Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 109


__ADS_3

Hatchim


Hatchim


Hatchim


Suara bersin Yang tidak henti terdengar dari dalam kamr dengan nuansa gelap, Lebih tepatnya berasal dari seorang pria Yang biasa tegas kini malah terbaring lemah di atas kasur King size nya. Akibat kemarin malam dirinya terlalu Lama kehujanan niatnya ingin mendapatkan maaf dari sang istri, Tapi keesokan ia terserang Flu parah bahkan tadi pagi dirinya demam tinggi. Hal itu membuat sang ayah khawatir deng kondisi tubuh sang putra, Karna belum Lama ini Raka baru keluar dari rumah sakit akibat kekurangan cairan.


"Sebenarnya kenapa kau bisa kehujanan Rak hingga menjadi seperti ini. "Omel Bram sambil menyuapkan bubur ke mulutnya Raka, Lebih tepatnya ia paksa karna dari tadi Raka menolak suapan buburnya alasan mulutnya pahit, sehingga ia tidak berselera memakannya.


"Aku tidak apa - apa kok pah, jadi papah jangan khawatir ya hatcim. "Ucap Raka dengan lirih.


"Tidak apa - apa bagaimana sedari tadi bersin - bersih terus, Bahkan tadi pagi badan kamu sangat panas bagaimana papa tidak khawatir padamu. "Cerca Bram sambil memberikan tisu kepada Raka, Dengan senang hati Raka menerima tisu pemberian Bram untuk menghapuas ingusnya.


"Om jangan khawatir dengan Raka, Diakan Orangnya kuat saking kuatnya ia berdiri berjam - jam di kehujanan padahal tubuhnya sudah bergetar karna kedinginan."Dion menyahut ucapan Bram dengan nada ejekan untuk Raka, Kebetulan dirinya ada disana untuk mengantarkan dokumen kepada Raka.


"Sialan Lo. "Dengus Raka sambil melemperkan tisu habis lap ingusnya ke arah Dion.


"Iw Dasar jorok lo itukan tisu habis lap ingus loe. "Dengan muka jijiknya Dion membuang tisu ke tong sampah Yang ada dikamar Raka.


"Haloo Orang ganteng datang ni. "Seru seseorang Yang baru masuk ke kamar Raka, Di ikut yang lain di belakangnya.


Raka memutar bola matanya malas melihat sahabat - sahabatnya masuk ke kamar pribadinya, Pasti dirinya akan di tanyain macam - macam oleh sahabat itu sedangkan dirinya mals menjawabnya.

__ADS_1


"Kalau begitu papa keluar dulu untuk menyuruh bibi membuatkan minuman untuk kalian semua. "Karna sudah ada para sahabat anaknya Bram memilih untuk undur diri dari kamar Raka.


"Maaf merepotkan Om. "Kata Dave merasa tidak enak hati.


"Om tidak merasa direpotkan kok, Malahan Om senang kalian datang rumah jadi ramai." Kata Bram sebelum keluar kamar Raka.


"Bagaimana kabarmu, Apa Sudah mendingan? "Tanya Dave datar setelah kepergian Bram. Walau begitu dirinya khawatir dengan kondisi Raka.


"Seperti Yang Lo lihat, Keadaan gue sudah lebih baik dari Yang pagi." Raka menjawab apa adanaya.


"Hey Rak Lo doyan sekali sakit, Dikit - dikit sakit emangnya enak ya jadi orang sakit."Seloroh Steve tanpa di saring. Yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Yang lain, Bahkan Doni Yang kebetulan sedang di dekatnya tanpa segan langsung menginjak kakinya.


"Aww sakit dodol kenapa loe injak kaki gue sakit tau. "Umpat Stev sambil meringis.


"Jangan di ambil hati ucapan Steve tadi Rak, Dia hanya sedang bercanda benarkan Steve?. "Tanya Doni penuh penekanan.


"Hmm. "Jawab Raka singkat.


"Sudah jangan di bahas lagi kita kesini untuk jenguk Raka, Bukan untuk bertengkar. "Lerai Dave bijak.


Beberapa saat kemudian mereka terlibat obrolan seperti biasanya, Hinga sore menjelang malam barulah mereka pulang kerumah masing - masing tidak terkecuali Dion yang sudah saatnya pulang kerja.


Sepeninggal para sahabatnya, Raka hanya termenung di dekat jendela kamar dengan kedua tangannya ia masuk ke kantong celana yang ia pakai saat ini, Ia menikmati pemandangan sore hari yang ini untuk pandang. Namun walau begitu Raka tidak bisa menikmatinya, Karna pikiran tidak berada disana tetapi berada di tempat lain. Dia hanya berdiri dengan pandangan kosong, Menatap lurus kedepan.

__ADS_1


Tidak Lama kemudian Bram masuk ke kamar Raka seteleh melihat kepergian para sahabat anaknya. Bram masuk kedalam kamar Raka, Dengan membawa map berwarna hijau entah isinya apa hanya Bram yang tahu.


"Pemandangan sore hari sangat Bagus ya. "Ucap Bram basa - basi.


"Hmm. "Jawab Raka singkat.


Tiba - tiba Bram menyodorkan map yang tadi di bawanya kearah Raka, Sambil mengernyitkan dahinya ia menerima map itu.


"Ini berkas apa pa?."Tanya Raka.


"Bukalah nanti kamu akan tahu, Papa harap kamu tidak terkejut. "Ucap Bram ambigu.


Dahi Raka semaking mengernyit setelah membaca berkas itu, Ia semakin tidak mengerti maksud Bram memberikan berkas ini. Melihat kebingun di wajah Raka, Bram tersenyum penuh arti keara Raka.


"Kau dan Zara masih suamai istri. "


"Apa. "Ucap Raka syok.


Assalamualaikum wr. wb ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ


Mohon maaf baru up lagi. โœŒ๏ธPasti bosen ya karna nunggu up nya.


Bagi yang masih setia nungguin up terima kasih saya ucaokan karna sudah setia menunggu untuk up lagi.๐Ÿคฉ

__ADS_1


Jika ada kata - kata yang salah saya mohon maaf sebesar - besarnya.


Terima kasih terus beri dukungnya selalu agar saya bisa tambah semangat up lagi๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2