Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 56


__ADS_3

Dion terduduk lesu di depan UGD, Dimana Raka sedang ditangani Oleh tim medis.Tadi ketika ia baru sampai di apartemen tempat dimana Ia tinggal, Ia di kabari oleh pihak rumah sakit bahwa Raka kecelakaan.


Ketika mendengar kabar itu Dion sangat Syok, Ia buru - buru langsung pergi Rumah Sakit tempat Raka di tangani, Setelah di beritahu suster Yang tadi menelpon dirinya.


"Ya tuhan tolong selamatkan Raka. "Doa Dion di dalam hati.


Tak, Tak, Tak


Suara hentakan kaki Yang berjalan dengan tergesa - gesa, Menghampiri Dion Yang duduk termenung. Mendengar suara kaki Yang mendekatinya, Dion menoleh untuk melihat siapa Yang datang ternyata Bram Dan Sania dengan wajah khawatir nya.


"Bagaimana keadaan Raka Dion? Dia baik - baik saja kan." Cerca Bram khawatir.


Dion hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya pertanda ia juga tidak tahu, Baru saja Bram selesai bicara pintu Ruangan terbuka. Keluarlah dokter dengan Wajah lesu Dan lelahnya, Mereka bertiga langsung menghampiri dokter untuk mengetahui keadaan Raka.


"Dokter bagaimana keadaan anak saya? "


"Ia dokter bagaimana keadaan kakak saya?, Kakak saya baik - baik saja kan. "


"Dokter jawaban kami kenapa diam saja!! " Kesal Bram karna dokternya diam saja.


Dokter itu hanya diam saja dengan peraan kesal, Bagaimana mau menjawab orang mereka merocos tanpa henti Pikirnya.


"Paman, Nia tenanglah biarkan dokter jelaskan terlebih dahulu tentang keadaan Raka. "Akhirnya Dion angkat bicara setelah melihat Raut Wajah sang dokter.

__ADS_1


"Maaf dok. "Ucap Bram dan Nia berbarenganan.


"Terus bagaimana keadaan sahabat saya dok?. "Tanya Dion.


Dokter itu menghela nafas sebelum, Sembari melihat mereka bergantian yang sedang khawatir tentang keadaan pasien nya.


"Syukur Alhamdulilah pasien sudah melewati masa kritis nya, Namun Pasien mengalami patah kaki akibat terjepit.Dan karna akibat benturan di kepalanya, Pasien mengalami pendarahan di otaknya. Sehingga menyebabkan pasien mengalami koma. " Terang Dokter.


Duar


Tubuh mereka lemas setelah mendengar penjelasan dokter, Teruatama Bram yang mendengar kondisi anaknya. Walaupun Raka pernah mengecewakannya, Tetapi tetap saja ia adalah anaknya darah dagingnya sendiri.


"Kira - kira kapan Raka akan sadar dok. "Tanya Dion.


"Saya tidak memprediksinya, Saya akan berusaha semampu saya. Dan juga dukungan dari kalian untuk memberi semangat kepada pasien untuk bangun dari komanya. "


Tangisan sania pecah mendengar kakak yang menyayangi koma, Bram yang mendengar anaknya menangis langsung memeluk sania untuk memberi kekuatan, Walau dirinya juga sedih mendengar kondisi Raka.


"Kita doakan saja Raka semoga segera baik - baik saja. "Ucap Bram parau sembari mengelus punggung Putri bungsunya.


"Kalau begitu saya permisi dulu. "pamit dokter.


"Iya dok, Terima kasih telah menyelamatkan Raka. "Jawab Bram.

__ADS_1


"Iya pak sama - sama itu sudah jadi tugas saya. " Jawab dokter sebelum pamit.


Setelah kepergian dokter, Mereka semua melihat kondisi Raka di kaca. Mereka semua sangat sedih melihat keadaan Raka Yang biasa tegas Dan dingin, Terutama Dion baru saja beberapa jam Yang lalu ia berinyeraksi dengan Raka seperti biasanya, Namun sekarang ia melihat Raka terkulai lemas tidak berdaya, Dengan banyak kabel Yang menempel di tubuh Raka.


-


-


Sedangkan di negara lain Zara sedang berjuang melahirkan bayinya, Setelah berjam - jam mengalami kontraksi. Setelah beberapa menit bayi Zara lahir ke dunia.


Owek Owek Owek


Suara tangisan bayi menggema di ruangan itu, Setelah bayinya di bersihkan. Suster memberikannya kepada Zara untuk di susui. Zara tersenyum bahagia menyambut bayinya Yang sangat cantik, akhirnya perjuangannya tidak sia - sia.


Bersambung......


-


-


-


Mohon Maaf bila author ada Salah dalam kata - kata Dan penulisannya.

__ADS_1


terus dukung Dan beri semangat nya dengan like Dan komen sebanyak - banyaknya!!!!!


Terima kasih


__ADS_2