Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 36


__ADS_3

Hati Zara dan Glen teriris Mendengar ucapan Zein, Sungguh miris bocah yang belum Genap Lima tahun harus mengalami hal menyakiti kan, Apalagi Glen Yang merasakan hidup sendirian dia tidak Sanggup membayang kan itu terjadi pada keponakan nya. Dengan mata berkaca - Kaca Glen menoleh kesamping sambil menghapus air matanya.


Sedangkan Zara jangan di tanya lagi, Hatinya Sakit apalagi mengingat selama berminggu - minggu dia mengabai kan Zein. Rasa bersalah nya muncul Karna terlalu sibuk dengan kesedihan nya Zara sampai lupa Bahwa ada orang lain juga terluka yaitu putra nya. Zara langsung memeluk putra dengan erat.


"Hiks Mami Janji tidak akan Seperti kemarin lagi hiks, Mami janji hiks. "Sahut Zara dengan lirih sambil menangis.


"Mami hiks Janji tidak akan seperti kemarin lagi hiks. "Zein mendongak Sambil mengacung kan jari kelingking nya yang imut.


"Janji Sayang hiks. "Sambil membalas jari kelingking itu dengan jari kelingkinya.


"Zein Rindu Mami hiks, hiks. "Ucap Zein kembali memeluk ibunya kembali.


"Hiks Mami juga Rindu dengan mu Sayang. "Jawab Zara.


Tanpa sadar tangisan mereka terdengar kepada orang yang mengintip di balik pintu yang tidak lain Deon, Pada saat itu Deon ingin pulang ke rumah Namun Saat melewati Ruangan Zara. Dia akhir nya berbalik dan berjalan ke pintu yang tidak tertutup Rapat. Hatinya Sungguh teriris mendengar curhatan Zein.

__ADS_1


"Kau sungguh keterlaluan Raka. "Geram Deon di dalam hati Sambil berjalan untuk pulang.


Sedangkan di dalam Ruangan tangisan mereka sudah reda, Hanya terdengar sesegukan Saja. Glen yang penasaran Akhir melihat ke arah mereka, Ternyata sudah tertidur sambil berpelukan mungkin karna terlalu lelah menangis. Dengan lembut Glen menyelimuti mereka.


"Kau harus menjelaskan Semua besok Dek, Apa yang terjadi kepadamu dan Zein selama kakak nggak ada. "Gumam Glen.


Glen berjalan ke arah Sofa untuk tidur karna diapun lelah, Bayangkan Saja Setelah turun dari pesawat dan Sampai sekarang Dia belum istirahat sama Sekali. Karna kelelehan Glen langsung tertidur pulas.


Ke esokan pagi nya, Zara terbangun terlebih dahulu Zara melihat ke sekeliling dan melihat putra dan kakak nya masih tidur, Denga pelan Zara turun kebawah karna di sudah ke belet.


"Mau ke kamar Mandi ka. "Jawab Zara.


"Sini kakak Bantu. "Tawar Glen.


"Gak usah ka. "Tolak Zara dengan Wajah memerah nya karna malu.

__ADS_1


Namun Glen tidak mengindahkan langsung menggendong Zara ala bridal styel nya, karna khawatir Zara terjatuh. Sesampai nya didalam Kamar Mandi Glen langsung Menurunkan Zara di closet.


"Kalau Sudah Selesai panggil kakak. "Titah Glen di jawab anggukan kepala.


Beberapa menit kemudian Zara membuka pintu kamar mandi denga Wajah Segara, dengan Segera Glen menggendong seprti semalam dan membawa Zara ke Ranjang yang di isi oleh yang masih tidur.


"Kenapa tadi tidak memanggil kakak. "Tanya Glen.


"Aku tidak mau merepot kan kakak. "Jawab Zara.


"Kamu tidak merepot kan kakak, Karna kamu adik Kesayangan kakak. Lain kali kalau Ada ingin kamu bilang ke kakak ya jangan sungkan. "Pinta Glen.


"Iya kakak, Nanti aku akan merepotkan kakak Terus. "Sahut Zara sambil tersenyum.


"Nah gitu Dong minta aja Apa sih ya engga buat adik ku yang Cantik ini. "Goda Glen sambil menoel hidung adiknya yang mancung. "Kakak pergi ke kamar mandi dulu ya kamu masih hutang penjelasan ke kakak. "Lanjut nya. Namun hanya di jawab senyuman oleh Zara, Glen pergi ke kamar mandi karna sudah gerah.

__ADS_1


"Terima kasih Ya Allah telah mengirim kan kakak yang baik untuk ku Semoga kami semua selalu bahagia. "Doa Zara Sambil melihat kepergian kakak nya.


__ADS_2