
Sebelum bergabung dengan yang lain Raka terlebih dulu mengambil air minum untuk para sahabatnya, Karna kebetulan pembantu di Villa ini sudah pulang kerumahnya sendiri jadi ia terpaksa mengambilnya sendiri.
"Tau aja loe Rak kalau gue sedang kehausan. "Celetuk Steve langsung mengambil minuman soda yang di bawa Raka tadi.
"Untuk apa kalian kesini?. "Tanya Raka datar.
"Hey bung bukan dirimu saja yang ingin liburan, Tentu saja kamipun ingin liburan juga disini. "Sahut Doni.
"Terserah yang penting kalian tidak mengganggu saat aku sedang bekerja saja. "Ucap Raka sambil mengambil minuman yang ada di meja.
"Gue dengar Zara sudah kembali kesini, Apa itu benar Rak? "Tanya Stev penasaran.
Raka yang akan minumpun terhenti oleh pertanyaan Stev, Bayangan itu muncul kembali padahal ia sudah berusaha untuk melupakannya bayangan itu di pikirannya. Selama Raka liburan ia akan mencoba mengikhlaskan mereka bahagia bersama orang lain, Apalagi anaknya sendiri sudah membencinya.
"Hmm. "Jawab Raka singkat.
"Apa mereka memaafkanmu? "Tanya Doni hati - hati.
"Sudahlah kita kesini untuk liburan bukan untuk mengintrogasi Raka. "Ucap Dion tidak mau Raka menjadi sedih lagi mendengar pertanyaan mereka.
"Tapi gue masih penasaran apa mereka sudah memaafkan, Secara kita tahu apa yang diperbuat Raka dulu. "Sahut Doni kekeh. Tanpa memikirkan ucapannya membuat Raka terluka.
"Iya gue juga penasaran, Bagaimana Rak apa mereka mau memaafkanmu?. "Tanya Stev beralih melihat kearah Raka yang yang hanya diam saja.
"Ion Kau kan selalu bersama Raka loe pasti tahu sesuatu kan. "Tanya Doni.
__ADS_1
"Aku tidak tahu apapun. "Kilah Dion dengan tegas.
"Cih gue yakin loe tahu sesuatu. "Decih Stev tidak percaya ucapan Dion.
"Jangankan kembali pada baj*ngan itu memaafkan sja belum tentu, Apalagi putranya sendiri sudah sangat membencinya. "Sahut Dave yang sedari tadi diam sambil meminum minumannya, Senyum sinis tersungging di dibibirnya.
Tangan Raka terkepal mendengar ucapan Dave, Walaupun benar tapi ada rasa tidak terima mendengar ucapan Dave tadi.
"Apa maksudmu?. "Tanya Raka dengan sorot mata tajamnya.
"Kenapa loe tidak terima di panggil baj*ngan. "Tantang Dave tanpa takut.
Bughh
"Sudahlah jangan bertengkar kita kesini untuk senang - senang bukan untuk adu kekuatan. "Seloroh Stev dengan tersenyum paksa, Ia tidak mau melihat kedua temannya bertengkar apalagi tadi Dia dan Doni yang memaksa Dave ikut tapi sepertinya ucapannya tidak di dengar oleh merela berdua.
"Kenapa loe tidak terima gue panggil baj*ngan yang sudah tega mencampakan anak dan istrinya demi seorang wanita murahan. "Sinis Dave.
Bugh
Pukulan kembali didaratkan oleh Raka di wajah Dave, Namun kali ini Dave tidak tinggal diam ia membalas semua pukulan Raka hingga terjadilah perkalihan di antara kedua yang sama - sama dikuasai amarah apalagi Dave melampiaskan semua amarah yang selama ini tersimpan di hatinya.
Bugh bugh bugh
Suara - suara dari pukulan menggema di ruang tamu itu, Sedangkan yang lain syok melihat perkalihan keduanya karna semenjak persahaban mereka jarang terlibat perkelahian yang besar kecuali Dion.
__ADS_1
"Berhenti kalian berdua jangan berkelahi. "Teriak Dion namun tidak di dengar oleh mereka berdua.
"Hey kalian berdua bantu aku memisahkan mereka berdua. "Sambungnya karna ia merasa Stev dan Doni memisahkan Raka dan Dave malah asyik bengong saja.
Dengan Cepat mereka bertiga memisahkan Rka dan Dave, Walaupun susah karna tenaga keduanya sangat kuat bahkan tidak jarang mereka juga mendapatkan pukulan dari mereka berdua. Setelah berhasil memisakan Raka dan Dave, Dengan nafa yang masih ngos - ngosan berdua mendudukan keduanya berjauhan, Takutnya mereka berkelahi kemabali jika berdekatan.
"Kalian ini seperti anak kecil saja yang suka berkelahi. "Omel Dion sambil mengobati Raka namun mereka berdua malah memalingkan Wajah.
"Iya kalian berdua membuat kami berdua takut saja, Kita ini sahabatan sudar dari dulu jadi jangan karna masalah sepele kita jadi bertengkar. "Sambung Stev.
"Benar kata Stev aku takut tahu melihat kalian berdua berkalahi seperti itu. "Kata Doni.
"Alah loekan cicak saja takut. "Ledek Stev mencairkan suasana agar sedikit mencair.
Wajauh Doni cemberut memang benar
diantara mereka berlima Dialah yang paling penakut.
Maaf bila kata - kata ada sedikit kasar 🙏🙏🙏
Terus dukung author agar tambah semangat.
Jangan lupa kasih like, Coment dan Votenya.
Terima kasis Love you all.
__ADS_1