
"Lalu bagaimana dengan dirimu sendiri Zara. "
Zara terdiam tidak bisa menjawab pertanya Glen ia tidak memikirkan sampai kesana, pasti anak - anaknya akan sakit hati saat ayahnya sendiri mengabaikan nya. Melihatnya adiknya terdiam tapi Glen yakin Zara sedang memikirkan ucapannya.
"Setidak aku sudah berusaha ka dan ketika dewasa anak - anak tidak terlalu menyalahkan aku karna tidak mepertemukan mereka terutama Seina. Dan soal perasaanku kakak tenang saja aku sudah tidak mencintainya lagi Yang ada dihatiku rasa benci dan kecewa kepada nya. Kalau begitu aku permisi dulu ka. "Setelah berucap itu ia meninggalkan ruangan itu dengan tatapan dingin.
Glen menghela nafas melihat kepergian Zara, Ia tahu adiknya itu masih menyimpan rasa cinta untuk Raka biar bagaimanap mereka hidup bersa bertahun - tahun pasti tidak mudah untuk melupakannya walau dulu Raka sering bersikap dingin kepada Zara.
Kadang - kadang Ia selalu memrgoki Zara sedang melamun dan selalu menangis diam - diam di dalam kamarnya, Karna itu ia menyimpulkan Zara masih mencintai Raka namun rasa benci lebih dominant di hati Zara.
Malam pun tiba, Setelah selasai makan malam Zara menidurkan anaknya terlebih dahulu barulah ia kembali ke kamarnya untuk mengemasi barang - barang Yang ia akan bawa besok. Sebenarnya kepergiaan nya ke Indonesia bukan hanya mempertemukan anak - anak dengan sang ayah dan keluarganya, Namun ia juga harus mengurus perusahan Yang ada disana Yang sedang bermasalah.
Setelah selesai ia lngsung tidur karna mereka akan berang ke bandara besok pagi jadi ia haris bangun dengan cepat.
__ADS_1
____*****____
Pagi - pagi sekali Zaran dan dua anaknya sudah ada di bandara dengan diantar Oleh Glen, Sebenarnya ia ingin ikut dengan mereka namun persusahan di sana juga membutuhakan nya.
"Kalau ada apa - apa disana dengan kalian langsung hubungi kakak ya. "Titah Glen.
"Iya kak. "Jawab Zara patuh. Glen membungkuk untuk memeluk dua keponakan Yang sangat disayangi.
"Pasti nanti Uncle rindu dengan kalian berdua, Jaga diri baik - baik ya dan Zein jaga mommy dan seina ketika disana. "Ucapnya dengan karna harus berpisah dengan mereka.
Zara dan Glen Yang mendengar jawaban tegas Zein antara senang dan sedih, Karna anak seusia Zein harus di paksa dewasa oleh keadaan.
"Paman akan menyusul kami kesana ka...? "Tanya Seina setelah Glen melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
"Pasti paman akan menyusul kalian, Tapi tidak dalam waktu dekat karna paman juga harus mengurus pekerjaan paman Yang ada disini. "Jawan Glen apa adanya.Sebenarnya Sein sedih berjauhan dengan sang paman, Glen melihat keponakan sedih Ia menjadi tidak enak hati.
"Sudah jangan sedih kan disana masih ada kakak dan mommy, Jadi jangan sedih lagi ya. "Hibur Zein setelah mekihat adiknya murung, Dan benar Seina Langsung tersenyum lagi.
"Setibanya disana kalian akan di jemput Oleh supir kakak dan kalian akan menempati rumah kita Yang ada disana. "Beritahu Glen.
"iya kak, Kalau begitu kami masuk dulu ya ka, Kakak jaga kesehatan jangan bekerja terus tubuh kakak juga butuh istirahat. "Omel Zara karna ia tahu Glen jarang istirahat.
"Iya bawel. "Jawab Glen sambil menepuk kepala Zara.
Akhirnya Zara dan kedua anaknya masuk kedalam pesawat, Glen menteskan air matanya melihat kepergian mereka. Glen berbalik meninggalkan bendara Ia akan pulang ke rumah terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor.
-
__ADS_1
-
_******_