Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 41


__ADS_3

Raka baru tiba di kantornya dengan wajahnya Yang pucat, Entah kenapa akhir - akhir ini Dia selalu gelisah seolah akan Ada kejadian yang akan di sesalinya. Apalagi hubungan dengan para sahabat agak sedikit renggang. Dengan lesu Raka duduk di kursi kebesarannya.


Baru saja Dia akan duduk, pintu ruangan kerjanya terbuka tanpa mengetuk terlebih dahulu, muncul lah Seorang wanita cantik dan Seksi yang tidak lain Celine. Kekasih yang sangat di cintai nya Tapi entah kenapa akhir - akhir di selalu bimbang dengan keputusan nya.


Dengan penuh percaya diri Celine menghampiri Raka, Dan Langsung duduk di pangkuannya. Dengan mesra dia lansung memeluk Raka begitu saja.


"Sayang aku rindu padamu, Kenapa kamu akhir - akhir ini tidak menemuiku lagi sih. "Rengek nya sambil memeluk leher Raka dengan mesra.


"Maaf akhir - akhir ini aku sibuk Sayang. "Sahut Raka sambil memandang wajah Celine.


Celine mendekat wajahnya Dengan wajah tampan Raka ingin mencium bibir pria itu, Raka yang tahu apa yang akan di lakukan Celine berniat menoloknya. Namun baru saja dia akan memalingkan wajahnya, Terdengar suara pintu yang terbuka, Mereka langsung menoleh betapa kaget nya mereka melihat siapa yang datang.


Buru - Buru Mereka berdua langsung berdiri setelah melihat siapa yang datang, Dan menghampiri mereka dengan wajah merahnya.

__ADS_1


"Ayah. "Ucap Raka lirih.


Plakkkk


Sebuah tamparan mendarat tepat di Wajah Raka, Dia langsung menoleh ke pelaku yang memberikan dia tamparan yang tidak lain ayahnya sendiri.


"Ayah kenapa tiba - tiba menamparku apa Salah ku..? "Tanya Raka kaget.


"Kau tanya kenapa Hah, Seharusnya apa yang telah kau lakukan kepada Zara dan Zein..? "Sentak Bram dengan wajah marahnya.


"Apa Wanitu telah mengadu kepada papa..? "Tanya sinis Raka. "Apa saja Yang dia bilang tentang aku dan Celine kepada papa..? "Lanjut dengan sinis.


"Dia tidak bilang apa - apa kepada ku, Apa yang kau lihat dari Wanitu murahan itu Sehingga kau memilih dia dari pada Istri dan anak mu sendiri hahh. "Sentak Bram dengan tangan mengepal nya.

__ADS_1


"Celine bukan wanita murahan pah, Aku sangat mencintainya dan akan segera menikahi nya. Jadi papah stop ikut Campur urusan ku pribadi ku lagi. "Bentak Raka dengan keras.


Plakkk


Sebuah tamparan mendarat di pipi Raka lagi, Kali ini bukan dari Bram melainkan dari Sania adik nya, Dia tidak terima ayah nya Yang di sayanginya di bentak walaupun oleh kakak nya Sendiri.


"Kau membentak papah Yang sudah membesarkan kita dengan susah payah, Demi Hanya karna membela Wanita murahan itu hah. "Sentak sania Sambil menujuk Celine yang tengah tersenyum karna di bela oleh Raka.


Raka tersadar karna sudah membentak papah nya, Langsung melihat papah nya. Dia melihat Bisa melihat kekecewaan di raut wajah ayah nya.


"Pah_ "Ucap lirih Raka. Namun ayahnya mengangkat sebelah tangan pertanda untuk berhenti.


"Iya kau benar, Seharus nya Aku tidak ikut Campur urusan pribadi mu lagi. "Ucap Bram dengan datar. "Sania ayo kita pulang, Dan jangan ikut Campur urusan pria itu lagi. "Lanjut nya penuh kekecewaan, Bram langsung berbalik untuk segera pulang.

__ADS_1


__ADS_2