Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 91


__ADS_3

Setelah keadaan Raka baik - baik saja Dan di perbolehkan pulang oleh dokter, Bram memutuskan membawa putranya pulang kerumah utama. Bukan tanpa alasan ia mengambil keputusan seperti itu, Karna semenjak Raka sadar ia hanya diam melamun saja seperti tidak ada semangat hidup lagi namun matanya memancarkan kesedihan Dan penyesalan, Hal itu Yang membuat Bram khawartir jika membiarkan Raka tinggal sendiri dirumahnya.


Setiap pagi Bram selalu akan membawakan sarapan untuk Raka, karna semenjak pulang dari rumah sakit Raka tidak pernah keluar kamarnya sendiri bahkan untuk makanpun bila ia tidak di paksa pasti Raka tidak akan makan. Oleh sebab itu Bram sendiri Yang turun tangan karna Raka tidak akan menolak jika dirinya sendiri Yang menyuapinya bahkan saniapun Raka akan selalu menolak.


Seperti kali ini Bram membuka pintu kamar Raka sambil membawa nampan Yang berisi makanan untuk Raka, Ia menghela nafas ketika melihat Raka sedang duduk sambil melamun di dekat jendela sambil melihat pemandangan namun pandangan matanya kosong seolah pemanandang itu tidak menarik di matanya.


Bram berjalan menghampiri Raka Yang sedang melamun itu, Sebelum duduk di samping Raka Ia menyimpan nampan terlebih dahulu di atas meja Yang kebetulan ada di dekatnya.


"Sampai kapan kau akan begini Rak? "Tanya Bram sambil mengambil piring terisi makanan Yang ia siapkan tadi di di dapur. Namun Yang ditanya hanya diam saja seolah asik dengan pikirannya sendiri.


Sungguh dirinya prihatin dengan kondisi putranya Yang seperti ini, Namun ia tidak bisa berbuat apa - apa karna putra sendirilah Yang menjadi penyebab keadaan menjadi seperti ini. Andai dari awal Raka bisa menerima Zara sebagai istrinya dan tidak mengabaikan mereka berdua mungkin saat ini Raka sudah bahagia bersama kelurga kecilnya bukan seperti sekarang Yang duduk diam sambil melamun.


Bram menghela nafas lagi - lagi Raka hanya diam ketika ada orang mengajaknya bicara, Ia menyodorkan sendok Yang sudah berisi nasi Dan lauk pauk di depan mulut Raka Yang tertutup rapat.


"Ayo buka mulutnya?."Titah Bram Yang melihat Raka hanya diam saja. Bram tersenyum ketika Raka menuruti perintahnya.

__ADS_1


"Anak pintar,, Kau harus makan banyak biar selalu sehat. "Ucap Bram sambil terus menyuapi Raka makan.


"Bila kau sakit, Siapa Yang akan merawat orang tua ini Yang sudah tua. "Oceh Bram tanpa makanan dalam piring habis tanpa tersisa, ia memberikan minum kepada Raka.


Bram membereskan kembali piring Yang tadi gunakan keatas nampan Yang tadi digunakan, Ia berdiri hendak melangkah keluar namun langkahnya terhenti oleh suara Raka.


"Papah terima kasih. "Lirih Raka namun masih di dengar oleh Bram ubtuk pertama kali Raka berbicara setelah sadar di rumah sakit beberapa hari Yang lalu. Bram menoleh sambil tersenyum kearah Raka Yang juga melihat kearahnya namun pandangan matanya masih sama.


"Iya. " Jawab Bram sebelum melanjutkan kembali langkah tanpa sadar air mata menetes buru - buru ia langsung menghapusnya kembali, Dirinya tidak Raka melihatnya sedang menangis.


"Apa Om baik - baik saja?. "Tanya Diondengan raut wajauh khawatir.


"Om Baik - baik saja kau tidak perlu khawatir. " Jawab sambil tersenyum kearah Dion Yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.


"Kau pasti mau menjenguk Raka ya? "Lanjutnya.

__ADS_1


Dion mengangguk. "Iya Om, Soalnya aku khawatir kepadanya karna sudah Lama Raka tidak masuk kantor. "


"Yasudah masuklah, Om permisi dulu pergi kedapur ."Pamit Bram di balas anggukan kepala oleh Dion.


Bram berlalu dari sana mrninggalkan Dion Yang sedang menatapnya kasihan kepadanya.


"Kasihan Om. "Gumam Dion. Ia membuka seperti tujuan awalnya untuk menguk Raka sebelum bertemu Bram, Dion berjalam menghampiri Raka Yang masih meratapi kesedihannya tanpa peduli orang lain Yang khawatir padanya.


"Sampai kapan kau akan seperti ini Rak? "


Mohon maaf, πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™baru up lain Yang membuat para reader menunggu Dan kecewa.


Harap di maklumi Ini pertama karya author jadi masih butuh bimbingan.


Harap jangan bosen Dan selalu beri dukungan agar author tetap semangat.

__ADS_1


TERIMA KASIH !!!!!!!


__ADS_2