
Waktu sudah sore tapi Raka masih berkutat dengan pekerjaan nya, Akhir - akhir ini ia di sibukan dengan pekerjaan Yang sangat menumpuk akibat dirinya masuk rumah sakit kemarin. Saking sibuknya Raka belum sempat menemui Zara kembali, Bahkan Raka lebih sering menginap di perusahaan keetiban pulang kerung Bram.
Hal itu membuat sang ayah sempat protes kepada Raka karna takut kesehatan dirinya menurun kembali karna terlalu sibuk bekerja, Namun Raka memberi pengertian kepada Bram bahwa dirinya akan baik - baik saja Yang pada akhirnya Bram mengerti Dan tidak protes lagi kepada sang anak.
Saat sedang fokus dengan berkas Yang Dion berikan tadi siang, Tiba - tiba ponsel nya berada jauh dari dirinya berbunyi. Sebelum mengambil ponselnya terlebih dahulu Raka menyimpan berkas Yang ia pegang ke atas meja.
"Katakan. "Ucap Raka to the poin.
".......".
"Awasi terus jangan sampai kau kecolongan. "perintag Raka datar. Setelah mendengar jawaban dari sana, Raka langsun mematikan telepon nya denga seseorang Yang ia suruh untuk mengawasi Zara Dan kedua anaknya.
"Lo menyuruh seseorang untuk mengawasi mereka bertiga Rak? "Tanya Dion. Yang tidak sengaja mendengar pembicarakan Raka dengan seseorang di telepon.
"Hmmm. "Yang hanya di jawab deheman Raka.
"Kenapa? "
Raka menghela nafas. "Tentu saja karna aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan, Makanya aku menyuruh seseorang untuk mengawasi mereka bertiga. "Kilah Raka padahal ada niat terselubung dari tindakan nya ini.
"Bukan karna Lo takut ada pria Yang akan mendekati Zara, Secara sekarang Zara makin cantik aja sudah sukses pula walau sudah jadi janda dua anak sekalipun. "Tebak Dion seolah tahu pikiran Raka.
Muka Raka memerah karna apa Yang Dion ucapan benar adanya. "Oh iya, Lo ngapain kesini? "Raka bertanya untuk mengalihkan pembicaran.
Dion tepuk jidat lupa tujuan awal masuk keruangan Raka. "Astaga gue lupa, Kita dapat undangan makan malam dari tuan Alex jam 19.00 di restoran Z. Bagaiman apa Lo akan datang kesana ?"
Raka menghela nafas. "Hmm, Sebenarnya gue lagi sedikit malas untuk datang namun untuk menghargai tuan Alex yang sudah bekerja sama dengan kita sudah lama jadi kita berdua akan datang kesana. "
__ADS_1
"Baiklah nanti aku akan mengabari sekertarisnya, Bahwa kita berdua akan datang. "
"Hmm. "
_
_
_
Malam pun tiba sesuai perkataan Raka tadi sore, Dengan wajah datar Raka Dan Dion masuk ke sebuah restoran mewah sesuai undangan dari klien nya. Walaupun dengan wajah datar Dan tatapan setajam silet tidak mengurangi kadar ketampan mereka berdua, Justru terlihat semakin bertambah kadar ketampanan nya.
"Apa tuan Alex sudah sampai di dalam? "Tanya Raka sambil berjalan.
"Iya Tuan Alex Dan putrinya sudah sampai di dalam. "Langkah Raka berhenti ia langsung berbalik kearah Dion dengan tatapan tajam, Menyadari tatapan Raka buru - Buru Dion menjawabnya.
"Ya sudahlah, Lagi pula kita terlanjur datang kesini tidak mukin kita kembali pulang. "Kata Raka walaupun sedikit berat, Entah kenapa firasat Raka mengatakan ada niat terselubung berkedok makan malam. Karna terlanjur datang kesana, Akhirnya mereka berdua tetap masuk kedalam.
"Permisi mba! apa tuan Alex sudah datang? "Tanya Dion kepada pelayan yang kebetulan lewat.
"Sudah tuan, Mari saya akan tunjukan. "Ajak pelayan itu yang langsung berjalan di ikuti oleh Raka dan Dion.
Sampai akhirnya mereka berdua telah sampai di sebuah meja yang di tempati oleh tuan alex bersama dua orang lainnya yang sedang mongobrol, Sampai - sampai tidak menyadari kedatangan Raka dan Dion Yang berada di belakang nya.
"Permisi Tuan, Tuan Raka dan Tuan Dion sudah sampai. "Beritahu pelayan barulah mereka bertiga sadar.
"Selamat datang Tuan Rakan Dan Tuan Dion. " Sambil menyalami mereka berdua.
__ADS_1
"Hmm. "Jawab Raka singkat namun aneh nya pria paruh baya itu tidak teringgung.
"Kalau begitu saya pamit tuan. "Pamit pelayan itu karna tugasnya sudah selesai.
Setelah pelayan itu pergi, Tuan Alex mepersilakan tamunya untuk duduk."Silahkan duduk. "
"Terima kasih tuan. "Jawab Dion sopan sedangkan Raka hanya diam saja.
Setelah mereka semua duduk, karna kebetulan Tuan Alex sudah memesan makanan terlebih dahulu jadi mereka tidak perlu pesan lagi. Sambil menunggu Tuan Alex memperkenalkan putrinya Yang terlihat malu - malu, Seperti terpesona dengan ketampanan Raka.
"Perkenalkan Tuan ini Putri saya jelita. "Ucap alex, Melihat putrinya Diam saja tuan alex menyenggol kaki putrinya.
"Saya jelita tuan. "Ucap jelita centil. Sambil menyodorkan tangannya ke arah Raka, Yang hanya menatapnya dengan tatapan dingin.
"Saya Dion Nona, Dan ini Tuan Raka bos saya. "Sambar Dion karna melihat Raka hanya diam saja, Dengan kikuk jelita menerima ularan tangan Dion.
"Jelita. "Dengan muka memerah Lita duduk kembali, Sungguh dirinya malu di tolak oleh Raka karna selama ini para pria selalu terpesona padanya. Namun Raka jangan kan terpesona, Untuk melihat kearahnya seperti enggan.
"Putri saya ini baru pulang dari luar negri karna baru selesai kuliah dengan nilai sempurna, Dan akan meneruskan perusahaan saya nantinya. "Ucap Tuan alex bangga.
"Itu Bagus tuan berarti Putri anda sangat pengertian pada anda, Karna sangat jarang seorang wanita mau meneruskan usaha ayahnya. "Kata Dion.
"Iya Tuan makanya saya sangat bangga kepada Putri saya ini. "
"Ah ayah bisa saja. "
Raka hanya memutar matanya malas, Mendengar pembicaraan mereka yang menurut Raka sangat membosankan. Melihat Raka hanya diam saja tidak terpengaruh, Jelita mulai memberanikan diri untuk bertanya.
__ADS_1
"Em Apa Tuan Raka sudah punya kekasih?. "Tanya Jelita denga malu - malu. Mendengar pertanyaan Jelita semua orang melihat ke arah Raka yang sedari diam saja, Mereka berdua penasaran akan jawaban Raka terutama tuan alex yang ingin menjadikan Raka menantunya.