Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 99


__ADS_3

Bram masih tidak percaya bahwa cucu ya ia rindukan ada didepennya, Bahkan ketika Zein sudah berada di pelukan ia masih menanggapnya sebagai mimpi.


" Ya Allah Ini adalah mimpi paling indah Yang paling indah Yang pernah aku mimpikan. "Gumam Bram, Namun Zein masih biasa mendengar dengan jelas gumam Bram


Zein hanya tersenyum mendengar ucapan dari Bram, Rupanya kakeknya masih menganggap dirinya mimpi. Dengan pelan ia merenggankan pelukan, Bahkan ia terkekeh melihat Bram Yang sedang menangis.


"Lihat di dalam mimpipun Zein tersenyum padaku tersenyum padaku. "Ucap Bram dengan tatapan tidak percaya.


Zein dengan lembut mengusap wajah Bram Yang penuh dengan keriput. "Opa sedang tidak bermimpi, Tapi ini nyata aku ada didepan Opa sekarang. "Kata Zein dengan lemput.


"Benarkah ini bukan mimpi ? "Tanya Bram yang di jawab anggukan kepala.


Bram langsung memeluk erat Zein kembali, Bahkan ia menangis histeris ia tidak peduli jika ada Yang melihat Dan mengatakan ia cengeng, Yang jelas dirinya sangat bahagia Cucu Yang ia rindukan bisa bersama dirinya lagi.


Zara melihat dari kejauhanpun terharu melihat pertemuan kakek Dan cucu Yang telah Lama berpisah, Sedangkan si kecil Sein masih kebingun melihat kakakya memeluk orang asing sambil menangis.


"Kamu kemana saja hiks Opa sangat merindukanmu hiks, Apa kamu tahu semenjak kamu pergi Opa sangat kesepian hiks. "Ucap Bram.


"Zein juga sangat merindukan Opa, Selama ini aku Dan Mommy tinggal di Paris Dan baru beberapa hari Yang lalu kami kembali ke Indonesia. "Sahut Zein.


"Oh iya dimana Mommymu Zein Opa sudah rindu dengan dirinya? "Tanya Bram Yang belum melihat Zara.


"Mommy ada disana Opa. "Tunjuk Zein ke arah Zara Yang masih berdiri didekat mobil.

__ADS_1


Bram mengikuti jari telunjuk Zein, Dan benar saja ia melihat Zara Yang sedang tersenyum kearahnya. Namuan pandangan Bram fokus kearah anak kecil Yang sedang berdiri di dekat Zara, meras di perhatikan oleh Bram Sein langsung bersembunyi di belekang Zara. mungkin itu anaknya dengan suami barunya pikirnya.


"Ayo Opa kita kesana, Aku akan mengenalkan Opa ke Sein adi Zein. Dia itu sangat Cerewet Dan menyebalkan tapi aku sangat menyayanginya. "Celoteh Zein. Sambil terus menarik tangan Bram Yang hanya pasrah mengikuti Zein.


"Bagaimana kabarmu Nak? "Tanya Bram ketika sudah di depan Zara.


"Kabarku baik pah. "Jawab Zara dengan mata berkaca - kaca.


"Apa kamu tidak mau memeluk pria tua ini hmm. "Ucap Bram. Zara langsung memeluk Bram dengan erat bahkan air mata ya ia tahan akhirnya keluar, Ia sangat merindukan Bram orang yang sudah ia anggap sebagai pengganti ayahnya kandungnya Yang sudah meninggal.


"Kenapa pergi tidak mengabari papah dulu, Seandainya papah tahu apa Yang Raka lakukan padamu Dan Zein mungkin papah tidak akan membiarkan kalian pergi jauh dari papah."Kata Bram sambil membalas pelukan Zara, Ia sangat menyayangi Zara seperti anak kandunnya sendiri.


"Maaf. "Gumam Zara dengan suara serak.


Zara menggeleng dengan lembut ia memegang tangan Bram. "Tidak ini bukan Salah siapapun, mungkin ini sudah mendai takdirku jadi papah jangan menyalahkan diri sendiri lagi. "Jawab Zara sambil tersenyum kearah Bram, Ia tidak mau Bram menyalahkan dirinya sendiri padah kejadian Yang sudah ia alami padahal itu murni kesalahn Raka.


"Kenapa sih Orang dewasa selalu menangis, Dikit - dikit menangis pusing kepala Sein melihatnya. "Celetuk Sein tiba - tiba langsung membuat tangisan Bram Dan Zara berhenti.


"Diamlah Bocah. "Tegur Zein.


"Ishhh Sein bukan bocah ya. "Protes Sein sambil melotot kearah kakaknya.


"Iya bukab bocah tapi si cengeng. "Ledek Zein.

__ADS_1


"Awas ya Nanti aku akan bilang ke uncle kalau kakak jahat ke Sein, Biar kakak nanti di marahanin sama uncle. "Ancam Sein.


"Dasar tukang ngadu. "Ucap Zein mencibir.


"Biarin. " Jawab Sein santai.


Hahhahaha


Tawa Bram pecah ketika melihat pertengkeran dua bocah yang menurut sangat menggemaskan, Tiga orang Yang ada disana melihat kearah Bram Yang sedang tertawa.


"Kakek kenapa tertawa ?"Tanya Sein dengan polos.


"Maaf sayang habisnya kamu sangat lucu. "Ucap Bram sambil mengusap kepala Sein, Entah merasakan desiran Yang entah ia tidak tahu.


"Pah kenalin ini Sein anakku bersama_"Ucap Zara ragu.


"Papah tahu kamu jangan merasa tidak enak kepada papah. "Potong Bram sambil tersenyum ke arah Zara.


"Ayo anak - anak kita masuk kedalam kerumah, Opa akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan makan spesial untuk kalian. "Ajak Bram sambil menggandeng tangan Zein dan Sein.


"Asyik. "Teriak Sein dengan girang sedangkan Zein hanya diam saja walaupun di dalam hati senang.


Zara hanya mengikuti mereka dari belakang, Ia akan membiarkan mereka untuk melepaskan rindu setelah sekian lama tidak bertemu. Walaupun ia masih bingung dengan maksud perkataan Bram tadi.

__ADS_1


"Apa papah sudah tahu kalau Sein putriku dengan mas Raka. "Gumam Zara di dalam hatinya.


__ADS_2