
Dengan mata memerah Raka keluar dari restoran, Ia berjalan menghampiri Dion sedang menyandarkan tubuhnya di mobil sampai memainkan ponsel canggihnya, Sesampainya di depan Dion ia langsung disambut oleh omelannya.
"Loe kemana aja sih Rak enggak tahu apa kaki gue pegal gara - gara nunggu loe, Di tambah panas lagi gimana nanti kalau kulit gue hitam nanti Enggak ada yang mau sama aku. "Omel Dion. Seperti biasa ketika ia sedang kesal dengan Raka, Dion selalu mengeluarkan kata - kata kasarnya.
Namun Raka hanya diam saja tidak membalas ocehan Dion ia langsung masuk ledalam mobil, Bahkan dengan tega Raka meninggalkan Dion begitu saja disana. Hal itu Yang membuat kekesal Dion memuncak kepada Raka, Bukannya minta maaf malah pergi begitu saja.
"Dasar bos gila, Bukan minta maaf malah pergi begitu saja. "Sambil berjalan mencari taksi Dion terus menggerutu Raka haingga tanpa disadari olehnya ia di perhatikan orang - orang Yang memandangnya aneh, Sadar sedang di perhatikan Dion langsung merubah wajahnya menjadi datar.
Hingga pandangan matanya tanpa sengaja melihat Zara Dan Zein keluar dari restoran Yang sama ketika bertemu kolega bisnisnya tadi, Dengan gadis kecil Yang sedang di gandeng oleh Zein.
"Zara, Zein tapi siapa gadis kecil itu ya Dan apa hubungan dengan Zara? "Gumam Dion dengan dahi mengerut karna Raka tidak menceritakan sepenuhnya.
__ADS_1
Seketika Dion tepuk jidat. "Astaga, Apa karna ini penyebab Raka tadi bersikap seperti tadi. Bahkan tadi mata Raka memerah seperti habis menangis, Oh ya ampun Dion kenapa kau jadi bodoh begini. Apa sekarang Raka baik - baik saja ya. "Kekesalan Yang tadi ia rasakan menguap begitu saja di gantikan dengan kekhawatiran, Takutnya Raka melakukan hal nekat.
Dengan Cepat Ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Raka, Namun setelah beberapa kali di coba Raka tidak mengangkatnya.
"Kenapa Raka tidak mengangkat teleponnya. "Gumam Dion frustasi.
"Semoga Raka baik - baik saja. "Doanya di dalam hati. Dengan menggunakan taksi di pesannya Dion akhirnya kembali ke kantor, Siapa tahu Raka ada di kantornya.
Karna tidak fokus Raka tidak sadar ada mobik truk melaju kearahnya, Beruntung ia dengan cepat menghindar kalau terlambat sedikit saja mungkin ia sudah terlibat kecelakaan Yang parah. Beberapa menit kemudian ia sudah sampai ke sebuah danau indah tempat dulu menenankan diri ketika ia sedang ada masalah, Setelah mematikan mesinnya ia keluar dari mobilnya.
"AAAAAAA, AKU BENCI DIRIKU SENDIRI."Teriak Raka dengan keras. Tidak Lama kemudian tubuh Raka merosot di tanah.
__ADS_1
"Hiks hiks Kau dengar aku benci diriku ini hiks, Kenapa aku melakukan kebodohan itu Yang membuat Zara tersakiti hiks, Bahkan tanpa sengaja hiks aku sudah membuat putra ku membenci ayahnya sendiri his, Aku ayahnya Yang sangat jahat hiks hikss. "Tangisan Raka sangat pilu disana mungkin jika ada orang disana ia akan iba kepada Raka.
Sampai - sampai berjam Raka ada disana untuk meluapkan semua Yang di rasakan selama ini, Hingga tanpa sadar hari sudah gelap akhirnya Raka memutuskan untuk pulang ia tidak mau ayahnya khawatir dengannya.
Dan benar saja saat ini Bram sedang mondar - mandir di depan pintu dengan wajah khawtir, Bagaimana ia tidak khwatir putranya belum pulang padahal ini sudah malam apalagi dengan kondisi Raka belum sembuh betul takutnya terjadi sesuatu dengan Raka.
Tidak Lama kemudian ponselnya berbunyi, Dengan cepat ia mengambil ponsek di dalam kantong celana Yang ia pakai.
"Hallo. "Ucap Bram ketika ia sudah menggankatnya.
"Hallo Om, Maaf tadi aku tidak mengangkat telepon dari Om soalnya aku lagi mandi. Om ada apa telepon aku? "Tanya Dion penasaran pasalnya ketika mengecek ponsel, Ada banyak sekali panggilan tidak terjawab dari Bram.
__ADS_1