Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 42


__ADS_3

Bram melangkah kakinya untuk keluar Dari ruangan Raka dengan wajah datar dan dinginnya. Namun sebelum membuka pintu Dia berucap yang membuat Raka syok.


"Kau boleh menikahi Wanita itu, Tapi setelah kau menikahinya jangan temui aku lagi, keluar dari perusahan ku ini Dan semua warisan untuk mu akan aku berikan kepada Zein. "Ucap Bram dingin. Dia langsung membuka pintu dan berjalan keluar dari ruangan Raka.


"Aku kecewa pada kakak. "Ucap lirih sania.


Sania langsung mengikuti Bram, Dion yang melihat itu hanya diam dia tidak mau terlalu ikut Campur Walau pun dia tahu Raka yang bersalah dia langsung keluar mengikuti sania dan Bram.


Raka terpaku mendengar ucapan Bram bukan soal Warisan yang dia permasalahkan, tapi soal Bram tidak mau bertemu dengan dirinya lagi jika dia tetap menikahi Celine. Sedangkan Celine masih Syok jika Raka tidak akan mendapatkan warisan sama sekali.


"Sayang masa kamu diam saja sih mendengar keputusan ayahmu. "Protes Celine Sambil memegang tangan Raka.


"Keluar lah. "Sahutnya lirih sambil melepaskan tangan Celine.


"Tap_"Baru saja Celine ingin protes lagi Namun malah mendengar bentakan Raka.

__ADS_1


"Sudah kubilang keluar! "Bentak Raka.


Dengan kesal Celine mengambil tasnya dan keluar dari Ruangan dengan membanting pintunya. Setelah kepergian Celine Raka termenung Sendirian di ruangannya.


"Apa aku salah. "Gumam nya.


Sedangkan di tempat lain Zara dan yang lainnya berdiri untuk segara masuk kedalam pesawat. Zara duduk didekat jendela sambil memandang keluar jendela, Sedangkan Zein dan Glen duduk dengan anteng karna sebentar lagi pesawat akan segera lepas landas.


"Selamat tinggal mas Raka semoga kamu bahagia, aku akan menjaga anak - anak kita dengan baik. "Gumam Zara.


"Bagaimana pa sudah ada kabar dari ka Zara dan Zein? "Tanya Sania khawatir.


"Belum. "Jawab Bram lesu.


Namun baru saja Bram berucap handphone nya berbunyi tanda ada yang mengirim pesan kepadanya, Dengan segera Dia mengambil ponselnya yang ada di jasnya, Setelah melihat siapa yang mengirim pesan dengan segera Bram mebuka nya.

__ADS_1


"pah, aku dan Zein pamit. kami saat ini ada dibandara, maaf aku tidak bisa memberitahu papa akan kemana. Aku saat ini butuh waktu untuk menerima apa yang terjadi padaku, tapi papa tenang saja suatu saat aku dan Zein pasti kembali .Papa jaga kesehatan dan jangan khawatir kepadaku dan Zein. "Isi pesan dari Zara.


"pah siapa yang mengirimi pesan...? "Tanya sania penasaran.


"Zara. "Jawabnya dengan lesu.


Mendengar nama Zara, Dengan cepat sania merebut handphone papanya, Selesai membaca pesan dari Zara wajah sania langsung sedih.


"Apa papa tidak akan mencari ka Zara dan Zein pah...? "Tanyanya dengan penasaran.


"Papa akan tetap mencari nya, Tapi untuk saat ini biarkanlah seperti ini, Kita harus memberinya waktu sania tidak mudah bagi Zara melewatinya. "Ucap Bram memberi pengertian.


"Iya pah aku mengerti. "Ucap sania dengan lesu.


Sedangkan di tempat lain, Raka bermimimpi sedang bermain dengan seorang anak kecil yang sangat Cantik. saat sedang asyik bermain tiba - tiba anak kecil itu dihampiri oleh seorang anak laki - laki.

__ADS_1


"Dek. "Panggil anak laki - laki itu.


__ADS_2