
Berhari - hari Raka mencari Zara dan Zein namun hasil nya Nihil, Bahkan iya pernah kerumah Papa nya untuk mencari Zara. Namun dia malah di usir oleh sekurity di rumah nya sebelum menemukan apa yang di Cari, Mungkin karna ayahnya terlalu kecewa kepadanya Sampai tidak mau bertemu dengan dirinya.
Setiap hari Ia akan menunggu Zara di parkiran kampus, Dimana tempat Zara menempuh pendidikan nya. Seperti hari ini di menunggu Zara di dalam mobil, Karna ia bingung harus mencari Zara dimana. Sedangkan teman - teman Zara pun ia tidak kenal sama sekali.
Tapi sudah berhari - hari Ia menunggu, Tapi Raka tidak pernah melihat Zara sama sekali berada di kampus nya. Karna tidak mau menunggu lebih lama lagi. Akhirnya ia memberanikan diri untuk masuk kedalam.
Dengan wajah datarnya Raka berjalan sambil sesekali melihat sekeliling, Siapa tahu ia melihat Zara. Tapi setelah lama berkeliling, Namun hasil Nihil Raka tidak melihat Zara sama sekali.
Karna terlalu berkeliling Raka memberanikan diri untuk bertanya, Yang kebetulan ia melihat tiga orang Mahasiswa yang sedang mengobrol.
"Permisi. "Sapa Raka.
Mereka langsung menoleh, Namun Raut wajah mereka langsung berubah setelah melihat dirinya. Dahi Rak mengerut setelah melihat perubahan mereka semua, Ia mengingat lagi apa dirinya mengenal mereka, Tapi hasil nihil ia tidak mengingat sama sekali.
"Ada apa..? "Lisa menjawab dengan juteknya.
__ADS_1
"Apa kalian Melihat Zara..!! "
"Untuk apa kau menanyakan Zara, Apa kau belum puas untuk menyakiti teman kami hah. "Jawab Lisadengan sinis.
Sekarang Raka mengerti kenapa mereka semua melihat dirinya dengan wajah tidak suka nya, Ternyata mereka adalah teman Zara.
"Bukan itu maksud saya, Saya ingin berbicara dengan nya. "
"Berbicara Soal apa, Apa kau ingin pamer lagi soal kekasih mu itu kepada Zara. "
Sedangkan Raka hanya diam tidak membela sama sekali, Saja karna Ia merasa dirinya salah telah menyakiti Zara.
"Sudah biarkan Saja lisa berbicara memang itu kenyataan nya, Biar tuan Aragon ini tahu semua penderitaan Zara. "Sahut Tya.
"Sudah kalian diam lah, jangan ikut campur terlalu jauh. "Bentaknya kepada mereka berdua. Akhirnya mereka berdua diam, Benar kata Icha untuk jangan ikut Campur urusan Rumah tangga Zara dan Raka. Walaupun dalam hati sangat Dongkol ketika melihat Raka.
__ADS_1
"Maaf tuan kami tidak tahu dimana Zara, Karna sudah lebih dari dua minggu Zara tidak masuk kuliah. Kalau begitu kami permisi, Ayo. "Lanjutnya. Sembari menarik tangan mereka berdua lagi.
"Hm. "
Akhirnya mereka pergi meninggalkan Raka sendiri, Dengan lisa yang selalu mengomel.
"Kenapa sih kau melarang aku untuk berbicara kepada Raka. Aku kan belum puas memarahi Dia yang sudah menyakiti Zara."Protes Lisa.
"Iya kenapa sih, Biar tuan Arogan itu tahu semua penderitaan Zara. "Sahut Tya.
"Bukan begitu maksud ku, Akupun marah bila melihat penderitaan Zara, Tapi kita tidak punya Hak apapun. "Jawab Icha dengan bijak. Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi, Karna sudah sampai di kelas mereka.
Sedangkan Raka masih berdiri di tempat tadi, Ia bingung harus mencari Zara kamana lagi. Bahkan Ia pernah mencari Zara ke panti asuhan tempat Zara sebelum menikah dengan dirinya.
"Neng Zara sudah lama tidak kesini lagi tuan. "Itulah kata pengurus panti ketika Raka Datang ke Panti Asuhan untuk mencari Zara.
__ADS_1
Akhirnya ia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu, Sebelum mencari Zara ketempat lain Walaupun ia bingung harus mencari kemana. Mungkin ia akan menandatangi rumah papanya Lagi. Namun baru saja berjalan ada yang menggil namanya.