Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 65


__ADS_3

Raka keluar kamar itu setelah memastikan. ayahnya sudah istirahat karna kelelehan mengobrol dengan nya. Raka mengurungkan niatnya untuk menuju kamarnya sendiri, Setelah melewati kamar sang adik akhirnya ia memutuskan sania terlebih dahulu sekalian ia ingin mengobrol dengan sang adik, karna mereka sudah jarang bersama. Sebelum masuk Ia mengetuk pintu terlebih dahulu.


Tok tok tok


"Siapa. "Sahut sania dari dalam kamar setelah mendengar ada Yang mengetuk pintu kamarnya ketika ia baru mau tidur.


"Ini kakak dek. "Jawab Raka dari luar.


Tidak Lama kemudian pintu terbuka menampakan sania memakai piyama bergambar hello kity kesukaanya dari kecil, Bahkan adik nya sering mengoleksi benda apapun Yang berhubungan dengan hello kitty.


Sania langsung memeluk Raka dengan erat, Karna saking rindunya dengan sosok kakak Yang selalu melindunginya. Bahkan tidak pernah membiarkan adiknya menangis sedikitpun itulah mengapa ia sangat manja pada sang kakak, Dengan senang hati Raka membalas pelukan sang adik tidak kalah erat.


"Nia kangen banget sama kaka hiks hiks. "Ucap Sania terisak di pelukan Raka.


"Kakak juga kangen bangen sama adik kakak yang nakal ini. "Jawab Raka dengan masa berkaca - kaca. Setelah beberapa saat berpelukan, Raka melonggarkan pelukan mereka berdua.

__ADS_1


"Sudah jangan menangis lagi, Tuh lihat wajahmu jadi jelek begini. "Ejek Raka sambil menghapus air mata sania.


"Mana ada seperti itu, Dasa nyebelin."Rajuknya sambil berbalik masuk kedalam kamar, Raka mengikuti adiknya masuk kedalam, Sambil terkekeh geli melihat adiknya Yang sudah besar masih suka merajuk kaya anak kecil. Raka melihat ke sekeliling kamar sania Yang tidak pernah berubah dari dahulu.


"Sudah jangan merajuk terus, Engga malu apa sudah besar masih suka merajuk. "Ledeknya.


"Kakak. "Teriaknya saking kesalnya karna Raka selalu mengejek dirinya.


"Iya iya maaf dek bercanda. "Akhirnya Raka mengalah terlebih dahulu. "Apa kamu sudah makan dek. "Lanjutnya.


"Udah tadi sebelum kesini, Kalau gitu kamu segera istrirahat kakak balik ke kamar dulu. "Pamit Raka sambil mencium kening sang adik.


"Iya kak. "Balas sania. Seteleh melihat kakak keluar, Ia naik ke ranjang karna iapun sudah sangat lelah, Hingga tidak berapa Lama ia sudah terlelap.


____*******_____

__ADS_1


Setelah bebersih Raka berganti pakaian Dengan mengenaka kaos pendek Dan boxer ada di lemari di kamar itu, Raka terlihat sangat tampat dengan pakaian sederhana itu. Ia akan menginap malam ini disana, Lagian ia sudah rindu malam menikmati semelir angin di balkon kamar nya.


Raka berdiri sambil berpegang ke penyangga besi Yang ada balko, Ia mendongak keatas melihat langit Yang sangat indah tiba - tiba terlintas perkataan ayah beberapa jam Yang lalu.


"Bagaimana kalau Zara sudah menikah lagi Rak...? "Pertanyan Bram tiba di tengah obrolan mereka.


"Zara tidak mungkin menikah lagi pah,, Karna ia masih sah menjadi istriku. "Jawab Raka tegas.


"Tidak ada tidak mungkin, Karna Zara tidak tahu kalau kalian masih suami istri Yang ia tahu kalian sudah berpisah Dan ini sudah bertahun - tahun berlalu. "Ucapan telak Bram mampu membuat tidak bisa berkata - kata lagi.


Raka menghembuskan nafasnya dengan kasar, Membayangkan saja Zara berasama pria lain sudah sesak apalagi kalau itu sampai menjadi kenyataan bisa - bisa ia hancur. Ia metanap langit cerah Yang di penuhi bintang kesukaan istrinya.


Dulu ia selalu memergoki Zara ketika menikmati balkon kamar rumah mereka dengan sambil menangis karna perlakuannya, Namun lagi - lagi ia tidak peduli dengan kesedihan istrinya setiap malam dengan cuek ia mengabaikannya.Sekarang ia merasakan kesedihan itu dengan penyesalan di dalam hati.


"Jika ini karma aku akan menerimanya, Aku akan menunggu kalian di dalam penyesalanku ini hik hiks hiks. "Gumam Raka dengan air mata mengalir.

__ADS_1


__ADS_2