Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 61


__ADS_3

Tok tok tok


"Masuk. "Sahut Raka sambil berkutat di depan laptopnya.


Dengan penuh percya dirinya, Lidya berlenggak - lenggok bak model papan atas menghampiri Raka Yang tengah fokus ke pekerjaannya tanpa melihat dirinya sama sekali. Namun tidak mengurangi kadar ketampannya, Justru malah membuat lidya semakin terpesona kepada Raka Dan tertantang menaklukan Raka Yang super dingin itu.


"Katakanlah apa agendaku hari ini. "Titah Raka.


"Tuan pukul 10.00 anda ada meeting dengan perusahaan Y di lanjut dengan makan siang bersama klien, Dan sehabis makan siang anda ada meeting bulanan bersama karyawan. "Lapor lidya kepada Raka.


"Apa ada lagi jadwal ku setelah itu. "Tanya Raka.


"Oh iya saya lupa, Tuan mendapatkan undangan makan malam dari klien anda apa anda akan datang. "Tanya Lidya penuh harap, Ia berharap Raka akan datang Dan meminta dirinya untuk pergi menemani Raka.


"Tidak saya tidak akan datang, Katakanlah kepada mereka bahwa saya ada keperluan keluarga. "Jawab Raka jujur. Karna ia berniat pulang ke rumah utama keluarganya, Untuk mengunjungi ayahnya Yang kurang sehat.


"Baiklah tuan akan saya sampaikan kepda mereka. "Jawab Lidya lesu karna tidak seseui harapannya. Setelah beberapa menit Lidya masih berdiri di depan meja Raka, Sambil senyum - senyum Dia menatap memuja kepada Bosya sedang memeriksa berkas. Raka Yang menyadari Lidya masih diruangannya, Raka mendongakan kepalanya Dahinya mengernyit melihat sekertarisnya sedang sesnyum - senyum.

__ADS_1


"Lidya. "Panggil Raka namun tidak ada jawaban dari Lidya.


"Lidya. "Panggil Raka lagi dengan keras, Menyadarkan lamunan Lidya Yang sedang menghayal.


"Iya tuan. "Ucap Lidya kaget setelah mendengar teriakan Raka.


"Kau kenapa senyum - senyum sendiri, Kalau kau gila jangan di ruangan saya. "Ketus Raka.


"M_aaf Tu_an tadi saya melamun. "Jawab Lidya terbata - bata.


"Kalau kau sudah selesai segera pergi dari ruangan ku. "Usir Raka.


"Tunggu. "Panggil Raka.


"Yes, akhirnya berhasil. "Sorak Lidya didalam hati. Lidya mengira Raka sudah menyukai dirinya, Dengan seyuman manisnya Ia berbalik menghadap Bos Dinginnya.


"Iya Tuan. "Jawab Lidya penuh percaya diri.

__ADS_1


"Kalau kau ingin tetap bekerja disini, Mulai besok pakai pakaian Yang rapi. Kalau kau ingin mencari sugar Daddy jangan disini tapi pergi ke Club malam disini tempat nya bekerja. "Sarkas Raka dengan pedas.


Sedangkan Lidya Yang tadinya serasa di atas awan karna mengira Raka tertarik kepadanya, Langsung jatuh kedasar bumi setelah mendengar ucapan pedas Raka.


"Baik tuan saya akan mematuhinya. "Jawab Lidya dengan Wajah merah karna marah.


"Bagus, Jika kau masih bekerja disini patuhi tapi kau tidak sanggup buatlah Surat pengundaran diri."Ucap Raka dingin.


Lidya segera pamit kepada Raka, Karna ia tidak sanggup dengan kata - kata pedas dari Raka orang yangat ia kagumi, Dengan segera ia pergi dari sana. Sebelum Raka menghina dirinya lagi bahkan tanpa sadar dirinya membanting pintu ruang Raka, karna saking marahnya kepada Raka.


Sedangakan Raka kembali melanjutkan pekerjaan kembali, Tanpa peduli wajah memerah sekertarisnya karna ucapan pedasnya. Dion Yang akan keruangan Raka tanpa sengaja berpapasan dengan Lidya, Yang berlalu begitu saja tanpa menyapa dirinya seperti biasa.


Dion mengangkat bahunya tanda tidak peduli dengan Lidya Yang menurutnya kurang sopan, Walaupun Dia penasan dengan wajah memerah Lidya seperti menahan amarah setelah keluar dari ruangan Raka. Dion memilih untuk tidak peduli Dan melanjutkan tujuan untuk masuk ke ruangan Raka, Karna Dia harus meminta tangan bosnya itu untuk berkas Yang ia bawa.


-


-

__ADS_1


-


Bersambung....


__ADS_2