
Raka menceritakan kejadian dirumahnya tadi malam, Dari ia melihat Dian berada di kamar pribadinya dengan menggunakan pakaian sangat Sexy sampai pemecatan pada pelayan itu. Mulut Dion menganga mendengar Cerita Raka Ia sungguh tidak menyangka Dian berbuat senekat itu hanya untuk mendapatkan Raka.
"Gila tuh pembantu. Untung kau sudah memecatnya kalau tidak entah apa lagi Yang akan dia lakukan nanti untuk mendapatkan mu. "Decaknya sambil menggelengkan kepalanya. Raka mengiyakan karna orang Yang dibutakan Cinta bisa saja melakukan apa saja untuk mendapatkan nya entah itu dengan cara benar atau salah sekalipun mereka tidak peduli.
Raka berjalan keluar ruangan dengan aura dingin setelah mengambil sebuah berkas Yang ada di meja kerjanya. Dion Yang melihat Raka Yang sudah keluar ruangan dengan cepet ia mengikuti Raka di belakang.
Kebetulan meeting kali ini masih berada di kantornya, Sesampai didalam ruang rapat mereka melihat dua orang yang sedang menunggunya. Melihat kedatangan Raka mereka berdua langsung berdiri untuk menyambut Raka.
"Selamat siang Tuan Aldi. "Sapa Raka basa - basi.
"Siang juga Tuan Raka.Oh ya perkenalkan ini Sekertaris saya Vini."Tuan Aldi sambil meperkenalkan seorang wanita Yang ada di sampingnya.
"Vini. "Wanita itu sambil menyodorkan tangannya ke arah ingin bersalaman dengan Raka, Karna merasa tidak enak hati Raka membalasnya.
__ADS_1
"Raka. "Jawab Raka singkat sambil menarik tanagnnya kembali. Vini pun beralih kearah Dion Dan Lidya untuk berkenalan.
"Dion. "
"Vini. "
"Lidya. "
"Vini. "
"Apa bisa kita mulai meetingnya sekarang. "Sahut Raka mengintrupsi.
"Maaf Tuan, Bisa tunggu sebentar lagi saja Soalnya bos saya tadi izin sebentar ketoilet namun sampai sekarang belum sampai kesini. "Jawab Aldi apa adanya.
__ADS_1
"Bos. "Raka Dan Yang laininya kecuali Vini menatap tuan Aldi bingung, Mereka kira Tuan Aldilah bosnya ternyata bukan. Melihat kebingungan mereka Tuan Aldi pun menjeleskan bahwa dirinya hanya orang kepercayaan bukan pemilk perusahaan.
Tidak Lama kemudian suara pintu ruangan terbuka diiri suara langkah kaki Yang mendekat kearah mereka, Dengan langkah anggun ia berjalan kearah Raka Yang duduk membelakang dirinya. Mata Dion terbelalak melihat siapa Wanita cantik Yang sedang berjalan dengan anggun namun mampu membuat Yang melihat terpesona.
"Maaf saya terlambat. "Ucapnya dengan nada tidak enak hati.
Deg
Jantung Raka berdegup kencang mendenga suara lembut itu. Suara Yang sangat ia rindukan selama ini tanpa sadar pulpen Yang Raka pegang terlepas dari tangannya tanpa menghiraukan pulpennya ia berdiri dari kursinya dengan pelan ia membalikan badannya.
"Zara. "Gumamnya dengan mata berkaca - kaca.
Setelah bertahun - tahun ia bisa melihat istrinya lagi selama ini ia hanya bisa melihat fotonya saja namun sekarang Zara sedang berdiri didepannya. Dari dulu wajah cantik istrinya tidak berubah tetap cantik malahan sekarang nampak lebih cantik Dan anggun setelah Lama tidak bertemu dengannya.
__ADS_1
"Selamat siang semua, perkenalkan nama saya Zara Anastasya Andeson sekaligus Ceo perusahaan Anderson."Dengan Zara memperkenalkan diri tanpa menghiraukan tatapan nanar Raka.
Raka hanya diam seribu bahasa dengan bibir bergetar menahan tangis ia berdiri tidak bergerak sama sekali seperti patung hidup, Tatapan matanya tidak mengalihkan dari wajah cantik istrinya seolah ingin melepas rindu Yang selamana ini Raka pendam bertahun - tahun bahkan ia tidak mendengar apa Yang Zara katakan.