
Seorang anak kecil berjalan menghampiri Zara, Sebenarnya ia sudah dari tadi ada disana namun ia membiarkan terlebih dahulu Zara mencurahkan seluruh isi hatinya. Tangan mungilnya ia arahkan untuk menggemgan tangan Zara yang ada di atas penyangga besi, perlakuan anak kecil itu membuat Zara tersentak. Zara menoleh siapa yang memegang tangannya, Disampingnya anak kecil itu tersenyum manis kearah Zara yang tidak lain adalah Zein.
"Sayang kenapa kau bangun..? "Tanya Zara penasaran pasalnya tadi ia melihat kedua anak tidur dengan nyenyak.
"Tadi aku pengen buang air kecil makanya aku bangun, Mom sendiri ngapain berdiri disini malam - malam begini.. ?"Tanya Zein balik ia pura - pura tidak tahu bahwa dirinya tadi melihat Zara menangis.
"Tadi Mommy tidak bisa tidur makanya kesini, Ayo kita masuk kedalam udara sudah semakin dingin lagian Mommy juga sudah mengantuk. "Zara mengajak Zein kembali kedalam kamar karna sudah larut malam.
Sesampai didalam mereka langsung berbaring di tempat tidur, Dengan Zara Yang berada di tengah anak - anaknya seperti biasa mereka lakukan setiap malam. Zein langsung memeluk tubuh Zara baginya pelukan ibunya adalah tempat ternyaman.
"Ada apa sayang..? "Tanya Zara karna sambil mengusap Rambut, Zara bisa merasakan anak lelaki itu tengah khawatir dengan sesuatu.
__ADS_1
"Mom yakin ingin mengajak Sein kerumah Kakek...? "Tanya Zein sambil mendongak.
Zara menghela nafas terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Zein. "Hmm Mommy sudah pikirkan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan ini, Apa kau juga tidak rindu pada kakek ? Pasti kakek sangat merindukanmu. Mommy juga kasihan kepada kakek Yang sudah mulai tua harus terpisah dari kedua cucunya. "
"Zein sebenarnya juga rindu pada kakek dan aunty Nia. Tapi apa Mommy tidak apa - apa bila bertemu dengan Daddy nanti...? "Tanya Zein Ragu.
Usapan Zara terhenti setelah mendengar pertanyaan Zein, Dia sendiri bingung apa Yang harus ia ketika bertemu dengan Raka. Orang Yang selama ini ia rindukan sekaligus orang Yang ia benci.
Keesokan paginya Zara bangun kesiangan akibat tidak bisa tidur semalam, Bahkan kantung bawah mata Zara menghitam bahkan ia di tertawakan oleh Seina ketika mereka sarapan katanya dirinya seperti panda.
"Hahhhahaha Mommy lucu seperti panda." Ledek Sein.
__ADS_1
"Sein jangan ketawain Mommy begitu enggak baik. "Tegur Zein. Zara Yang awalnya cemberut Langsung tersenyum karna dibela oleh Zein, Sekarang giliran Sein Yang cemberut karna di tegur kakaknya.
"Mom nanti siang kita jadi kerumah Kakek. "Tanya Seina mengingatka janji Zara kemarin.
"Maaf sayang hari ini Mommy enggak bisa soalnya asisten Mommy tadi pagi telpon katanya ada masalah di proyek, Jadi Mommy harus kesana untuk mengecek langsung. "Ucap Zara dengan rasa bersalah kepada Sein karna tidak bisa menepati janjinya kemarin, Tapi mau bagaimana lagi proyek Yang sedang mereka jalani sedang bermasalah.
"Tapikan Mommy sudah berjanji kemarin. "Protes Sein karna Zara tidak menepati janji.
"Maaf Sayang. "Jawab Zara penuh sesal.
Melihat wajah ibunya penuh sesal, Ia dengan lembut mengusap rambut adiknya untuk memberi pengertian bahwa Zara sedang sibuk bekerja sebagai kakaknya ia harus lebih dewasa dari adiknya Yang masih kecil itu Apalagi Seina tidak pernah merasakan kasih sayang dari sang ayah.
__ADS_1