buatan kami, hari ini gratis, besok besok bayar hahaha" Rangga tertawa dan pak Rudi juga ikut tertawa


"Beneran mas gratis? ini mas Rangga mau jualan?" tanya pak Rudi sambil menerima bubur dari Rangga


"Iya pak, Hari ini mau tes pasar dulu, kalau disini banyak peminatnya yahh rencananya gitu, mau jualan " jawab Rangga


"Apa gak malu mas? mas Rangga kan anak pemilik sekolahan ini?" tanya pak Rudi


"Untuk apa pak malu? ini pekerjaan halal jadi tidak perlu malu, dan dengan begini bisa melatih mental saya" jawab Rangga


"Makin Salut saya sama mas Rangga! ini saya terima ya mas, terima kasih. Nanti saya bantu promosikan ke pegawai pegawai disini" ucap pak Rudi


"Sama sama pak, terima kasih bantuannya, kalau begitu kami ke kelas dulu" ucap Rangga kemudian mengajak Jasmine pergi.


.


.


.


.


Aku yo mau kalau di kasih bubur gratis, apalagi kalau topingnya banyak wkwkwkw 🤣

__ADS_1


__ADS_2