
Sudah berminggu - minggu berlalu, Tapi Raka masih nyaman terbaring lemah di rumah sakit belum ada perubahan sama sekali. Setiap hari keluarga Dan sahabat Raka, Selalu bergantian untuk menjaga Raka.
Bahkan Dave yang sedang berada di Luar Negri, Langsung pulang ke Negaranya ketika mendengar Raka kecelakaan. Seperti hari ini keluarga Dan sahabat Raka, Sedang berkumpul di Ruang Rawat Raka.
"Bagaimana Dave apa sudah perubahan pada Raka?. " Tanya Bram.
"Belum ada Om, Kondisi masih sama seperti beberapa minggu lalu. "Jawab Dave sembari menggeleng setelah memeriksa Raka.
"Kapan ia sadarnya?, mengapa Ia betah sekali tidurnya padahal Om sudah Rindu padanya!!. " Ucap Bram dengan masa berkaca - kaca.
"Sabar Om, Kita harus memberinya semangat untuk Raka supaya Ia segara cepat sadar. "Sahut Dion sembari mengelus pundak pria paru baya itu.
"Benar Om, Kata Dion kita harus tetap mengajak Raka bicara karna walaupun Raka koma ia akan tetap memdengar suara kita. "Timbal Dave.
"Terima kasih kalian selalu ada untuk anak Om, Walaupun mungkin Dia pernah mengecewakan kalian. "
"Om kami sudah menganggap Raka seperti saudara kami, Jadi Om jangan bilang terima kasih kepada kami. "Sahut Steven.
__ADS_1
"Iya Om, Dan kami sudah menganggap Om orang tua kami, Jadi Om jangan sungkan ke kami anggap saja kami putra Om. "Ucap Doni di angguki oleh semua Orang.
Bram sangat bersyukur, Putranya mendapat sahabat Yang sayang padanya. Dan selalu ada di sisi putra dalam suka Dan duka, Ia beralih menatap putranya Yang masih betah di memejamkan matanya dengan alat bantu pernapasan, Seolah ia tidak mau bangun dari mimpi indahnya.
"Raka bangunlah papah sudah sangat merindukanmu, Lihatlah sahabatmu juga sudah sangat merindukanmu. Apa kau akan membiarkan Zara Dan Zein pergi darimu selamanya. " Ucap bram di dalam hati sambil memegan tangan Raka, Dengan air mata menetas.
-
-
Sedangkan di alam bawah sadar Raka, Ia sedang duduk dirumput hijau. Dan sekeliling nya di penuhi dengan bunga indah dan wangi, Raka memejamkan matanya dengan tangan kebelekang sebagai penyangga tubuh nya.
"Raka. "
Raka membuka matanya, Dan melihat Seorang wanita paru baya Yang sangat Cantik. Wanita selalu ia rindukan setiap harinya, Sedang berjalan kearahnya dengan memakai baju putih. Dan dengan senyum manisnya selama ini Ia rindukan, Raka segera bangkit dari duduk nya berjalan menghampiri wanita itu ketika sudah saling berhadapan ia langsung memeluk wanita itu untuk meluapkan rasa rindu Yang ia pendam sendiri.
"Mama. "Panggil Raka dengan bibir bergetar.
__ADS_1
"Iya sayang ini mama. "Ucap wanita itu sambil membalas pelukan putra nya.
"Hiks Mama aku sangat merindukan mu hiks. " Isak tangis Raka keluar di pelukan ibunya.
Sang ibu langsung melonggarkan pelukannya untuk melihat wajah Raka, Dengan lembut is menghapus air mata Yang keluar dari mata Raka.
"Sudah jangan menangis, Masa sudah besar masih cengeng sih. "Canda mira ibunya Raka.
"Biarin, Kan Raka rindu pada mama. "Jawab Raka masih sesegukan.
"Mama juga sangat merindukan putra kecil mama Yang nakal ini. "Canda wanita sambil menaraki hidung Raka Yang mancung.
"Mah,, Aku bukan anak kecil lagi dan aku sudah besar. "Jawab Raka.
" Katanya Sudah besar, Tapi masih Cengeng sih. "Ledek Mira.
"Mamah. "Rajuk Raka seperti anak kecil dengan bibir mengerucut, Andai ada para sahabat pasti ia sudah di ledek habis - habisan.
__ADS_1
"hahahahaha. "Tawa Mira pecah melihat Raka seperti anak kecil.
Bersambung.....