
Bugh. bugh. bugh,, bugh
Raka terus saja memukili Reno yang sudah tidak berdaya, Dia seolah melampiaskan segala amarah yang sudah ia tahan sedari tadi. Akhirnya perkalihan mereka berhenti, setelah setelah dilerai oleh petugas keamanan yang baru saja datang.
"Berhenti!!, Jangan buat keributan disini. "Perintah satpam sambil memegang tangan Raka.
Dengan nafas terengah - engah Raka menghempaskan tangannya dengan kasar, Yang dipegang oleh satpam.
"Lepas!!!. "Bentaknya. Sorot mata menatap kebencian kepada Celine Yang sedang membantu Reno untuk berdiri dibantu oleh satpam.
"Kau keterlaluan Raka. "Sinis Celine setelah membantu Reno berdiri.
"Kau Yang keterlaluan Celine Yang sudah memanfatkan aku. "Sentak Raka tidak terima.
"Ck,, Kau saja Yang bodoh Yang mau saja aku manfaatkan. "Decak Celine tak merasa bersalah.
Plak
Sebuah tamparan melayang di pipi mulus Celine. Pelakunya Yang tidak lain Raka Setelah mendengan ucapan Celine Yang tidak merasa bersalah Yang sudah memantaatkanya.
__ADS_1
"Raka,, Kau berani menamparku. "
Celine Shock, karna selama ini Raka selalu memperlakukan Dia sangat lembut tidak pernah kasar.
"Kenapa aku tidak berani menampar dirimu, Wanita tidak tau diri seperti dirimu. Aku menyesal telah Mencintai Wanita Ja_"Ucapan nya terpotong oleh teriakan Celine.
"Stop!!! Kau Jangan menghinaku Lagi. "Teriak Celine tidak terima sambil mengacungkan jari telunjuk nya di wajah Raka.
"Hei jangan berani sekali kau mengacungkan jari telunjuk mu itu di Wajah ku. "Bentak Raka.
Sambil menyingkarkan jari telunjuk Celine di wajah nya.
"Benar kan kau Wanita Yang tidak tau diridan tidak punya Malu, Bodoh nya aku Yang mencintai dirimu. Mulai sekarang kau jangan pernah muncul lagi dihadapan ku lagi." Lanjutnya.
"Brengsek. "Umpat nya sambil memukul setir mobil.
Karna mood nya sudah jelek Akhirnya dia menjalankan mobilnya untuk kembali ke Apartemennya, Rencana untuk bertemu Zein ia batalkan. Dia tidak mau sampai bertemu Zara dengan kondisinya seperti itu. Dia juga malu kepada Zara karna telah memilih Celine dari pada Zara.
Sesampai nya di apartemen, Dia mengambil Wine Yang ada di lemarinya Dan membawanya ke balkon kamar. Hatinya hancur untuk saat ini setelah mengetahui Wanita Yang ia Bela mati - matian Dan ia Cintai menghianitanya bahkan lebih parah nya lagi hanya memanfatkan nya saja.
__ADS_1
Bahkan Dia sampai membentak Ayahnya sendiri, Sambil meminum Wine Raka memikirkan sikap nya Selama ini. Bahkan tangisan Zein sekita terbayang di pikirannya, Apalagi mengingat Wajah datar Zara Saat pertemuan teakhir mereka. Dalam hati ia bertanya - Tanya.
*Kenapa jadi seperti ini.
kenapa aku egois.
kenapa aku tidak mendengarkan sahabatku.
kenapa aku meninggalkan keluarguku Demi Wanita itu*.
Seketika amarah muncul kembali setelah mengingat Celine, Dengan marah dia membanting gelas Yang dipegang kelantai.
Preng
"Dasar wanita j*****g, Aku akan menghancurkan kalian berdua. "Teriaknya.
Dengan marah dia langsung meminum Wine dari botol nya langsung, Setelah beberapa Saat kesadaran Raka mulai hilang. Dia terus meracau kadang - kadang mengumpat tidak jelas.
"kenapa aku bodoh. "Racaunya tanpa sadar Air Mata menetes dari matanya.
__ADS_1
Dengan sempoyongan Raka berjalan menuju Ranjangnya. Dia langsung tidur begitu saja tanpa mengganti bajunya bahkan sepatunya pun belum dia lepas.
Malam berganti pagi, Matahari pun sudah naik. Disebuah kamar mewah seseorang menggerakan Matanya karna terganggu Oleh sinar matahari Yang tembus ke kamarnya.