
Malam pun tiba, Tapi Zara dari siang sampai sekarang Zara masih mengurung diri di dalam kamarnya bahkan sampai melewatkan makan malam. Hal itulah Yang membuat sang kakak khawatir takut terjadi sesuatu kepada sang adik.
Setelah memastikan dua keponakan sudah tidur lelap di dalam kamarnya, Glen keluar kamar untuk pergi ke kamar Zara Yang kebetulan dekat dengan kamar dirinya
Tok Tok Tok
"Dek ini Kakak buka pintunya. "Beritahu Glen sambil terus mengetuk pintu.
Tidak lama kemudian pintu kamar terbuka menampakan Zara yang masih memakai baju tadi siang yang sudah acak - acakan tidak serapi tadi bahkan matanya bengkak, Glen menebak adiknya sehabis menangis.
"Kakak. "Zara langsung menghambur ke pelukan Glen ketika ia melihat kakakya di depan pintu.
Glen menuntun Zara untuk masuk ke dalam kamar, Ia tidak mau kedua keponakannya melihat ibunya menangis. Glen mendudukan bokongnya di atas tempat tidur dengan Zara yang masih di pelukannya, Dengan lembut ia menepuk - nepuk punggung Zara seperti biasa ia lakukakan ketika Zara sedang menangis.
__ADS_1
"Dek kenapa menangis? Cerita pada kakak jangan membuat kakak khawatir dengan melihatmu menangis. "Tanya Glen.
"Aku bertemu dengan nya tadi kak. "Lirih Zara.
Glen menghela nafas tanpa Zara beritahupun ia tahu orang yang dimaksud Zara yang tidak lain tidak bukan adalah Raka.
"Dimana kau bertemu dengannya dek? "Tanya Glen lagi sambil mengusap rambut coklat Zara. Zara melepaskan pelukan dari sang kakak.
"Memangnya selama kau menikah dengannya kau tidak pernah keperusahan Raka. "Tanya Glen heran. Pasalnya Zara menikah dengan Raka cukup lama masa istri tidak suaminya bekerja disana pikirnya.
Zara menggeleng. " Selama menikah dengannya aku dilarang untuk pergi keperusaahannya, Makanya aku tidak tahu perusahan itu miliknya. "Jawab Zara apa adanya.
"Keterlaluan. "Geram Glen setelah mendengar pengakuan Zara. Ia tidak habis pikir dengan Raka segitunya orang lain tidak mau bahwa Zara istrinya sampai - sampai melarang Zara untuk pergi ke perusahaan suaminya sendiri.
__ADS_1
"Apa tadi dia menyakitimu lagi disana?, Kau baik - baik sajakan. Jawab kakak dengan jujur. "Tanya Glen beruntun.
"Zara menggeleng. "Dia tidak manyakiti aku kak, Aku baik - baik saja. Hanya saja ketika aku melihatnya tadi hiks kenangan buruk itu muncul kambali di kepalaku hiks"Jawab Zara sambil menangis. Glen langsung memeluk kembali Zara.
"Sssst tenanglah ada kakak disini. "Lirihnya sambil mengecup kepala Zara bukan tenang tangis Zara semakin kencang.
" Tadinya aku pikir saat aku bertemu dengannya lagi aku akan baik - baik saja hiks Namun ternyata salah saat tadi siang aku melihatnya lagi setelah bertahun - tahun hiks seketika bayang - bayang masa lalu menyakitkan itu muncul lagi di kepalaku hiks dimana dulu dia dengan tega menamparku hanya karna membela wanitu itu hiks hiks bahkan ketika dia meninggalkan kami hanya demi hidup bersama wanita itu hiks dan gara - gara itu pula aku hampir saja kehilangan janinku kak hiks hiks hatiku sakit kak hikks hiks sungguh ini sangat menyakitkan bagiku kak hiks. "Ungkap Zara sambil memukul dadanya berkali - kali bahkan air mata terus mengalir membasahi pipinya.
"Hey tenanglah. "Titah Glen sambil memegang tangan Zara. Zara mendongak dengan tatapan pilu hal itu membuat hati Glen hancur berkeping - keping adik ia merasa gagal menjaga Zara sampai - sampai Zara terluka.
-
-
__ADS_1