Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 85


__ADS_3

Selama Rapat berjalan Raka terus menatap ke arah tanpa mengalihkan pandangannya ke arah lain, Bahkan ia tidak mendengarkan apa yang saat ini Yang lain diskusikan. Ketika pandangan mereka bertemu dengan cepat Zara mengalihkannya ke arah lain hal seolah itu lebih menarik daripada melihat Raka.


Dua jam berlalu Rapat baru selesai setelah mereka sepakat di kedua belah pihak untuk bekerjasam Yang saling menguntungkan untuk perusahan masing - masing.


Dengan langkah terburu - buru Zara langsung keluar dari itu diikuti oleh kedua bahawannya, Walaupun mereka bingung dengan Zara Yang seperti sedang menghindari seseorang tapi mereka tetap mengikuti langkah Zara Yang berjalan dengan cepat.


Tidak mau kehilangan Zara lagi, Raka dengan cepat mengejar Zara namun karna kurang hati - hati tidak sengaja ia menabrak OB Yang baru saja membersihkan lantai itu.


"Maaf Tuan saya tidak sengaja. "OB itu langsung meminta maaf dengan tubuh gemetar kepada atasannya walau bukan sepenuhnya kesalahan dirinya.


"Minggir. "Sentak Raka Apalagi ketika ia melihat Zara sudah masuk kedalam Lift. Tanpa mengiraukan OB itu Raka langsung berlari kearah Zara namun sayang belum juga Raka sampai pintu Lipt sudah tertutup Rapat.


"Sialan Cepat buka pintunya. "Teriak Raka sambil menendang pintu lift yang sudah tertutup rapat.

__ADS_1


"Tidak Tidak Zara tidak boleh pergi lagi. "Gumam Raka menggeleng sambil berlari kearah tangga darurat.


Sesampainya di bawah Raka melihat Zara Yang akan memasuki mobil. Tanpa memperdulikan penampilannya Yang acak - acakan Yang akan dilihat karyawan sendiri, Ia berlari kearah Zara sambil berteriak memanggil nama istrinya.


"Zara tunggu. "Teriaknya namun tidak di hiraukan oleh istrinya itu.


"Zara ku mohon buka pintunya. "Ucap Raka memohon sambil menangis ia mengetuk kaca mobil itu dengan berulang kali.


"Jalan pak. "Titah Zara kepada supir.


"Jalan pak atau mau saya bapak saya pecat sekaran juga. "Ancam Zara kepada supirnya tidak sungguh - sungguh tapi ia tidak punya pilihan selain mengancam agar patuh kepadanya.


"Baik Nona. "Patuh supir itu dari pada dirinya di pecat sedangkan ia sedang butuh uang banyak.

__ADS_1


Zara menghela nafas lega ketika mobilnya mulai berjalan meninggalkan Raka Yang masih berteriak memanggil namanya, Sebenarnya ketika meeting tadi dirinya juga kaget ketika melihat Raka. Dirinya sungguh tidak tahu bahwa itu perusahan Raka karna selama pernikahan mereka ia tidak pernah sekalipun di perbolehkan untuk kekantor suaminya mengingat itu Zara tersenyum kecut.


Walau selama ini ia berkata ingin mempertemukan Raka dengan kedua anaknya namun ketika berhadapapn Raka langsung tadi bayang - bayang masa lalu Yang menyakitkan itu langsung muncul di pikirannya.


Hatinya perih mengingat Raka dengan teganya meninggalkan mereka Demi memilih hidup dengan wanita masa lalunya. Tanpa sadar dirinya terisak di dalam mobil ketika mengingat masa lalunya Yang menorehkan luka di hatinya, Selama ini dirinya selalu pura - pura kuat di hadapan keluarganya agar mereka tidak khawatir kepadanya.


"Nona kenapa menangis...? "Tanya Vini khawatir ketika menyadari atasan menangis.


"Saya tidak menangis, Tadi mata saya kelilipin kemasukan debu makanya menangis. "Kilah Zara sambil menghapus air matanya.


"Nona Yakin. "Tanya Vini ragu dengan jawaban Zara.


"Iya. "Jawab Zara singkat.

__ADS_1


Baru Vini ingin bertanya lagi namun urung ketika melihat Tuan Aldi menggelengkan kepalanya menyuruhnya untuk tidak terlalu ikut campur dengan urusan pribadi Nona mudanya itu. Vini pun diam tidak bertanya lagi kepada Zara walaupun dirinya masih penasaran alasan Zara menangis, Karna ia yakin Zara sedang berbohpng kepadanya.


__ADS_2