Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 52


__ADS_3

Sepulangnya dari kampus Zara, Raka pulang ke Rumah tempat ia di besarkan. Dan disinilah ia sekarang, Berjalan masuk kedalam rumah ayahnya setelah di perbolehkan masuk oleh satpam. Dengan wajah datar, Dan tatapan penuh intimidasi mampu membuat orang yang melihatnya takut.


Tapi orang lain tidak tahu Raka menyimpan banyak kesedihan di dalam hatinya. Ia menybunyikan dengan wajah datar agar orang lain tidak tahu kelemahannya.


"Bi Dimana papa? "Tanya Raka kepada pelayan yang kebetulan lewat.


"Ada di Ruang kerjanya Tuan muda. "Jawab pelayan Wanita tersebut.


Raka melengos pergi begitu saja, Meninggalkan pelayan yang masih berdiri. Setelah samai di depan Ruang kerja sang Ayah, Ia mengetuk pintunya.


Tok tok tok


"Masuk. "Sahut dari dalam.

__ADS_1


perlahan Raka membuka pintu itu, Setelah masuk Ia melihat sang ayah yang masih sibuk dengan tumpukan berkasnya, Tanpa melihat ke arah Raka sama sekali. Setengah jam Raka menunggu ayahnya berbicara tapi seolah ayah nya tidak menganggap keberadaan Raka sama sekali, Biasanya ayah nga akan Menyambutnya dengan dengan sumringah ketika Ia pulang.


Namun kali ini sangat berbeda, Jangankan menyambutnya. Melihat mukanya pun Enggan, Mungkin itulah bentuk kekecewaan Sang ayah kepadanya.


Karna bosan menunggu ayah nya menyelesaikan pekerjaan nya, Sedangkan ayah Seolah sengaja mengabaikan dirinya. Akhirnya ia memberanikan diri untuk berbicara kepada ayah setelah hanya suasana hening di ruangan itu.


"Pah. "Panggil Raka dengan pelan.


"Pah Aku datang bukan untuk meminta Restu kepada papah, Untuk menikah dengan Celine. Dan aku tidak akan menikah perempuan itu samai kapan pun. "Jawab Raka tegas.


Mendengar jawaban Raka, Akhirnya Ia mendongakan kepalanya untuk melihat putranya yang selama ini Ia banggakan, Namun sekarang malah mengecewakan dirinya.


"Kenapa ?, Bukankah selama ini Dia adalah perempuan Yang selama ini kau bela Mati - matian, Bahakan kau tega meninggalkan anak dan istrimu. "Sinis Bram. Dia berpura - pura tidak mengetahui apa yang terjadi kepada Raka. Ia sudah mengetahui apa yang terjadi kepada Raka dari anak buah nya yang mengawasi Putranya.

__ADS_1


"Pah. "panggil Raka lesu.


"Bahkan kau juga mengecewakan diriku. "


"Maafkan aku pah, yang sudah mengecewakan papah. "


"Sudahlah benar apa kata dirimu, kalau papah tidak perlu ikut Campur urusan mu, Karna kau sudah besar. Jadi aku tidak perlu ikut Campur urusan pribadi mu lagi. "Jawab Bram santai, Tapi mampu menohok jantung Raka.


"pah hiks. "Akhirnya tangisan Raka turun, Setelah sedari tadi ia tahan. Setelah mendengar ucapan Ayahnya yang ia kecewakan.


"Kau bahkan tidak hanya mengecewakan papah Raka dan menyakiti Zara, Tapi kau juga menyakiti Zein putra kandungmu sendiri. Papah kira setelah kalian menginap disini dan papah menasehati mu untuk kesekian kali, Papah berharap kau akan berubah hah. ?"Teriak Bram Emosi nya meluap - luap mengingat cucu dan menantunya pergi karna kelakuan putra nya bahkan sampai saat ini ia tidak tahu dimana mereka. Raka hanya diam sambil terisak, Ia tidak berani membantah karna ia tahu ia salah.


"Tapi apa yang telah kau lakukan, Kau malah meninggalkan keluargamu, Demi wanita Ular itu dengan alasan kau mencintanya, Cinta omong kosong itu. Apa kau tahu kau Egois Raka, Sangat egois. Karna keegoisan mu mereka pergi dan karna keegoisan mu pula Zara keguguran. "Lanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2