
Saat sedang berkutat dengan laptopnya, Dion masuk kedalam ruangan Raka dengan wajah Yang sulit diartikan sambil membawa sebuah dokumen entah apa isinya.
Melihat kedatangan Dion Raka menghentikan pekerjaannya, Ia berharap Dion membawa kabar baik Yang membuatnya bahagia. Bebarapa hari Yang lalu ia menyuruh Dion untuk mencari tahu tentang Sein karna entah kenapa hatinya mengatakan Sein putri kandungnya.
"Apa kau sudah mendapatkan apa Yang aku inginkan. "Tanya Raka penasaran.
"Iya aku punya kabar baik untukmu sekaligus kabar buruk untukmu, Kamu ingin mengetahui Yang mana dulu? "Sahut Dion datar.
"Hey kenpa kau bertele - tele cepat katakan saja apa Yang telah kau dapatkan. "Sahut Raka agak ketus.
Sebelum menjawab Dion menghela nafas dulu. "Hahh kabar baiknya hasil tes DNA Yang kamu lakukan sudah keluar. "Ucap Dion sambil menyerahkan sebuah amplop putih kearah Raka.
Tiba - tiba Raka menjadi gugup mendengar ucapan Dion takutnya hasilnya tidak sesuai dia inginkan, Benar beberapa hari Yang lalu ia meminta Dion untuk melakukan tes rambutnya Dan Sein, Dulu ketika Sein bermain ke rumahnya ia mengambil dengan sengaja mengambil rambutnya untuk Tes DNA ia ingin membuktikan bahwa Sein putrinya atau bukan.
Dengan tangan gemetar ia membuka amplop itu, Dengan hati - hati ia membaca dari atas sampai bawah. Matanya berkaca - kaca setelah membaca kata POSITIF di kertas itu Yang artinya Sein putri kandungnya bersama Zara.
"Hiks hiks Sein putriku. "Gumam Raka sambil memeluk kertas, Bahkan air matanya terus mengalir.
__ADS_1
"Lihatlah Dion selama ini firasatku benar, Sein putriku bersama Zara. "Ucap Raka sambil tersenyum.
"Iya dia memang putri mu Rak. "Jawab Dion membenarkan perkataan Raka.
Dion Yang melihat kebahagian Raka ikut senang, Walau hatinya masih saja khawatir dengan, karna kedepannya Raka pasti tidak akan mudah untuk mendapatkan keluarga kecilnya kembali apalagi putranya sendiri sudah membenci Raka.
"Terus tadi kata kau bilang ada kabar buruk untuk, Memang ada apa? "Saking senangnya saat tahu Sein putrinya Raka sampai lupa dengan ucapan Dion tadi.
"Berita buruknya kau tidak akan mudah mendapatkan mereka kembali. "Sahut Dion agak ragu.
Tiba - tiba raut wajah Raka menjadi sedih."Iya aku tahu karna Zara Dan Sein sudah membenciku, Tapi ak_"
"Kenapa kau menyangkut pautkan dengan orang itu. "Ucap Raka tidak suka apalagi mengingat kedekatan Glen dengan kedua anaknya.
"Karna ini juga bersangkutan dengan dirinya. "
"Aku tidak akan takut dengannya, Lagian kau bilang kemaring kalau ia belum menikah Yang artinya aku masih ada kesempatan untuk merebut Zara kembali. "Ucap Raka. Karna kemarin Dion sendiri Yang bilang kalau sampai sekarang tuan Glen belum menikah ketika ia bilang siapa laki - laki Yang ia bersama Zara jadi Raka masih punya kesempatan untuk membuat Zara kembali padanya.
__ADS_1
Seketika Dion menepuk jidatnya sendiri ucapan Raka. "Tapi Tuan Glen Kakak kandung mantan istrimu itu. "Jawab Dion sambil menekankan kata 'Kakak kandung'.
"Oh kakak kandung Zara. "Ucap Raka santai.
"APAAAAAA. "Teriak Raka ketika sadar dengan ucapan sendiri.
"Jangan bercanda Dion, Saat ini aku sedang tidak ingin bercanda. "Ucap Raka tegas.
"Tapi kenyataannya Tuan Glen memang kakak kandung dari Zara mantan istrimu. "Jawab Dion tidak kalah tegas.
"Tapi bagaimana mungkin jelas - jelas kita tahu bahwa Zara hanya yatim piatu Yang di besarkan di panti asuhan tidak punya saudara sama sekali. "Kata Raka tidak percaya.
"Awalnya aku juga tidak pecaya dengan informasi itu, Tapi ketika aku menyelidiki kembali memang benar adanya bahwa Tuan Glen kakak kandung dari Zara. Dulu ketika mereka kecil, Mereka berdua pernah mengalami kecelakaan mobil bersama kedua orang tuanya hingga mereka terpisah, Karna waktu kecelekaan itu Zara hanyut di sungai sedangkan tuan Glen kecil sempat terlempar ke jalan raya makanya selamat. "Jelas Dion.
Tubuh Raka lemas mendengar penjelasan Dion, Sepertinya untuk mendapatkan Zara kembali akan semakin sulit.
"Kapan mereka mengetahui bahwa mereka berdua adik kakak. "Tanya Raka terbata - bata.
__ADS_1
"Sebelum kalian bercerai. "Ucap Dion.
"Ya tuhan suami macam apa aku sampai aku tidak tahu masalah sebesar itu. "Gumam Raka sambil mengusap wajahnya kasar. Dirinya merasa gagal menjadi suami padahal dulu status mereka suami istri, Tapi Masalah sebesar itupun ia tidak tahu saking dirinya dulu tidak mau tahu apapun Yang terjadi pada sang istri.