
Setelah kemarin merima pukulan dari Dion, Akhirnya hari ini Raka memutuskan untuk kembali bekerja di kantornya. Benar apa yang dikatakan Dion bahwa selama ini ia terlalu egois hanya memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain yang khawatir padanya terutama ayahnya sendiri.
Pagi ini Raka sedang berdiri di depan cermin yang berada dikamarnya, Dengan setelan baju yang sudah rapi bahkan rambutnya sudah tertapa sempurna sesuai gayanya selama ini.
Setelah itu barulah ia keluar kamar untuk sarapan bersama dengan ayahnya dan adiknya, Sesampainya di ruang makan Bram dan Sania kaget melihat Raka berjalan menghampiri mereka berdua pasalnya Raka sudah lama selama Raka tinggal di rumah ini Raka hanya mengurung di dalam kamranya saja apalagi sekaran penampilan yang sudah rapi seperti orang ingin berangkat bekerja.
"Pah itu ka Raka kan. "Tanya Sania.
"Hmm. "Jawab Bram bergumam.
"Selamat pagi. "Sapa Raka sambil duduk di bangku.
"Pagi Rak, Kak. "Jawab merka berdua bebarangan.
"Apa kau hari ini akan berangkat ke kantor. "Tanya Bram penasaran.
"Hmm,, Lagi pula aku sudah lama tidak berangkat ke kantor. "Jawab Raka sambil mengambil Roti yang ada di depannya.
"Emangnya kakak sudah baik - baik saja? "Tanya Sania penasaran.
Raka menghela nafas. "Sudah, Lagi pula selama sudah sehat dan baik - baik saja. "Jawab Raka seadanya. Setelah selasai sarapan Raka berpamitan kepada Bram untuk berangkat bekerja.
"Pah aku berangkat dulu. "Ucap Bram sebelum mencium tangan Bram.
__ADS_1
"Iya kau hati - hati di jalan. "Jawab Bram.
Setelah itu Raka berjalan keluar rumah meninggalkan Sania dan Bram di ruang meja makan, Sesampainya di depan Raka langsung masuk kedalam dan melajukan mobilnya yang tadi sudah disiapkan oleh supir yang bekerja di rumah ini karna tadi sebelum turun kebawah Raka sudah menyuruhnya.
Sedangkan di dalam rumah tepat di ruang makan, Sania yang masih penasaran dengan Raka yang sudah berangkat ke kantor memberikan banyak pertanyaan kepada Bram padahal setauanya kemarin Raka masih kondisi Raka tidak ada perubahan.
"Apa papa yakin ka Raka sudah baik - baik saja? "Tanya Sania kepo.
"Entahlah. "Jawab Bram sambi mengangkat bahunya.
"Kok papah jawabnya gitu sih, Emangnya papah tidak khawatir pada ka Raka."Tanya Sania dengan bibirnya mengerucut.
Bram menghela nafas sambil menyimpan sendok yang sudah penuh dengan nasi yang tadi akan ia suapkan kedalam mulutnya, Namun karna Sania terus bertanya ia tidak jadi meneruskannya karna merasa terganggu.
" Iya pah. "Jawab Sania namun dengan muka cemberut karna tidak puas dengan jawaban Bram tadi.
**********
Sedangka di kantor Raka para karyawan di hebohkan dengan kedatangan Raka pasalnya Raka sudah lama tidak masuk kekantor, Tepatnya setelah Raka menangis di depan kantor, karna tidak bisa mengejar mobil seorang wanita tapi mereka tidak tahu siapa wanita itu yang bisa membuat bos dingin mereka meraung raung.
"Tulihat setelah sekian lama tidak masuk Tuan Raka maikin cakep aja. "Bisik seoran Wanita kepada temannya.
"Iya makin Cinta deh. "Jawab temannya.
__ADS_1
"Tapi aku penasaran kemana Tuan Raka selama tidak masuk kekantor ya. "Sahut teman lainnya lagi.
"Enggak tau, Tapi yang aku dengar sih Tuan Raka selama ini sakit makanya tidak masuk kantor. "Jawab temannya bernama Rini.
"Mungkin karna patah hati karna cintanya di tolak sama wanita itu ya. "Sahut Rika.
"Mungkin. "Jawab Rini sambil mengangkat bahunya.
"Tenang pak Raka kalau wanita itu tidak mau masih ada saya mencintai bapak. "Sahut bernama lita yang paling centil.
"Itu kalau Tuan Raka mau padamu. "Sahut Raka meledek.
Hahahahhaha..
Mereka bedua tertawa, Sedangkan gadis yang bernama itu mencebik karna di tertawakan oleh kedua temannya. Namun tawa mereka berhenti setelah mendengar suara deheman seseorang.
Ehemmmm
Hai guys jangan lupa like dan comen nya ya..๐
Dan terima kasih dukungannya, Jangan pernah lelah kasih semangat supaya author tetap semangat nulisnya๐๐๐
Terima kasih๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ
__ADS_1