
Zara dn kedua anaknya kini sedang bersantai di ruang televisi sebelum tidur, Mereka bertiga baru saja selai makan malam. Di karenakan Glen sudah kembali ke negaranya, Mereka makan malam hanya bertiga saja.
"Zein apa PR mu sudah kamau kerajakan? "Zara bertanya karna beberapa hari Yang lalu sudah masuk sekolah.
"Sudah Mom. "Jawab Zein sambil mengangguk.
"Mommy tidak bertanya pada Sein,Padahal kan Sein juga sekolah. "Rajuk Sein sambil melipat tangannya di dada bahkan bibirnya cemberut.
Zara tersenyum melihat putrinya protest kepadanya. "Baiklah putri mommy Yang candik sudah mengerjakan PR? "Tanya Zara sambil mengusap kepala Sein.
"Telat. "Jawab Sein ketus sambil menyingkirkan tangan Zara.
"Princes Mommy lagi ngambek hmm. "Goda Zara sambil menggelitik badan Sein.
Ha ha ha ha
Sein tertawa keras karna merasa geli di gelitik sang ibu, Melihat putrinya tertawa Zara semakin gencar menggelitik Sein.
"Masih ngambek hmm. "Tanya Zara sambil terus menggelitik sampai akhir Sein mohon Ampun.
"Ampun Mommy, Stop Mommy nanti aku ngompol ha ha. "Teriak Sein
"Abang tolong Sein ha ha. "Sein meminta tolong kepada kakaknya.
Zein Yang sedari tadi melihat pun ikut bergabung, Sekaran giliran mereka berdua Yang menyerang Zara.
"Kalian Curang. "Kata Zara tertawa karna merasa geli.
__ADS_1
"Biarin. "Sahut Sein santai.
Sampai akhirnya mereka berhenti karn mendengar suara bell, Mereka bertiga saling pandang siapa Yang datang kerumah mereka malam - malam begini. Sedangkan mereka tidak mengenal siapapun disini bahkan teman - teman Zara pun belum tahu bahwa mereka telah kembali.
"Mommy mengundang seseorang. "Tanya Zein sambil melihat kearah Zara Yang masih terengah - engah.
Zara menggeleng. "Tidak, Mommy tidak mengundang siapapun. "Jawab Zara jujur.
"Terus siapa Yang datang tengah malam begini. "Kata Zein penasaran.
"Entah. "Jawab Zara sambil mengangkat bahunya. "Kalian disini saja jangan kemana - mana sebelum Mommy kembali, Mommy mau kedepan dulu. "Lanjut Zara sambil berdiri dari Sofa.
"Baiklah. "Jawab Kedua patuh.
Zara berjalan kearah pintu utama, Ia pun penasaran siapa Yang datang untuk bertamu tengah malam begini. Sedangkan dirinya tidak mengundang siapapun untuk datang kerumahnya.
"Iya sebentar. "Jawab Zara dari dalam karna belnya terus berbunyi.
Dengan pelan ia membuka pintu rumahnya, Dahinya mengernyit melihat seorang lelaki Yang sedang membelakangi dirinya namun dirinya seperti familiar dengan bentuk tubuh lelaki itu.
"Siapa ya? "Tanya Zara.
Lelaki itu berbalik setelah mendengar suara Zara, Mata Zara membelalak melihat siapa Yang berdiri di depannya saat ini bahkan tanpa sadar keringatnya menetes di pelipisnya.
"KAUUU!!! "Teriak Zara sambil menunjuk ke arah wajah lelaki itu Yang tidak lain Raka.
Beberapa jam Yang lalu setelah pulang dari kantor, Raka memutuskan untuk datang kerumah Zara untuk meminta penjelasan kepada Zara tentang Sein Yang di rahasiakan oleh Zara.
__ADS_1
"Kamu yakin akan pergi kerumah Zara?"Tanya Dion memastikan sekali lagi.
"Iya aku ingin meminta penjelasan kepdanya, Kenapa dia menyembunyikan Sein dariku. "Jawab Raka datar.
"Bukankan dulu kau Yang tidak ingin tahu soal apapun tentang istrimu itu, Ops maksudku mantan istri. "Sindir Dion Yang membuat Raka bungkam.
"Tapi kan Sein darh dagingku, Wajar jika aku harus sebagai seorang ayah. "Kilah Raka dirinya tidak sadar karan dirinya Zara hampir saja keguguran waktu walaupun tidak secara langsung Raka melakukannya.
"Tapi Rak_"Ucap Dion terpotong oleh Raka.
"Jika kau tidak mau diam lebih baik turun saja, Biar aku pergi sendiri saja kesananya. "Ancam Raka telak.
"Baiklah aku akan ikut denganmu. "Dion pasrah tidak mungkin dirinya membiarkan Raka pergi kesana sendiri.
"Bagus. "Kata Raka datang.
Sudah beberapa jam mobil mereka sampai dirumah Zara, Namun Raka tidak turun dari mobilnya hal itu membuat Dion kesal namun dirinya tidak berani protes. Entah kemana nyali Raka tadi berkobar seolah menciut ketika sampai disana, Bahkan pantatnya Dionpun sudah panas karna kelamaan duduk.
"Sebenar kau ingin turun atau tidak Rak? "Tanya Dion geram.
"Berisik. "Jawab Raka datar, Tanpa menoleh kearah Dion karna sedari tadi dirinya hanya melihat dimana selama ini Zara Dan kedua anak tinggal.
"Kau tunggu di dalam mobil, Biar aku sendiri saja kesana. "Titah Raka.
Akhirnya Raka turun dari mobil setelah berjam - jam di dalam mobil, Sebelum melangkah ia menarik nafas terlebih dahulu hal itu tidak luput dari perhatian Dion Yang sedang di dalam mobil.
Jantung Raka berdetak dengan kencang karna gugup bertemu Zara, Bahkan ketika mendengar suara Zara jantungnya semakin berdekat kencang. Sejujur iapun tidak tahu harus berbuat apa ketika bertemu mantan istrinya, Dengan perlahan ia berbalik untuk melihat kearah Zara.
__ADS_1
"Zara. "Gumam Raka.