
Setelah pulang kantor Raka langsung pergi ke rumah utama, Untuk menjenguk ayah yang sedang sakit. Tagi pagi ia di telepon oleh asisten rumah tangga bahwa ayahnya sedang sakit, Tapi karna tadi Raka harus bertemu klien penting jadi ia hanya menelpon dokter untuk memeriksa keadaan Bram karna ia tidak bisa langsung pergi kesana.
Raka masuk kedalam rumah dengan langkah tergesa karn ingin segera bertemu ayahnya yang sedang sakit, Dia langsung menuju ke kamar sang ayah. Sesampai disana ia berpapasan dengan wanita paru baya yang bekerja sebagi pengurus rumah ini yang baru keluar dari dalam kamar sang ayah.
"Bagaimana keadaan papah Bi..? "Tanya Raka khawatir.
"Tuan besar baik - baik saja Tuan muda, Hanya tekan darahnya saja yang sedang menurun Dan dokter juga sudah memberikan obat. "Jawab Bi Ningsih.
"Syukurlah kalau papah baik - baik saja, Terima kasih Bi sudah menjaga papah saya dengan baik. "Raka mengucapkan terima kasih kepda bi Ningsih karna telah menjaga ayahnya deng baik.
"Itu sudah menjadi tugas saya kalau begitu saya permisi ke dapur Tuan. "Ucap bi yati sambil berlalu disana namun baru beberapa langkah ia berhenti mendengar suara Raka.
"Tunggu Bi. "Panggil Raka.
"Iya Tuan. "Jawab Bi Ninsing sambil berbalik.
__ADS_1
"Nia dimana ya Bi..?, Karna saya tidak melihatnya di depan tadi."Tanya Raka karna ia sudah merindukan adiknya yang jarang bertemu.
"Nona ada di dalam kamarnya Tuan, Apa ada lagi tuan..? "
"Tidak ada Bi terima kasih dan maaf mengga Bibi. "Ucap Raka tidak enak.
"Tidak apa - apa, Kalau begitu saya permisi. "
Setelah berpamitan kepada Raka bi Ningsih melanjutkan langkahnya yang tadi terhenti, Sedangkan Raka memilih masuk kamar untuk melihat kondisi ayahnya. Sesampai di dalam ia melihat Bram sedang duduk sambil membaca buka, Raka berjalan menghampiri ayahnya yang sedang fokus ke bukunya itu.
"Kamu sudah datang Raka. "Bukan menjawab Omelan Raka ia malah balik bertanya sembari menyimpan buku yang ia bacak ke natas yang ada di samping tempat tidurnya.
"Iya baru saja tiba. "Jawab Raka sembari duduk disamping bram. "Papah harus sehat dan jangan banyak pikiran, Raka tidak mau papah sakit karna hanya papah yang kami punya saat ini. "Lanjutnya dengan mata berkaca - kaca.
"Sudah jangan menangis, Papa sudah sehat kok. "Sahut bram sembari mengelus kepala Raka. "Apa kau sudah menemukan mereka Rak..? "lanjutnya.
__ADS_1
"Belum pah, Aku sudah mencari mereka kemana - mana tapi sampai saat ini belum ketemu pah. aku akan menemukan mereka secapat mungkin. "Jawab Raka sambil menggeleng.
"Kira - kira mereka kemana yah, Setahu papa Zara Yatim jadi kamu akan susah mencarinya. "Sahut Bram ragu Raka akan mereka dengan cepat.
Raka terdiam sebenarnya diapun ragu akan menemukan dalam Waktu dekat karna Raka pun sudah mencari kemana - mana bahkan anak buah ikut mencari tapi Zara Dan Zein seperti hilng ditelan bumi sangat susah di cari ini sudah bertahun - tahun.
"Aku akan terus mencari mereka pah, Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menyerah. "Jawab Raka dengan mantap.
"Iya papa akan tetap mendukungmu seratus persen untuk mencari mereka. "Ucap Bram memberi dukangan kepada Raka agar tidak menyerah.
"Terima kasih papah selalu mendukungku. "Ucap Raka sambil memegang tangan keriput Bram.
-
-
__ADS_1
-