Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 102


__ADS_3

Setelah perkelahian itu Raka lebih memilih menyendiri di taman menikmati suasana malam yang ada disana, Dari pada berkumpul dengan para sahabatnya. Tidak lama kemudian Dave menyusul Raka bahkan tidak ragu ia duduk di samping Raka, Entah apa yang ada dipikirannya padahal baru beberapa menit yang lalu ia bertengkar hebat dengan Raka.


"Apa kau tahu Rak sudah dari dulu aku ingin sekali memukulmu namun baru sekarang bisa terwujud, Aku tahu aku salah karna telah memukul sahabat sendiri tapi aku tidak akan pernah minta maaf padamu."Kata Dave sambil terkekeh.


"Kenapa?. "Tanya Raka datar tanpa melihat kearah Dave.


"Karna kau pantas mendapatkannya. "Seketika Raka menoleh ke arah Dave dengan tatapan bingung.


Bayangan empat tahun lalu itu muncul kembali keingatannya, Dimana ia bisa melihat seorang anak kecil dengan tatapan penuh dengan kebencian kepada ayahnya sendiri.


Flasback on


Sudah berhari - hari Zara dirawat selama itu Zein selalu bolak - balik ke rumah sakit, Seperti hari ini setelah pulang dari sekolah ia langsung kerumah sakit. Zein baru saja dakan masuk keruang rawat ibunya selama dirawat disana, Namun ia sudah mendengar tangisan ibunya hal itu mengurungkan niatnya selama beberapa menit Zein berdiri di depan pintu.


Bertepatan itu Dave yang baru selesai memeriksa pasien ia melihat Zein yang hanya berdiri di depan ruang rawat Zara, Hal itu membuat dirinya aneh karna biasa Zein langsung masuk begitu saja. Karna penasaran ia langsung menghampiri Zein yang sedang berdiri.


"Zein kenapa enggak langsung masuk saja Mommy mu pasti senang melihat kau sudah datang? "Tanya Dave di belakang Zein.

__ADS_1


Tidak menjawab apapun Zein langsung pergi begitu saja, Bahkan ia tidak menghiraukan panggilan Dave. Baru saja ia ingin mengejar Zein tapi samar - samar ia mendengar suara seseorang yang sedang menangis dari dalam, Karna penasaran ia mengintip dari celah penasaran dan ia bisa melihat Zara sedang menangis di dalam pelukan seorang pria yang ia tidak tahu siapa.


Dave menebak hal itu yang mengurungkan Zein masuk kedalam, Karna khawatir terjadi sesuatu iapun menyusul Zein yang sedang duduk di taman sendirian sambil menangis.


"Sedang apa kau disini Zein. "Mendengar suara Dave Buru - Buru Zein langsung menghapus air matanya ia tidak Dave melihatnya sedang menangis, Namun sayangnya Dave sudah melihatnya tapi ia pura - pura tidak tahu.


"Hanya ingin ingin sendiri saja. "Jawab Zein datar.


"Benar - benar turunan Raka sifatnya. "Rutuk Dave di dalam hati, Ia tidak sadar bahwa dirinya juga sama ketika bersama orang lain.


"Apa kau ingin menemani Om makan siang. "Ajak Dave karna ia yakin Zein belum makan siang karna Zein masih memakai seragam sekolah.


"Ayolah Zein temani om makang siang, Masa kau akan membiarkan om makan sendirian sih mau ya ya. "Pinta Dave dengan wajah memelas agar Zein mau ikut, Padahal di dalam hatinya ia geli dengan sikapnya.


"Baiklah. "Zein menerima ajakan Dave karna kasihan, Apalagi ia tahu Dave baru saja selesai bekerja.


"Tidak sia - sia aku tadi memasang wajah menggelikan itu. "Gumam Dave pelan.

__ADS_1


Mereke berdua pergi ke restoran tempat kesukaan Dave, Yang kebetulan tidak jauh dari rumah sakit karna Zein tidak mau lama - lam pergi takutnya Omnya sudah pergi takut ibunya sendirian di rumah sakit.


Baru saja dua suapan Zein langsung menghentikan suapan ketika melihat pasangan yang begitu mesra masuk kedalam restoran itu yang tidak lain ayahnya sendiri dengan wanita yang sudah membuat ayahnya tidak bisa mencintai ibunya, Bahkan tatapannya berubah tajam dengan sorot mata penuh kebencian.


"Hey kenapa berhenti, Kau sedang lihat apaan sih sampai matamu melotot begitu." Tanya Dave.


Karna penasaran iapun mengikuti tatapan Zein, Iapun langsung geram melihat keluakaan Raka sedang bermesraan dengan kekasihnya sedangkan istrinya sedang di rawat di rumah sakit. ingin sekali ia menghampiri Raka lalu memukulnya, Namun ia tidak ingin mencari keributan apalagi ada Zein disampingnya.


Flasback of


Raka menangis tersedu - sedu ketika dave selesai menceritakannya, Pantas saja Zein begitu membencinya karna dirinya begitu tega ia malah asik bersenang - senang dengan Celine sedangkan istrinya sedang dirawat di rumah sakit.


"Aku memang Daddy dan suami kejam. "Racau Raka sambil memukul kepalanya sendiri.


"Hentikan jangan menyakiti dirimu sendiri lagi, Sampai kau matipun kau tidak merubah apapun yang sudah terjadi."Tegur Dave.


"Kenapa tidak dari dulu kau langsung memukul ku agar aku sadar bahwa perbuatanku salah hiks?"Tanya Raka sambil menangis.

__ADS_1


"Apa dengan aku memukulmu aku akan membuatmu sadar Rak, Sedangkan pada saat itu kau sedang di mabuk Cinta kembali dengan wanita itu kau tidak akan mendengarkan nasehat dari siapaun karna bagimu apa yang kau lakukan sudah benar tanpa memikirkan banyak yang akan terluka karna perbuataanmu." Kata Dave telak.


Raka diam memang benar apa kata Dave, Bahkan dulu Dion pun sudah menasehatinya bahkan sampai memukulnya namun ia tidak mendengarkannya ia akan tetap melakukan apa yang menurutnya benar.


__ADS_2