
"Tidak. "Teriak Raka histeris.
Dengan nafas ngos - ngosan Raka membuka matanya, Ia melihat kesekiling kamarnya Yang remang - remang karna hanya di sinari oleh cahaya bulan Yang masuk lewat jendela kamar Yang kebetulan belum ia tutup tadi.
Raka bernafas lega ternyata ia hanya bermimpi saja tadi, Mungkin karna ketakutan dirinya membayangkan Zara sudah bersama pria lain sampai - sampai di dalam mimpipun ia melihat Zara dan Zein sangat bahagia tapi bukan bersama Raka melainkan bersama pria lain.
"Ternyata cuma mimpi. "Gumamnya.
Raka melihat ke arah jam dinding Yang ada di kamarnya ternyata baru jam 02.00 malam karna tidak mengantuk lagi ia memilih pergi ke ruang kerjanya saja, Dengan perasaan lega ia pergi ke kamar mandi untuk cuci muka terlebih dahulu, bebarapa saat kemudian Raka keluar dengan wajah segar.
Dengan wajah segarnya Raka keluar kamar, Ia melihat ke sekeliling rumah Yang sepi mungkin karna ini masih tengah malam sedangkan para para pelayan masih tidur masih tidur. Dengan santai Raka masuk ke ruang kerjanya Yang kebetulan dekat dengan kamar utama, Sesampainya di dalam ia langsung duduk di kursi kebesarannya Yang ada disana.
Malam berganti pagi, Raka baru keluar dari ruang kerjany. Dion Yang kebetulan habis Olah raga berpapasan dengan Raka Yang baru keluar dari ruang kerjanya, Ia mentap heran Raka Yang masih memakai piyama apalagi dengan kantung mata hitam seperti panda.
__ADS_1
"Kau tidak tidur Rak..? "Tanya Dion heran.
"Tidur tapi cuma sebentar doang. "Jawab Raka seadanya.
"Pantesan kantung matamu hitam seperti panda. "Canda Dion. Namun tidak di balas oleh Raka Yang langsung menyelenong pergi begitu saja.
Dion hanya menggeleng saja melihat kepergian Raka, Diapun melanjutkan kembali tujuan awalnya untuk pergi kamarnya setiap kali ia menginap disana.
Sebelum berangkat kekantor mereka sarapan terlebih dahulu bahkan mereka berdua tidak meperdulikan Dian Yang sudah berdandan menor bediri di dekat meja makan, Bahkan setelah selasai Raka dan Dion pergi begitu saja dari sana.
"Aku tidak gagal, Sebenarnya tuan Raka sudah suka sama aku tapi ia masih malu aja mengakuinya padaku. kenapa kau iri ya....? "Ucapnya percaya diri.
"Ckckck ngapain aku iri kepada orang Yang tukang halu seperti dirimu. "
__ADS_1
"Kauuuu. "Geram Dian, Dia sangat marah karna di sebut halu oleh pelayan wanita itu.
"Memang benarkan kau tukang halu, Lagian mana mungkin Tuan Raka suka padamu sedangkan istrinya saja lebih cantik darimu. "Tantang wanita itu tanpa takut sama sekali kepada Dian.
"Awas kau akan kubalas nanti jika aku sudah menjadi menjadi Nyonya di rumah ini. "Ancamnya sebelum pergi dari sana.
"Itupun jika tuan Raka menjadikanmu sebagai istrinya. "Balas wanita itu tidak mau kalah.
Semakin dongkol saja Dian setelah mendengar ucapan wanita itu dengan sambil menghentakan kakinya ia pergi dari sana, Dian akan memikirkan Cara agar Raka bisa jatuh ke dalam pelukannya.
Sedangkan Di sisi lain Dion dan Raka baru saja sampai kantor, Dengan wajah dingin dan datar. Mereka berdua berjalan masuk kedalam kantor dengan gaya Cool yang membuat para karyawan wanita semakin terpesona kepad mereka berdua.
Namun meraka semua tidak menunjukannya secara terang - terangan karna mereka semua takut terkena imbasnya, Karna dulu mereka semua melihat Raka yang marah besar kepada wanita yang berani menggodanya dengan telanjang bulat di hadapan mereka.
__ADS_1
*****