
Rangga yang tertunduk, karena mengakui kesalahannya pada Angga dan Dika. Dia mengaku salah meski itu bukan sepenuhnya salahnya, tapi dia juga turut andil karena sudah bercu mbu dengan Jasmine.
"Papa sudah putuskan akan memindahkan kamu ke Luar Negeri!" ucap Angga dengan penuh gertakan. Setelah menanyai Rangga tadi, Dika masih diam, mungkin karena hatinya merasa sakit
Rangga langsung bersimpuh di kaki Angga, pemuda itu langsung memeluk kaki papanya dengan sorot mata penuh permohonan
"Ampun pa,, ampun,, jangan kirim Rangga kesana, Rangga mau disini, Rangga mau bersama papa dan mama,, Rangga mohon pa!" ucap Rangga Namun Angga bergeming saja d tempatnya , dia ingin lihat apa keputusan yang di ambl oleh ayah Jasmine saat itu.
"Pa,, Rangga mohon pa,,, jangan kirim Rangga keluar negeri, Rangga akan bertanggung jawab atas apa yang sudah kami lakukan, Rangga akan menikahi Jasmine" ucap Rangga sambil terus memohon kepada papanya, Sedang Angga dan Dika langsung menatap Rangga
"Kamu pikir nikah itu gampang hah?!" Sarkas Angga dengan nada tinggi
"Rangga tau pa,, Rangga akan bekerja keras untuk Jasmine" jawab Rangga
Angga dan Dika terperangah mendengar jawaban pemuda itu, secinta itu Rangga kepada Jasmine?
"Om,, izinkan saya menikahi Jasmine Om, Saya janji akan membahagiakan dia, saya akan bekerja keras,," ucap Rangga saat menatap Dika dengan tatapan memohon
"Apa kamu lupa, kamu masih sekolah! masa depan kamu masih panjang Rangga!" bentak Angga
"Rangga gak lupa pa, Rangga akan tetap sekolah, kuliah, sambil bekerja. Rangga akan bertanggung jawab sepenuhnya!"
Dika merasa dejavu, dulu dia pun rela kuliah sambil bekerja, dan pada akhirnya memutuskan untuk menikah dengan Siera saat itu, tapi sayang berujung perceraian.
Sementara itu,,,,
Dinda terlihat sangat terkejut saat mendengar cerita Zara, antara percaya dan tidak percaya, rasanya sangat sulit untuk diterima, tapi
"Tapi aku yakin mereka tidak sampai melakukan penyatuan kak, aku melihat Rangga masih memakai celana sekolah saat pintu mobil papa di buka, dan Jasmine masih memakai rok sekolah, jadi keyakinan ku semakin kuat jika mereka tidak sampai melakukan hubungan terlarang itu" ucap Zara
Dinda langsung lemas, perasaanya campur aduk sekarang, kenapa kejadian seperti ini harus menimpa putrinya. Saat sedang berfikir, terdengar suara Jasmine
"Kak Rangga,,,"
__ADS_1
Zara dan Dinda yang mendengar lalu segera bangkit dan menghampiri Jasmine
"Kak,,," mata Jasmine masih terpejam tapi bibirnya terus memanggil Rangga.
"Jasmine,,, bangun nak" ucap Dinda dengan mengusap kening putrinya
Perlahan mata Jasmine terbuka, gadis itu terlihat sedang mengedarkan pandangannya ke sekeliling dengan mengumpulkan kesadarannya
"Bunda,, tante,,," ucap Jasmine kemudian meringis saat kepalanya masih sedikit terasa sakit
"Apa yang kamu rasakan sekarang nak?" tanya Dinda dengan perasaan khawatir
"Kepala ku Masih sedikit sakit bun" ucap Jasmine
"Nanti sakitnya akan berangsur sembuh" ucap Zara
"Kak Rangga dimana? kenapa aku ada disini? bukannya tadi di sekolah?" tanya Jasmine, seingat gadis itu dia masih berada di sekolah bersama teman temannya, selebihnya dia belum mengingat.
Kemudian Zara dan Dinda saling pandang,
Jasmine sambil mengingat ingat, memangnya apa yang terjadi pada dirinya.
"Jasmine tadi makan atau minum apa?" tanya Dinda pada putrinya
Jasmine diam, lalu mengingat sesuatu
"Brownis coklat dan orange juice" jawab Jasmine
"Apa kamu melihat ada orang yang mencurigakan?" tanya Zara
"Gak ada tante, memangnya aku kenapa?" tanya Jasmine
"Kamu sudah teracuni obat peraangsang" jawab Zara
__ADS_1
Deg!
Jantung Jasmine seperti berhenti berdetak saat mendengar ucapan Zara. Matanya langsung berkaca kaca, sangat panas dan pasti air mata itu segera jatuh.
Tesk!
Benar saja, Jasmine langsung menangis begit tau jika dirinya sudah teracuni obat, gadis itu langsung memeriksa diri, berfikir sendiri dengan perasaan campur aduk.
"Siapa yang bawa aku ke sini bunda? siapa?" Tangis Jasmine pecah, dia sama sekali belum ingat apa yang terjadi sebelumnya
"Kak Rangga" Jawab Dinda dengan ikut menangis juga
Puing puing ingatan Jasmine kembali, dia merangkai setiap kejadian di sekolah, hingga dia pergi bersama Rangga, kesadarannya masih ada namun tidak banyak, Jasmine terlihat frustasi saat teringat bagaimana dia ber cumbuu dengan Rangga di dalam mobil
"Aaarrrggghhhh!" teriakan itu menggema di ruangan Jasmine di rawat
"Jasmine,,, tenang sayang,,, tenang,,," ucap Dinda memeluk Jasmine dengan begit erat.
"Jasmine,, tenangkan dirimu,," ucap Zara mengusap usap kepala Jasmine
Jasmine tidak dengar, gadis itu terus menangis, ingatan bagaimana kejadian di dalam mobil terus terngiang ngiang di otaknya. Bagaimana dia bisa tenang, gadis itu merasa hancur dan kotor sekarang!
Aaaaarrgghh bagaimana kalau aku sampai hamil?!
.
.
.
.
.
__ADS_1
Gimana mau hamil sih Jasmine, kamu loh belum sempet di suntik sama Rangga 🤣