
Berbulan - bulan sudah berlalu sejak kepergian Zara dan Zein, Tapi Raka tidak menyerah untuk mencari mereka berdua. Bahkan Raka tidak mengurus dirinya sendiri, Ia Yang biasanya selalu tampil rapi. Tapi sekarang tampilannya sangat berantakan tidak terurus sama sekali, Jambang dan jenggot di wajahnyapun ia biarkan tumbuh panjang tidak Raka cukur sama sekali.
Siang dan malam ia habiskan untuk bekerja, Dan ia habiskan untuk mencari Zara dan Zein. Bahkan untuk istirahat pun ia sangat jarang. Seperti hari ini dari pagi sampai malam, Raka masih saja fokus kepada berkas yang menumpuk di atas meja.
"Kau belum pulang Raka ?" Tanya Dion ketika masuk keruangan Raka, Dia melihat atasan sekaligus sahabat nya masih Fokus bekerja.
Dion menghela nafas, Ketika tidak mendapat jawaban dari Raka sama sekali. Sebanar nya Dia merasa iba, Dengan keadaan Raka saat ini Apalagi Raka sampai mengabaikan kesehatan nya.
"Apa kau sudah makan Raka ?" Tanya Dion lagi Khawatir dengan Raka.
"Apa kau sudah mendapat kabar dari anak buah buah mu dimana keluargaku..?"Tanya Raka sembari mendongak melihat Dion.
Bukan nya menjawab pertanyaan Dion, Justru Raka malah menanyakan tentang pencarian Zara, Yang belum menemukan titik terang sampai sekarang.
"Belum Raka, Sampai sekarang anak buahku belum menemukan mereka..!" Jawab Dion apa adanya.
"Ya sudah kau pulanglah lebih dulu, Aku masih banyak kerjaan yang harus segera di selesaikan." Titah Raka.
"Tapi Raka kamu belum makan"
__ADS_1
"Nanti aku makan." Jawab Raka.
"Mau aku pesankan makanan Rak ?"
"Tidak usah, Kau boleh pulang sekarang." Titah Raka tegas tanpa mau di bantah.
"Baiklah aku pulang, Kalau perlu sesuatu hubungi aku saja." Jawab Dion pasrah.
"Hm." Jawab Raka singkat.
Akhirnya Dion memutuskan untuk pulang, Walaupun Ia masih khawatir dengan kondisi Raka. Walau dulu Ia dan Raka sempat bersitegang, Tapi ia tidak bisa mengabaikan atasan sekaligus bosnya itu. Karena Ia dan Raka di besar dan tumbuh bersama, Jadi Raka sudah seperti saudara baginya.
"Kalian dimana, Aku merindukan kalian berdua." Gumam Raka tanpa sadar air matanya menetes.
Sedih Rasanya, Orang yang dulu Dia abaikan. Ternyata setelah pergi menjauh darinya, Dia merasa begitu sangat kehilangan mungkin itu yang di sebut karma, Karena telah mengabaikan mereka berdua.
Setelah pikiran nya mulai tenang, Raka akhirnya memutuskan untuk pulang. Karena untuk melanjutkan pekerjaannya pun percuma, Karena dalam suasana hati yang kacau Ia tidak akan Fokus bekerja lagi. Nantinya bukannya selesai, Malah yang ada tambah kacau.
Suasana di jalan sudah mulai sepi, Karena sudah memasuki hampir tengah malam. Dengan kecepatan sedang Raka menjalan kan mobilnya, Namun ditengah perjalanan ada sebuah mobil truk yang berlawanan arah, Sedang melaju dengan kecepatan tinggi menuju kearah mobil yang di kendarai Raka.
__ADS_1
Brak
Belum sempat Raka menghindar, Mobilnya sudah terlebih dahulu di hantam Oleh mobil truk itu, Sehingga terpental dan berguling - guling sampai jauh.
Darah mengucur di kepala Raka, Bahkan kakinya pun tidak bisa Raka gerakan. Dia hanya bisa pasrah dengan keadaan seluruh badannya sakit semua, Sampai akhirnya Raka kehilangan kesadaran nya.
Orang - orang yang melihat kejadian itu berteriak histeris, Mereka syok melihat kecelakaan parah di depan mereka.
Dengan segera mereka membantu para korban kecelakaan termasuk Raka, Dan membawanya ke rumah sakit.
-
-
Bersambung
Maaf semua jika ada kata yang salah harap di maklumi ya..!!
Terima kasih
__ADS_1