Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 69


__ADS_3

Beberapa jam di dalam pesawat mengudara, Akhirnya Zara dan kedua anaknya telah tiba di negara Yang mereka tuju. Negara dimana mendapatkan kenangan Yang indah sekaligus luka Yang tidak pernah Zara lupakan, Walau ia sudah Lama meninggalkan negara ini, Ia belum bisa melupakan kepedihan disaat sang suami mengabaikan nya bahkan meninggalkan Dia dan anak - anak nya Demi cinta masa lalu.


"Akhirnya aku kembali lagi kesini. "Gumam Zara sambil mengirup udara Yang sudah Lama Ia rindukan.


Zara berjalan keluar bandara, Sedangkan Zein dan Seina berjalan di depan sambil bergandengan tangan terlihat imut dan manis. Bahkan Orang - orang di sekitar Yang melihatnya sangat gemas, Apalagi Zein dengan wajar datar terlihat sangat menjaga adiknya.


Sesampainya di luar, Zara celingukan mencari siapa Yang menjemputnya tidak Lama ia melihat pria paru baya berjalan menghampirinya.


"Neng Zara ya. "Tanyanya takut Salah orang.


"Iya pak. Saya Zara dan ini kedua anak saya."Jawab Zara.


Supir itu langsung mengambil koper mereka untuk di masukan kedalam bagasi mobil Yang kebetulan dengan mereka, Zara merasa kasihan ikut memasukan nya.


"Tidak usah non ini sudah menjadi tugas saya. "Ucap pria paru baya itu Yang bernama yadi, Ia merasa tidak enak hati karna Zara ikut membantunya.

__ADS_1


"Tidak apa - apa pak biar cepat selesai. "Jawab Zara sambi tersenyum.


Setelah selesai mereka semua masuk kedalam mobil, Hari sudah mulai gelap ketika mobil mereka semua meninggalkan bandara. Dalam perjalan menuju ke rumah Yang akan mereka tempati Zara hanya fokus ke laptop Yang selalu ia bawa kemana - mana, Sedangakan anak - anaknya mungkin karna efek kelelahan mereka sampai ketiduran.


____****____


Sedengkan di tempat lain Raka berjalan menuju mobilnya di ikuti oleh Dion di belakangnya. Karna waktu sudah malam ia akan langsung pulang kerumah, Kebetulan malam ini tidak acara apapun. Selama perjalana Raka selalu memegangi dadanya entah kenapa hari ini jantungnya berdetak lebih cepat, Dion Yang melihat itu dari kaca spion mobil mengenyitkan dahinya.


"Kau kenapa Raka apa dadamu sakit..? "Tanya Dion khawatir.


"Apa perlu kita ke rumah sakit, Untuk memeriksa jantungmu takutnya ada masalah. "Tawar Dion.


"Tidak usah,, Lagian aku juga baik - baik saja tidak merasakan sakit apapun. "Sahut Raka apa adanya.


"Kau yakin Rak.. ?"Tanya Dion Ragu.

__ADS_1


"Hm. "


Raka mencoba memejam kan matanya sambil besender di bangku mobil, Namun entah kenapa semakin kesini jantung semakin lebih cepat seolah akan terjadi sesuatu karana tidak nyaman akhirnya ia membuka matanya kembali.


"Kenapa jantungku semakin kesini berdetak lebih cepat dari yang tadi. "Gumam Raka heran sambil memegangi jantungnya.


Raka melihat kesekeling yang kebetulan berada di lampu merah, Sampai matanya menyipit melihat kearah mobil tepat di sampingnya yang kebetulan kacanya terbuka seditikit. Tapi mata Raka lebih Fokus ke dalam mobil dimana seorang Wanita cantik yang selama ini ia rindukan duduk di sana.


Deggg


Jantungnya berdetak lebih cepat, Air matanya kembali mengalir dari matanya dengan sendiri setelah melihat wanita yang tunggu ada di depannya tapi entah kenapa ia tidak bisa berucap - apa pun bahkan untuk memanggilnya pun tidak bisa.


Sedangkan wanita itu yang tidak menyadari Raka sedang melihatnya ia tetap fokus pada laptopnya. Sampai mobil yang membawa wanita itu hilang di pandangannya barulah Raka sadar dari keterkejutannya.


"Zara. "

__ADS_1


_____******_____


__ADS_2